Soal 2006:
1. Jelaskan
gagasan-gagasan utama (Main idea)
dari berbagai pemikiran ekonomi makro terutama dari aliran Keynesian, aliran Moneteris, aliran
makro ekonomi klassik baru (New Classical
Macroeconomics), serta aliran
makroekonomi Keynesian baru (New
Keynesianism) mengenai issue-issue pokok ekonomi makro berikut:
a.
Pandangan tentang
ekonomi pasar (market economy). (nilai 5 poin)
b.
Penyebab ketidakstabilan
dalam perekonomian makro. (nilai 5
poin)
c.
Kebijaksanaan
makroekonomi yang tepat (appropriate) (nilai
5 poin)
d.
Pengaruh kebijaksanaan
moneter (money supply) terhadap
perekonomian. (nilai 5 poin)
e.
Pandangan tentang velositas uang (velocity of money) (nilai 5 poin)
f.
Pengaruh kebijaksanaan
fiscal terhadap perekonomian (nilai 5
poin)
g.
Pandangan tentang cost push and demand full inflation. (nilai 5 poin)
(total
nilai 35 poin)
Jawab:
Jawaban (Muana Naga Hal 63 / dalam
bentuk tabel)
Perbandingan antara Aliran Keynesian, Moneteris,
Makroekonomi Klasik Baru dan Makroekonomi Sisi Penawaran:
|
Persoalan (issue) yang menjadi
perdebatan
|
Aliran Keynesian (Keynesianism)
|
Aliran Moneteris (Monetarism)
|
Aliran Makro-ekonomi Klasik Baru (Newclassical
Macroeconomics)
|
Aliran Makro-ekonomi Sisi Penawaran
(Supplyside acroeconomics)
|
|
Pandangan tentang ekonomi pasar (market
economy)
|
Pada dasarnya tidak stabil (fundamentaily
unstable)
|
Dalam jangka panjang stabil
|
Dalam jangka panjang stabil
|
Bisa stagnant kalau tidak ada insentif
untuk bekerja, menabung dan menginvestasikan uang
|
|
Penyebab ketidakstabilan dalam perekonomian
|
Unequal antara S dan I (perubahan
dalam AD) dan karena AS shocks
|
Kebijakan moneter yang tidak
sesuai/tepat (fluktuasi dalam Ms)
|
Guncangan (shocks) jangka
pendek dalam AS dan AD yang tidak terantisipasi
|
Perubahan di dalam penawaran agregat
(AS)
|
|
Kebijakan makro yang tepat / sesuai (appropriate)
|
Kebijakan fiskal dan moneter yang
aktif dan sesekali menggunakan income
policy
|
Aturan moneter, misalnya:constrant
monetary growth rate rule
|
Aturan moneter, misalnya: constant
monetary growth rate rule
|
Kebijakan-kebijakan yang meningkatkan
penawaran agregat (AS)
|
|
Pengaruh kebijakan moneter (money
supply) terhadap perekonomian
|
Melalui perubahan dalam tingkat bunga
yang kemudian mempengaruhi I dan NNP
|
Mempengaruhi permintaan agregat secara
langsung yang kemudian mempengaruhi NNP
|
Tidak mempunyai pengaruh karena hasil
(outcome) dari kebijakan tersebut dapat diantisipasi (anticipated)
|
Melalui pengaruhnya terhadap investasi
yang kemudian mempengaruhi penawaran agregat
|
|
Pandangan tentang velositas uang
|
Tidak stabil
|
Stabil
|
Tidak ada kesepakatan/ konsensus
|
Tidak ada kesepakatan / konsensus
|
|
Pengaruh kebijakan fiskal terhadap
perekonomian
|
Mempengaruhi AD dan NNP melalui proses
pengganda
|
Tidak mempunyai dampak kalau tidak
diikuti dengan perubahan dalam MS
|
Tidak mempunyai dampak karena hasil
dari kebijakan tersebut dapat diantisipasi
|
Mempengauruhi NNP dan tingkat harga
melalui perubahan di dalam AS
|
|
Pandangan tentang cost-push
inflation
|
Mungkin saja terjadi karena guncangan
dengan penawaran agregat
|
Tidak mungkin dalam jangka panjang
kalau tidak terjadi pertumbuhan jumlah uang Ms yang berlebihan
|
Tidak mungkin dalam jangka panjang
kalau tidak terjadi pertumbuhan jumlah uang beredar yang berlebihan
|
Mungkin (karena turunnya produtivitas,
naiknya biaya yang disebabkan adanya regulasi dan sebagainya)
|
Sumber : Campbell R.McConnell and Stanley R.Brue
(1990), Macroeconomics : Principles, Problems & Policies,p.392.
- Pandangan tentang ekonomi pasar (market economy)
Aliran Keynesian
- Pada
dasarnya tidak stabil (fundamentally
unstable)
Aliran Moneteris
- Dalam jangka panjang stabil
Aliran New Classical
Macroeconomics (aliran Rational Expectation)
- Ekonomi Pasar (Market Economy) dalam jangka panjang stabil
Aliran New Keynesianism
- Bisa stagnant kalau tidak ada insentif untuk bekerja , menabung, dan menginvestasikan uang
- Penyebab Ketidakstabilan dalam perekonomian makro
Aliran Keynesian
- Unequal antara S dan I (perubahan dalam AD) dan karena AS shocks
Aliran Moneteris
c. Kebijakan moneter yang tidak sesuai
/tepat (fluktuasi dalam Ms)
Aliran New Classical
Macroeconomics
d.
Guncangan (shocks) jangka pendek dalam AS dan AD
yang tidak terantisipasi.
Aliran New Keynesianism
e.
Perubahan di dalam
penawaran agregat (AS)
- Kebijaksanaan makroekonomi yang tepat (appropriate)
Aliran Keynesian
·
Kebijakan fiskal dan moneter
yang aktif dan dan sesekali menggunakan income
policy
Aliran Moneteris
·
Aturan moneter misalnya : constant monetary growth rate rule
Aliran New Classical
Macroeconomics
·
Aturan moneter misalnya : constant monetary growth rate rule
Aliran New Keynesianism
·
Kebijakan-kebijakan yang
meningkatkan penawaran agregat (AS)
- Pengaruh kebijaksanaan moneter (money supply) terhadap perekonomian
Aliran Keynesian
h.
Melalui perubahan dalam
tingkat bunga yang kemudian mempengaruhi I dan NNP
Aliran Moneteris
i.
Mempengaruhi permintaan
agregat secara langsung, yang kemudian mempengaruhi NNP
Aliran New Classical
Macroeconomics
j.
Tidak mempunyai pengaruh
karena hasil (outcome) dari kebijakan
tersebut dapat diantisipasi (anticipated)
Aliran New Keynesianism
k.
Melalui pengaruhnya
terhadap investasi yang kemudian mempengaruhi penawaran agregat
- Pandangan tentang velositas uang (velocity of money)
Aliran Keynesian
·
Tidak stabil
Aliran Moneteris
·
Stabil
Aliran New Classical
Macroeconomics
·
Tidak ada kesepakatan /
Konsensus
Aliran New Keynesianism
·
Tidak ada kesepakatan /
Konsensus
- Pengaruh kebijaksanaan fiscal terhadap perekonomian
Aliran Keynesian
n.
Mempengaruhi AD dan NNP
melalui proses pengganda
Aliran Moneteris
- Tidak mempunyai dampak kalau tidak diikuti dengan perubahan dalam Ms
Aliran New Classical
Macroeconomics
- Tidak mempunyai dampak karena hasil dari kebijakan tersebut dapat diantisipasi
Aliran New Keynesianism
- Mempengaruhi NNP dan tingkat harga melalui perubahan di dalam AS
- Pandangan tentang cost push and demand full inflation
Aliran Keynesian
·
Mungkin saja terjadi karena
guncangan dalam penawaran agregat
Aliran Moneteris
·
Tidak mungkin dalam jangka
panjang kalau tidak terjadi pertumbuhan jumlah uang Ms yang berlebihan
Aliran New Classical
Macroeconomics
·
Tidak mungkin dalam jangka
panjang kalau tidak terjadi pertumbuhan jumlah uang beredar yang berlebihan
Aliran New Keynesianism
·
Mungkin (karena turunnya
produktivitas , naiknya biaya yang disebabkan adanya regulasi dan sebagainya.)
2. Tulislah
esey singkat tentang Aggregate supply function: classical (New classical) vs Keynsian (New Keynesian), peran ekspektasi (rational expectation
vs adaptive expectation) dalam analisis makroekonomi serta perbandingan
kelemahan/keunggulan pendekatan AS-AD dan IS-LM dalam analisis ekonomi makro
yang ada di literatur makroekonomi
selama ini. (total nilai 10 poin)
Jawab:
Muana Nanga Hal 147 – 150 (ringkas dan cari tambahan untuk ekpektasi)
AD - AS
ü Model AD – AS,
menggambarkan tingkat perekonomian secara menyeluruh dilihat dari tingkat harga
dan dapat dilihat dampaknya terhadap perekonomian jika terdapat kebijakkan
kebijakkan yang mempengaruhinya terhadap keseimbangan perekonomian.
ü Membentuk kurva AD :
Pendekatan Keynesian Efect (perubahan kurva IS) dan Piggou Effect (perubahan
kurva LM ).
ü Pergeseran Kurva AD disebabkan oleh adanya kebijakan
Moneter dan Fiskal
ü Membentuk Kurva AS :
Pendekatan Keynesian ( asumsi tingkat upah rigid) dan pendekatan Klasik (asumsi
tingkat upah flexibel)
IS – LM
ü Titik pertemuan antara kurva IS &
LM, adalah titik keseimbangan perekonomian secara umum
ü Model IS-LM awalnya dikembangkan oleh
Hicks (1937), sebagai interpretasinya atas buku Keynes, The Geno-al Theory (1936).
Menurut Hicks, yang dimaksud Keynes dengan keseimbangan ekonomi adalah
keseimbangan bersamaan (joint equilibrium).
Lengkapi
dari buku Muana Nanga
3.
Dalam analisis perekonomian
terbuka (open macroeconomic analysis),
evaluasi asumsi, mekanisme dan efektivitas dampak kebijaksanaan fiskal (budget defisit) berikut perbandingannya
dengan kebijakan ekspansi moneter
dalam regim flexible (managed
floating) exchange rate. Mengapa dampak kebijakan Fiskal
tidak predictable bahwa akan selalu
terjadi defisit balance of payment
(BOP) yang kemudian akan berakibat pada depresiasi exchange rate? (nilai 10 POINT).
Jawab: Muana
Nanga Hal 221-223 (flexible (managed floating) exchange rate)
Muana Nanga Hal 213-216
(pendekatan LM)
- Dulu adalah Growth with Equity dan saat ini Pro-poor Growth, sementara banyak kubu political economy sesungguhnya lebih mempromosikan wage-led growth yang tampak pula kini lebih dikomprontasikan dengan profit-led growth. Saudara diminta untuk mengemukakan berbagai relevansi paradigma wage-led growth tersebut beserta dampaknya untuk kasus perekonomian indonesia saat ini dalam memacu pertumbuhan ekonomi dengan kualitas penyerapan tenaga kerja yang tinggi demi menurunkan tingkat pengangguran dan kimiskinan. (Total nilai 25 poin)
Jawab:
- Harian
Kompas baik terbit hari Rabu 6 Desember, Kamis 7 Desember maupun Kamis 21
Desember 2006, mengulas kekaguman jurnalis pada aspek tertentu
keberhasilan pembangunan di Negara India. Berdasarkan ulasan jurnalis
harian Kompas itu, Saudara diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut:
a)
Strategi apakah yang diterapkan
pemerintah India dalam mengembangkan industri teknologi informasi (TI)?
dan apa hasilnya?
b)
Strategi apakah yang diterapkan oleh pebisnis India untuk masuk ke kancah
globalisasi? Berikan contoh-contoh konkritnya!
c)
Disamping keberhasilan India dalam mengembangkan Industri TI, India masih
banyak memiliki pekerjaan rumah (PR). PR-PR apakah yang dimaksud itu?
d)
Belajar dari keberhasilan India itu, apa yang menurut Saudara Indonesai
harus lakukan?
(Total nilai 20 poin)
NITHA YG AKAN KERJAKAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar