Kamis, 12 November 2015

MANAJEMEN STRATEGI

JAWABLAH SEMUA SOAL DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR SOAL. DALAM MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP SOAL (TOTAL  NILAI ADALAH 100 POIN)

1.      Penetapan misi organisasi perusahaan umumnya didasarkan pada unsur-unsur fundamental yang meliputi;
·         produk atau jasa/pelayanan
·         kebutuhan pelanggang
·         teknologi
·         pertumbuhan, keuntungan dan survive
·         falsafah management

Pertanyaanya adalah: Siapakah bertanggung jawab untuk menetapkan misi; pengembangan dan pelaksanaan rencana strategic serta monitoring kebutuhan perusahaan?
a.    Sebutkan sasaran-sasaran dari misi perusahaan dan jelaskan!
b.    Input untuk pengembangan misi perusahaan dapat dari inside stakeholders dan outside stakeholders. Jelaskan masin-masing! Siapa yang bertanggungjawab atas penetapan misi perusahaan? Sebutkan dan jelaskan kepentingan masing-masing stakeholders tersebut!.
c.    Susunlah beberapa contoh rumusan/pertanyaan misi perusahaan yang meliputi unsur-unsur misi perusahaan.
(total nilai 15 poin)

JAWABAN NO.1

1.    Orang-orang yang bertanggung jawab dalam menetapkan misi perusahaan adalah para perencana strategi yaitu ……..        

  1. Sasaran-saran dari misi perusahaan adalah :
  2. Bertanggung jawab dalam penetapan misi perusahaan adalah
  3. kepentingan masing-masing stakeholders adalah
  4. Contoh Perumusan misi

v  INDOSAT :
  1. Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi yang inovatif dab berkualitas untuk memberikan manfaat terbaik bagi pelanggan.
  2. Meningkatkan  shareholder value secara terus menerus.
  3. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik

v  BANK MANDIRI:
  1. Berorientasi pd pemenuhan kebutuhan pasar.
  2. Mengembangkan SDm secara profesional.
  3. Memberi keuntu ngan yang maksimal bagi stakeholder
  4. Peduli terhadap kepentingan masyarakat & lingkungan

v  PT. ASTRA HONDA MOTOR:
  1. Kami bertekad untuk menyediakan sepeda motor yang berkualitas tinggi & handal sebagai sarana transportasibagi masyarakat yang sesuai kebutuhan konsumen, pada tingkat harga yang terjangkau

Mendefenisikan misi perusahaan merupakan salah satu tugas perencana strategi tingkat perusahaan. Misi perusahaan pada hakikatnya menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu perusahaan ada. Ia merupakan raison d’etre perusahaan. Dengan adanya misi diharapkan arsitektur strategi perusahaan diharapkan menjadi lebih transparan bagi para stakeholders.

            Misi perusahaan yang jelas merupakan bagian yang penting dalam manajemen perusahaan, karena keberadaan misi yang dinyatakan secara formal biasanya membuat perusahaan akan berhasil. Misi perusahaan yang telah ditetapkan dan didokumentasikan yang ditandai dengan adanya spesifikasi karakter, keunggulan dan keunikan perusahaan yang mampu membedakannya dengan para pesaing akan banyak membawa manfaat bagi perusahaan.

            Manfaat misi perusahaan:
-          Membantu memfokuskan sumberdaya secara umum
-          Membantu memastikan bahwa organisasi tidak terlibat dalam konflik kepentingan
-          Berfungsi sebagai dasar pemikiran umum untuk mengalokasikan sumberdaya organisasi.
-          Serta membentuk wilayah tanggungjawab kerja yang luas dalam perusahaan.
-          Berfungsi sebagai dasar pengembangan tujuan perusahaan.

Tiga komponen yang harus terdapat dalam pernyataan misi adalah:
1)    Spesifikasi mengenai produk atau jasa dasar
2)    Pasar primer
3)    Teknologi utama untuk produksi atau distribusi

Contoh rumusan/pernyataan misi perusahaan (Bisnis ITT Barton, salah satu divisi ITT)

            Misi unit ini adalah untuk melayani industri dan pemerintah dengan instrumen berkualitas yang digunakan untuk pengukuran utama, analisis dan pengandalian lokal atas arus, tingkat, tekanan, temperatur dan sifat-sifat cairan. Instrumen-instrumen ini mencakup meteran arus, alat pembaca elektronik, indikator, perekam, pengubah, sistem pengatur cairan, instrumen analisis seperti titrator, integrator, controller, transmitter dan berbagai instrumen lain untuk pengukuran sifat-sifat cairan yang digunakan untuk memproses pendeteksian variabel, pengumpulan data, pengendalian dan transmisi. Misi unit ini mencakup pengendalian dasar tertutup dan alat tampilan yang terbukti ekonomis, tetapi tidak mencakup instrumentasi ruang kendali sentral yang luas, desain sistem dan tanggung jawab utama.
            Target pasar yang dilayani mencakup instrumentasi untuk produksi minyak dan gas, transportasi gas, pemrosesan bahan kimia dan petrokimia, crygenic, pembangkit listrik, pesawat luar angkasa, pemerintah dan angkatan laut serta produsen instrumen dan peralatan lainnya.
5-3



  1. Untuk merumuskan strategi, pimpinan sebuah organisasi perlu melakukan analisis lingkungan dan kondisi internal. Lingkungan organisasi (organization environment) terdiri atas 2 bagian, yaitu: lingkungan industri dan dimensi-dimensi lingkungan yang lain.
    1. Mengapa pimpinan organisasi perlu menganalisis lingkungan? Apa manfaatnya bagi organisasi?
b.    Sebutkan dan jelaskan dengan contor-contoh mengenai lingkungan industri dan dimensi-dimensi lingkungan yang lain!.
c.    Kondisi internal organisasi dapat dianalisis, baik untuk waktu sekarang maupun waktu yang akan dating. Kondisi apa saja dan jelaskan!
d.    Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, susunlah analisis SWOT dengan menggunakan organisasi yang saudara ketahui!
(total nilai 20 poin)

JAWABAN

            Dasar pemikiran perlunya analisis lingkungan dilakukan adalah General System Theory.  Menurut teori ini, organisasi dewasa ini lebih merupakan suatu sistem yang terbuka (open system). Oleh karena itu, organisasi sangat dipengaruhi dan berinteraksi secara konstan dengan lingkungan yang melingkupinya. Dengan demikian tugas utama yang paling penting bagi manajemen perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa pengaruh tersebut dapat disalurkan melalui arah yang positif dan dapat memberikan kontribusi optimal terhadap keberhasilan dan pencapaian daya saing organisasi secara keseluruhan.
            Tujuan perusahaan untuk melakukan analisis lingkungan adalah untuk menilai lingkungan organisasi secara keseluruhan. Dalam hal ini faktor-faktor yang berada di luar maupun di dalam organisasi yang dapat mempengaruhi kemajuan organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
            Secara khusus, peran atau fungsi analisis lingkungan bagi tiap perusahaan tentu saja berbeda. Namun secara umum jika mengacu pada pendapat Certo dan Peter, maka ada tiga peran utama yaitu:
a.    Policy-Oriented Role
Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkat atas dan bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan informasi bagi manajemen tingkat atas tentang kecendrungan utana yang muncul dalam lingkungan. Peran ini menekankan pada deteksi awal dan reaksi mnaajemen tingkat atas yang sesuai dengan masalah strategi yang luas.
b.    Integrated Strategic Planning Role
Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat manajemen tingkat atas dan manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di lingkungan perusahaan yang memiliki implikasi langsung pada proses perencanaan. Fungsi ini dijalankan oleh bagian perencanaan, baik ditingkat korporat maupun tingkat divisi dengan melakukan laporan rutin.
c.    Fungtion-Oriented Role
Peranan ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan menyediakan informasi lingkungan yang memberi perhatian pada efektivitas kinerja fungsi organisasi tertentu.

Secara Umum, lingkungan organisasi dapat dikategorikan ke dalam 2 bagian besar, lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar yaitu lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri.


LINGKUNGAN UMUM:
a.    Faktor ekonomi
Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan industri. Faktor ekonomi mengacu kepada sifat, cara dan arah dari perekonomian di mana suatu perusahaan akan atau sedang berkompetisi. Indikator dari kesehatan perekonomian suatu negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, defisit atau surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis serta produk domestik bruto.
b.    Faktor sosial
Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai sikap, opini yang berkembang dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana perusahaan beroperasi.
c.    Faktor politik dan hukum
Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam memformulasikan strategi perusahaan.
d.    Faktor teknologi
Faktor teknologi merefleksikan kesempatan dan ancaman bagi perusahaan. Kemajuan teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor, pesaing, pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran dan posisi persaingan.
e.    Faktor demografi
Faktor demografi di anatarnya adalah ukuran populasi, struktur umur, distribusi geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan.

LINGKUNGAN INDUSTRI
            Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan.
Michael E.Porter dalam bukunya Competitive Strategy (1980) adalah:
Lima kekuatan, yaitu: persaingan masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok serta persaingan konvensional di antara para pesaing yang ada – merefleksikan kenyataan bahwa persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas pada pemain konvensional yang ada. Pelanggan, pemasok, produk pengganti, serta pendatang baru potensial semuanya merupakan “pesaing” bagi perusahaan-perusahaan dalam industri.
a.    Ancaman masuknya pendatang baru
Terdapat beberapa hambatan untuk memasuki industri atau entry barriers. Di antaranya adalah:
1)    Skala ekonomi (economies of scale), yaitu bertambahnya jumlah barang yang diproduksi dalam suatu periode sehingga mengakibatkan biaya produksi per unit menjadi turun.
2)    Diferensiasi produk (product differentiation), artinya perusahaan tertentu mempunyai identifikasi merek dan loyalitas pelanggan, yang disebabkan oleh periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaaan produksi di masa lampau atau sekedar merupakan perusahaan pertama yang memasuki industri.
3)    Persyaratan modal (capital requirement), kebutuhan untuk melakukan investasi sumber daya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan suatu hambatan masuk.
4)    Biaya peralihan pemasok (switching cost), yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. Biaya peralihan ini dapat meliputi biaya melatih kembali karyawan, biaya peralatan pelengkap yang baru, disain ulang produk bahkan biaya psikologis karena merusak hubungan.
5)    Akses ke saluran distribusi. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang sudah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara penurunan harga, kerjasama periklanan dan sebagainya yang tentu saja berimplikasi terhadap turunnya laba.
6)    Kebijakan pemerintah. Pemerintah dapat membatasi atau bahkan menuup masuknya industri dengan melakukan pengendalian dan pengawasan, seperti perjanjian lisensi dan batasan-batasan pada akses ke bahan baku. Pemerintah juga dapat memainkan peranan tidak langsung seperti standar polusi udara dan peraturan keamanan.
7)    Hal-hal lain. Penguasaan yang menguntungkan atas bahan baku, lokasi yang menguntungkan, subsidi pemerintah serta kurva pengalaman dan belajar.

b.    Tingkat rivalitas di antara para pesaing yang ada
Rivalitas (rivalry) di kalangan pesaing yang ada berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, introduksi produk dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan.
c.    Tekanan dari produk pengganti
Semua perusahaan dalam suatu industri dalam pengertian yang luas bersaing dengan produk pengganti. Walaupun karakteristisnya berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama.
d.    Kekuatan tawar menawar pembeli
Para pembeli biasanya akan membeli barang dengan harga termurah yang dapat diperolehnya. Untuk mengurangi biaya mereka, biasanya pembeli meminta kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik serta yang lebih penting harga yang lebih murah.
e.    Kekuatan tawar-menawar pemasok
Pemasok dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan harga serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya. Jika perusahaan tidak dapat menutupi kenaikan biaya melalui struktur harganya, maka kemampuanlabaan perusahaan tersebut dapat menurun karena tindakan pemasok tadi.

LINGKUNGAN INTERNAL
            Lingkungan internal adalah lingkungan organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan secara normal memiliki implikasi yang langsung dan khusus pada perusahaan.
Komponen dari analisis lingkungan internal perusahaan adalah:
1)    Sumberdaya (Resources)
Sumberdaya sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk suatu proses produksi. Sumberdaya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi:
(a)  Tangible resources
Merupakan sumberdaya yang lainnya terlihat dalam data akuntansi dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi. Misalnya sumberdaya keuangan, sumberdaya fisik dan organisasi.
(b)  Intangible resources
Merupakan sumberdaya yang tidak terlihat dalam neraca keuangan perusahaan misalnya teknologi, inovasi dan reputasi.
(c)  Human resources
Sumberdaya manusia yang efektif tergantung kepada hubungan antara para pekerja secara individu, yang secara keseluruhan juga merupakan jenis intangible resources yang lain yaitu budaya perusahaan (corporate culture)

2)    Kapabilitas (capability)
Kapabilitas adalah suatu kumpulan sumberdaya yang menampilkan suatu tugas atau aktivitas tertentu secara integratif. Untuk menentukan kapabilitas suatu perusahaan biasanya didasarkan kepada dua pendekatan yaitu:
(a)  Pendekatan fungsional
(b)  Pendekatan rantai nilai (value chain)

3)    Kompetensi Inti (Core competence)
Kompetensi inti bersumber dari kapabilitas dan sumberdaya perusahaan. Tetapi perlu ditekankan bahwa tidak semua sumberdaya maupun kapabilitas merupakan kompetensi inti perusahaan.
Kompetensi inti sendiri yang dipopulerkan oleh Hamel dan Prahalad ini merupakan sekumpulan keteranpilan dan teknologi yang memungkinkan suatu perusahaan menyediakan manfaat tertentu kepada pelanggan.


Elemen-elemen Analisis SWOT
Analisis Internal
Strenghts (Kekuatan)
Weakness (Kelemahan)
  • Kompetensi yang unik
  • Sumberdaya keuangan yang memadai
  • Keterampilan yang unggul
  • Citra yang baik
  • Keunggulan biaya
  • Kemampuan inovasi tinggi
  • Dll
  • tidak ada arah strategi yang jelas
  • posisi persaingan yang kurang baik
  • fasilitas yang “usang”
  • kesenjangan kemampuan manajerial
  • lini produk yang sempit
  • citra yang kurang baik
  • dll

Analisis Eksternal
Opportunities (Peluang)
Threats (Ancaman)
  • Segmen / pasar baru
  • Penambahan produk baru
  • Diversifikasi yang berkaitan
  • Integrasi vertikal
  • Cepatnya pertumbuhan pasar
  • Dll
  • pesaing baru
  • peningkatan penjualan produksi substitusi
  • pertumbuhan pasar melemah
  • tingginya bargaining power konsumen
  • perubahan selera konsumen
  • dll

C. CONTOK SWOT ANALISIS UNTUK KASUS
Hasil klasifikasi faktor strategi internal (kekuatan  dan kelemahan) bagi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Makassar dapat dilihat pada tabel 3
Tabel   IFAS (Internal Factor Analisis Summary)
Matrik Faktor Strategi Internal
Kekuatan
Bobot
Rating
Nilai
1.  Lokasi pabrik dan kantor yang
    strategis
0.15
3
0.45
2. Mutu kualitas produk
0.15
4
0.6
3. Harga produk layak bersaing
0.10
3
0,3
4. Distribusi yang lancar
0.10
3
0.3
5. Ketersediaan jumlah pakan
0.10
3
0.3
6.Loyalitas agen kepada perusahaan
0.10
3
0.3
Kelemahan



7. Tidak tersedia layanan transportasi
0.10
2
0.2
8. Kurang gencar promosi
0.05
3
0.15
9.Tidak ada penetapan harga jual
    resmi kepada   konsumen
0.10
2
0.2
10.Adanya sistem paket DOC dan   pakan
0.05
2
0.1
To t a l
1.00

2,90


Data faktor internal memperlihatkan terdapat 6 kekuatan dan 4 kelemahan yang ada pada PT.JCI Unit  Makassar. Faktor kekuatan dan kelemahan ini disusun berdasarkan bobot dampak sangat penting dan tidak penting kekuatan dan kelemahan yang diberikan terhadap strategi pemasaran perusahaan. Data juga memperlihatkan bahwa bobot kekuatan lebih besar dibandingkan bobot kelemahan atau dengan kata lain perusahaan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan kelemahan.
Faktor kekuatan diberikan rating skala 4 hingga 1 dan faktor kelemahan diberikan rating skala 1 hingga 4 berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap perusahaan. Hasil perkalian antara bobot dengan rating merupakan skor faktor kekuatan dan faktor kelemahan. Total nilai skor kekuatan dan kelemahan adalah (2.90).
  Tabel . EFAS (External Factor Analysis Summary)
Matrik Faktor strategi Eksternal
Peluang
Bobot
Rating
Nilai
1.    Meningkatnya populasi ternak ayam ras   dari tahun ke tahun 
0.15
4
0.60
2.  Tersedianya bahan baku  lokal
0.15
3
0,45
3.  Perkembangan teknologi informasi
0.05
3
0.15
4.  Perluasan wilayah promosi
0.10
3
0.30
5.  Arus transportasi  yang lancar
0.05
3
0.15
Ancaman



6.  Perusahaan pesaing
0.15
2
0.30
7.  Nilai tukar Dollar terhadap rupiah
0,15
2
0.30
8.  Iklim usaha yang cepat berubah 
0.10
2
0.20
9.  Gencarnya promosi oleh pesaing
0.05
3
0.15
10.  Penetapan harga rendah pesaing
0.05
2
0.10
To t a l
1.00

2,70

Data pada tabel 4 memperlihatkan terdapat  5 peluang dan 5 ancaman yang dihadapi oleh PT. JCI Cabang Makassar yang disusun berdasarkan bobot sangat penting hingga tidak penting dampak peluang dan ancaman yang diberikan terhadap strategi pemasaran perusahaan. Data memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang akan dihadapi.
Peluang diberikan rating dengan skala terbesar 4 hingga skala terkecil 1 dan setiap ancaman diberikan rating 1 hingga 4 didasarkan pada kondisi perusahaan. Hasil perkalian antara bobot dengan rating merupakan skor bagi setiap faktor peluang dan ancaman. Total nilai skor peluang dan ancaman adalah 2,70. Nilai skor ini diperlukan untuk matrik internal eksternal posisi perusahaan dalam memasarkan pakan  ayam ras.
Nilai IFAS dan nilai EFAS perusahaan pada matrik Internal Eksternal dapat diketahui pada matrik V (2.90 – 2,70)
Tabel. Matrik Internal Eksternal Posisi Perusahaan (IFAS, EFAS)
Total Skor Faktor Strategi Internal


Total
Skor/Nilai Strategi  Ekternal

Tinggi
(4 – 3)
Rata-rata
(3 – 2)
Rendah
(2 – 1)
Tinggi
(4 – 3)
1
Pertumbuhan
2
Pertumbuhan
3
Penciutan
Sedang
(3 – 2)
4
Stabilitas
5
Pertumbuhan
Stabilitas
6
Penciutan
Rendah
(2 – 1)
7
Pertumbuhan
8
Pertumbuhan
9
Likuidasi

Posisi matrik memiliki strategi yang berbeda sebagai berikut :
Posisi   1  =  Strategi konsentrasi melalui integrasi vertikal
Posisi   2  =  Strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal
Posisi   3  =  Strategi turnaround
Posisi   4  =  Strategi stabilitas
Posisi   5  =  Strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal/stabilitas
Posisi   6  =  Strategi divestasi
Posisi   7  =  Strategi diversifikasi konsentrik
Posisi   8  =  Strategi diversifikasi konglomerat
Posisi   9  =  Strategi likuidasi atau bangkrut
            Posisi perusahaan Perusahaan  saat ini berdasarkan Matrik Internal Eksternal berada pada tingkat rata-rata pada faktor strategi internal (nilai 2,90) dan tingkat sedang pada faktor strategi eksternal (nilai 2,70) sehingga strategi yang sesuai untuk ditetapkan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy). Strategi ini didesain untuk mencapai pertumbuhan, baik dalam penjualan asset, profit, atau kombinasi dari ketiganya. Cara ini merupakan strategi terpenting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga dalam usaha untuk mencapai critical mass (mendapat profit dari large-scale production) akan mengalami kekalahan, kecuali jika perusahaan dapat memfokuskan diri pada pasar tertentu yang menguntungkan.
            Perusahaan dalam tahap mempertahankan pertumbuhan yang cepat selama mungkin dapat melakukan strategi antara lain dengan meningkatkan kualitas produk, menambah model ataupun segi produk lainnya, mencari segmen pasar yang baru. Golongan pembeli lain yang selama ini belum mengetahui, belum berminat, ataupun belum membeli produk tersebut perlu didorong untuk bersedia membeli. Selalu mencari saluran distribusi yang baru untuk lebih mempersebar distribusinya. Dengan penambahan saluran distribusi baru ini pasarnya akan semakin luas. Yang perlu pula adalah dengan mengadakan periklanan. Dalam hal ini, periklanan yang dilakukan tidak lagi ditujukan untuk memperkenalkan produknya, tetapi ditujukan untuk meyakinkan kepada pembeli bahwa produk perusahaan tersebut adalah yang terbaik. Jadi perusahaan berusaha menciptakan pembelian berulang-ulang kepada pembeli. Perlu ditambahkan bahwa dalam tahap ini, perusahaan harus mengambil keputusan tentang kapan harga itu akan diturunkan. Ini dimaksudkan untuk menarik golongan pembeli yang peka terhadap harga.
            Untuk mendukung strategi pertumbuhan tersebut, maka perusahaan dapat memanfaatkan situasi pasar yang ada dengan menentukan segmen pasar yang paling potensial untuk dilayani untuk menjamin peningkatan volume penjualan yang akan berpengaruh positif terhadap peningkatan profit.

Tabel  Analisis SWOT PT.JCI Tbk Unit Makassar dalam    Memasarkan Produk Pakan Ternak Ayam Ras
        

INTERNAL




EKSTERNAL

STRENGHTS-W
1. Lokasi pabrik dan   kantor yang 
    strategis    
2. Kualitas produk bermutu tinggi
3. Harga produk layak bersaing
4. Distribusi yang lancar
5. Ketersediaan jumlah pakan
6. Hubungan yang baik antara pelanggan dengan perusahaan

WEAKNESSES-W
1.Tidak ada layanan  transportasi
2.Kurang  gencar promosi
3.Tidak ada penetapan harga jual resmi kekonsumen
4.Adanya sistem paket DOC dan pakan

OPPORTUNITIES-O
1. Peningkatan populasi ternak       ayam ras dari tahun ketahun
 2. Ketersediaan   bahan baku
     lokal
3.  Perkembangan teknologi informasi
4.   Perluasan wilayah promosi
   5. Arus transportasi yang   lancar

S – O
1. Peningkatan populasi ternak  ayam ras merupakan potensi yang besar untuk lebih meningkatkan penjualan.
2. Dengan tersedianya bahan bakulokal akan memperlancar produksi sehingga ketersediaan pakan dapat selalu terpenuhi dengan kualitas dan mutu yang tetap terjaga.
 3.Teknologi informasi digunakan   untuk memperlancar jaringan pemasaran
 4. Arus transportasi yang lancar dan kerjasama yang baik antara pelanggan dengan perusahaan akan meningkatkan pemasaran.

W – O
1. Arus trasportasi yang lancar   akan memudahkan pendistribusian produk pakan
2. Untuk lebih memperluas wilayah pemasaran dan menambah pelanggan baru, penjualan pakan dapat dilakukan tanpa adanya pembelian DOC
3. Pemanfaatan teknologi informasi sebagai upaya peningkatan pemasaran dan perluasan wilayah promosi


THREATS-T
1. Pesaing baru
2. Tingkat stabilitas ekonomi yang masih rendah
3. Gencarnya promosi oleh   pesaing
4. Iklim usaha yang cepat berubah
5. Penetapan harga yang rendah oleh pesaing

S – T
1. Meningkatkan promosi pemasaran kewilayah pasar yang lama atau wilayah yang baru
2. Meningkatkan pelayanan dan menyesuaikan harga produk dengan harga jual pesaing
3. Memperhatikan kondisi ekonomi untuk mengantisipasi perubahan iklim usaha
4. Penguatan hubungan dengan para agen agar kegiatan pemasaran tetap berlangsung

W – T
1. Menerapkan metode promosi  yang lebih selektif dan proaktif
2. Reanalisis keadaan ekonomi setiap saat
3. Peningkatan pelayanan dan manajemen guna memenangkan persaingan untuk menjaga kepercayaan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.



3. Suatu kerangka berpikir mengenai “Firm”s personality” yang dikembangkan oleh Peter & Waterman dalam perusahaan Mc Kinsey terdiri dari 7 unsur yang terkenal dengan sebutan “7’s framework”. Sebutkan 7’s tersebut dan jelaskan dengan menggunakan gambar atau skema!  (nilai 10 poin)

JAWABAN

Pendekatan ini untuk mengetahui dan mengevaluasi  7 variabel organisasi yaitu :
1)    Structure (Struktur )
2)    Strategy (strategi)
3)    Staff (staf)
4)    Style management (gaya manajemen)
5)    Systems and prosedures (sistem dan prosedur)
6)    Skill (keahlian)
7)    Shared value (Budaya perusahaan )

Strategi
A set of actions that you start with and must maintain Seperangkat tindakan yang Anda mulai dengan dan harus mempertahankan
Structure Struktur
How people and tasks / work are organised Bagaimana orang-orang dan tugas / pekerjaan diatur
Systems Sistem
All the processes and information flows that link the organisation together Semua proses dan arus informasi yang menghubungkan organisasi bersama-sama
Style Gaya
How managers behave Bagaimana manajer berperilaku
Staff Staf
How you develop managers (current and future) Bagaimana Anda mengembangkan manajer (saat ini dan masa depan)
Superordinate Goals Superordinat Tujuan
Longer-term vision, and all that values stuff, that shapes the destiny of the organisation Visi jangka panjang, dan semua hal nilai-nilai, yang membentuk nasib organisasi
Skills Keterampilan
Dominant attributes or capabilities that exist in the organisation Dominan atribut atau kemampuan yang ada dalam organisasi
There's a lot more to the 7S framework of course, especially how you apply it in practice. Ada lebih banyak untuk kerangka 7s tentu saja, terutama bagaimana Anda menerapkannya dalam praktek. It may appear as an outmoded concept in today's environment of "constant change and learning", but the basic principle that you've got to watch a lot of factors all the time as you implement any strategy still applies. Ini mungkin tampak sebagai konsep yang kuno dalam lingkungan hari ini "perubahan konstan dan" belajar, tetapi prinsip dasar yang harus menonton banyak faktor sepanjang waktu ketika Anda menerapkan strategi apa pun masih berlaku. Just don't let the apparent rigidity of the framework make you heavy on your feet. Tapi jangan biarkan kekakuan jelas kerangka membuat Anda berat pada kaki Anda.
For more about strategy and strategic management in general, look out " Strategic Management " by Dess & Miller (McGraw Hill 1993). Untuk lebih lanjut tentang strategi dan manajemen strategis pada umumnya, melihat keluar " Manajemen Strategis "oleh Dessa & Miller (McGraw Hill 1993). It's not a bedtime read, but is a useful reference work of ideas and case studies.  If you want more on the 7S model, read Richard Pascale's subsequent " Managing on the Edge " (1990). Ini bukan tidur membaca, tetapi adalah sebuah karya referensi yang berguna gagasan dan studi kasus,. Jika Anda ingin lebih lanjut tentang 7s model membaca Richard Pascale's berikutnya " Mengelola pada Edge "(1990)

4. Berikanlah penjelasan tentang keterkaitan antara strategi bisnis dengan strategi sumberdaya manusia. Berdasarkan keterkaitan tersebut, apa yang harus dilakukan oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini lainnya agar dapat menterjemahkan strategi tersebut ke dalam bentuk strategi SDM? (nilai 20 poin)

JAWABAN:

Strategi SDM hendaknya tergambar bentuk dan jenis langkah yang akan diambil pada tingkat manajemen operasional berdasarkan strategi utama yang menyangkut  MSDM serta telah ditetapkan pada tingkat manajemen yang lebih tinggi. Seluruh kegiatan MSDM berkisar pada pengadaan, penggunaan, pemeliharaan SDM sedemikian rupa sehingga mendukung penampilan kinerja organisasi yang memuaskan.
            MSDM didefenisikan sebagai perencanan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.
            Tugas MSDM terdiri atas tiga fungsi, yaitu:
1)    Fungsi manajerial
Yakni perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian
2)     Fungsi operasional
Yakni pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubangan kerja
3)    Kedudukan MSDM dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu

5. Michael E. Porter menjelaskan lima kekuatan bersaing yang perlu diperhatikan  oleh sebuah perusahaan agar tetap bertahan hidup dalam lingkungan industri. Pada tingkat persaingan yang makin tajam.  Kelima kekuatan itu, Yaitu: industry competitors, potential entrants, threat of  substitute products or services; bargaining power of suppliers; and bargaining power  of buyers.

 Kasus:
            PT. Indotim swalayan sebagai salah satu pemain awal pasar swalayan di Kota Makassar, akhir-akhir ini menghadapi ancaman masuknya pendatang baru usaha ritel skala besar, misalnya, Diamond Supermarket, Makassar Trad  Center (Karebosi), Matahari Market place (Tanjung bunga), Alfa Toko Rabat di jalan Urip Sumuharjo dan lain-lain pendatang baru yang siap terjen ke bisnis ritel skala besar di Makassar.
            Selaku general manager PT. Indotim swalayan Saudara diminta untuk menganalisis factor-faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri  ritel/swalayan skala  besar di kota Makassar untuk mempertahankan pangsa pasar perusahaan yang telah dimiliki saat ini. Jelaskan secara rinci 7 faktor hambatan masuk ke dalam industri yang mungkin bagi perusahaan yang anda pilih untuk menghambat pendatang baru masuk ke dalam industri-industri ritel/swalayan di Makassar. (total nilai 20 poin)

JAWABAN:
3-4












Faktor-faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri ritel/swalan di kota Makassar ada 7(tujuh) faktor, yaitu:
(1) Skala ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang tinggi, padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih rendah.
(2)  Diferensiasi produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/uatam. Usaha besar itu, misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis yang baik. Pada tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
(3)  Kecukupan modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri yang memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
(4)  Biaya peralihan
Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya peralihan pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
(5)  Akses ke saluran distribusi
Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk.
(6)  Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah ada sulit ditiru oleh pendatang baru.
(7)  Peraturan pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar