JAWABLAH
SEMUA SOAL DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR
SOAL. DALAM MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP
SOAL (TOTAL NILAI ADALAH 100 POIN)
1.
Penetapan misi organisasi perusahaan umumnya
didasarkan pada unsur-unsur fundamental yang meliputi;
·
produk atau jasa/pelayanan
·
kebutuhan pelanggang
·
teknologi
·
pertumbuhan, keuntungan dan survive
·
falsafah management
Pertanyaanya
adalah: Siapakah bertanggung jawab untuk menetapkan misi; pengembangan dan
pelaksanaan rencana strategic serta monitoring kebutuhan perusahaan?
a.
Sebutkan sasaran-sasaran dari misi perusahaan
dan jelaskan!
b.
Input untuk pengembangan misi perusahaan
dapat dari inside stakeholders dan outside stakeholders. Jelaskan masin-masing!
Siapa yang bertanggungjawab atas penetapan misi perusahaan? Sebutkan dan jelaskan
kepentingan masing-masing stakeholders tersebut!.
c.
Susunlah beberapa contoh rumusan/pertanyaan
misi perusahaan yang meliputi unsur-unsur misi perusahaan.
(total
nilai 15 poin)
JAWABAN NO.1
1.
Orang-orang
yang bertanggung jawab dalam menetapkan misi perusahaan adalah para perencana
strategi yaitu ……..
- Sasaran-saran
dari misi perusahaan adalah :
- Bertanggung
jawab dalam penetapan misi perusahaan adalah
- kepentingan
masing-masing stakeholders adalah
- Contoh Perumusan
misi
v INDOSAT :
- Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi yang inovatif
dab berkualitas untuk memberikan manfaat terbaik bagi pelanggan.
- Meningkatkan shareholder value
secara terus menerus.
- Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik
v BANK MANDIRI:
- Berorientasi pd pemenuhan kebutuhan pasar.
- Mengembangkan SDm secara profesional.
- Memberi keuntu ngan yang maksimal bagi stakeholder
- Peduli terhadap kepentingan masyarakat & lingkungan
v PT. ASTRA HONDA MOTOR:
- Kami bertekad untuk menyediakan sepeda motor yang berkualitas tinggi
& handal sebagai sarana transportasibagi masyarakat yang sesuai
kebutuhan konsumen, pada tingkat harga yang terjangkau
Mendefenisikan misi perusahaan merupakan salah satu tugas
perencana strategi
tingkat perusahaan. Misi perusahaan pada hakikatnya menjelaskan
kegunaan dan alasan mengapa suatu perusahaan ada. Ia merupakan raison d’etre
perusahaan. Dengan adanya misi diharapkan arsitektur strategi perusahaan
diharapkan menjadi lebih transparan bagi para stakeholders.
Misi
perusahaan yang jelas merupakan bagian yang penting dalam manajemen perusahaan,
karena keberadaan misi yang dinyatakan secara formal biasanya membuat
perusahaan akan berhasil. Misi perusahaan yang telah ditetapkan dan
didokumentasikan yang ditandai dengan adanya spesifikasi karakter, keunggulan
dan keunikan perusahaan yang mampu membedakannya dengan para pesaing akan
banyak membawa manfaat bagi perusahaan.
Manfaat
misi perusahaan:
-
Membantu memfokuskan sumberdaya secara umum
-
Membantu memastikan bahwa organisasi tidak
terlibat dalam konflik kepentingan
-
Berfungsi sebagai dasar pemikiran umum untuk
mengalokasikan sumberdaya organisasi.
-
Serta membentuk wilayah tanggungjawab kerja
yang luas dalam perusahaan.
-
Berfungsi sebagai dasar pengembangan tujuan
perusahaan.
Tiga komponen yang harus terdapat dalam pernyataan misi
adalah:
1)
Spesifikasi mengenai produk atau jasa dasar
2)
Pasar primer
3)
Teknologi utama untuk produksi atau distribusi
Contoh rumusan/pernyataan
misi perusahaan (Bisnis ITT Barton, salah satu divisi ITT)
Misi
unit ini adalah untuk melayani industri dan pemerintah dengan instrumen
berkualitas yang digunakan untuk pengukuran utama, analisis dan pengandalian
lokal atas arus, tingkat, tekanan, temperatur dan sifat-sifat cairan.
Instrumen-instrumen ini mencakup meteran arus, alat pembaca elektronik,
indikator, perekam, pengubah, sistem pengatur cairan, instrumen analisis
seperti titrator, integrator, controller, transmitter dan berbagai instrumen
lain untuk pengukuran sifat-sifat cairan yang digunakan untuk memproses
pendeteksian variabel, pengumpulan data, pengendalian dan transmisi. Misi unit
ini mencakup pengendalian dasar tertutup dan alat tampilan yang terbukti
ekonomis, tetapi tidak mencakup instrumentasi ruang kendali sentral yang luas,
desain sistem dan tanggung jawab utama.
Target
pasar yang dilayani mencakup instrumentasi untuk produksi minyak dan gas,
transportasi gas, pemrosesan bahan kimia dan petrokimia, crygenic, pembangkit
listrik, pesawat luar angkasa, pemerintah dan angkatan laut serta produsen
instrumen dan peralatan lainnya.

- Untuk merumuskan
strategi, pimpinan sebuah organisasi perlu melakukan analisis lingkungan
dan kondisi internal. Lingkungan organisasi (organization environment) terdiri atas 2 bagian, yaitu:
lingkungan industri dan dimensi-dimensi lingkungan yang lain.
- Mengapa
pimpinan organisasi perlu menganalisis lingkungan? Apa manfaatnya bagi
organisasi?
b.
Sebutkan dan jelaskan dengan contor-contoh
mengenai lingkungan industri dan dimensi-dimensi lingkungan yang lain!.
c.
Kondisi internal organisasi dapat dianalisis,
baik untuk waktu sekarang maupun waktu yang akan dating. Kondisi apa saja dan
jelaskan!
d.
Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut,
susunlah analisis SWOT dengan menggunakan organisasi yang saudara ketahui!
(total
nilai 20 poin)
JAWABAN
Dasar pemikiran
perlunya analisis lingkungan dilakukan adalah General System Theory. Menurut teori ini, organisasi dewasa ini lebih
merupakan suatu sistem yang terbuka (open system). Oleh karena itu,
organisasi sangat dipengaruhi dan berinteraksi secara konstan dengan lingkungan
yang melingkupinya. Dengan demikian tugas utama yang paling penting bagi
manajemen perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa pengaruh tersebut
dapat disalurkan melalui arah yang positif dan dapat memberikan kontribusi
optimal terhadap keberhasilan dan pencapaian daya saing organisasi secara
keseluruhan.
Tujuan
perusahaan untuk melakukan analisis lingkungan adalah untuk menilai lingkungan
organisasi secara keseluruhan. Dalam hal ini faktor-faktor yang berada di luar
maupun di dalam organisasi yang dapat mempengaruhi kemajuan organisasi tersebut
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Secara
khusus, peran atau fungsi analisis lingkungan bagi tiap perusahaan tentu saja
berbeda. Namun secara umum jika mengacu pada pendapat Certo dan Peter, maka ada
tiga peran utama yaitu:
a.
Policy-Oriented Role
Peran
analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkat atas dan bertujuan
untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan informasi bagi manajemen
tingkat atas tentang kecendrungan utana yang muncul dalam lingkungan. Peran ini
menekankan pada deteksi awal dan reaksi mnaajemen tingkat atas yang sesuai
dengan masalah strategi yang luas.
b.
Integrated Strategic Planning Role
Peran ini
bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat manajemen tingkat
atas dan manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di lingkungan
perusahaan yang memiliki implikasi langsung pada proses perencanaan. Fungsi ini
dijalankan oleh bagian perencanaan, baik ditingkat korporat maupun tingkat
divisi dengan melakukan laporan rutin.
c.
Fungtion-Oriented Role
Peranan
ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan menyediakan informasi
lingkungan yang memberi perhatian pada efektivitas kinerja fungsi organisasi
tertentu.
Secara Umum, lingkungan organisasi dapat
dikategorikan ke dalam 2 bagian besar, lingkungan eksternal dan lingkungan
internal. Lingkungan eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua
bagian besar yaitu lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri.
LINGKUNGAN
UMUM:
a.
Faktor ekonomi
Keadaan
ekonomi suatu negara akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan industri. Faktor
ekonomi mengacu kepada sifat, cara dan arah dari perekonomian di mana suatu
perusahaan akan atau sedang berkompetisi. Indikator dari kesehatan perekonomian
suatu negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, defisit
atau surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis serta produk
domestik bruto.
b.
Faktor sosial
Faktor-faktor
sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai sikap,
opini yang berkembang dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana
perusahaan beroperasi.
c.
Faktor politik dan hukum
Arah dan
stabilitas dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi
manajer dalam memformulasikan strategi perusahaan.
d.
Faktor teknologi
Faktor
teknologi merefleksikan kesempatan dan ancaman bagi perusahaan. Kemajuan
teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok,
distributor, pesaing, pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran
dan posisi persaingan.
e.
Faktor demografi
Faktor
demografi di anatarnya adalah ukuran populasi, struktur umur, distribusi
geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan.
LINGKUNGAN INDUSTRI
Lingkungan
industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang
menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang
relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan.
Michael E.Porter
dalam bukunya Competitive Strategy (1980) adalah:
Lima kekuatan, yaitu:
persaingan masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan
tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok serta persaingan
konvensional di antara para pesaing yang ada – merefleksikan kenyataan bahwa
persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas pada pemain konvensional
yang ada. Pelanggan, pemasok, produk pengganti, serta pendatang baru potensial
semuanya merupakan “pesaing” bagi perusahaan-perusahaan dalam industri.
a.
Ancaman masuknya pendatang baru
Terdapat beberapa
hambatan untuk memasuki industri atau entry barriers. Di antaranya
adalah:
1)
Skala ekonomi (economies of scale),
yaitu bertambahnya jumlah barang yang diproduksi dalam suatu periode sehingga
mengakibatkan biaya produksi per unit menjadi turun.
2)
Diferensiasi produk (product
differentiation), artinya perusahaan tertentu mempunyai identifikasi merek
dan loyalitas pelanggan, yang disebabkan oleh periklanan, pelayanan pelanggan,
perbedaaan produksi di masa lampau atau sekedar merupakan perusahaan pertama yang
memasuki industri.
3)
Persyaratan modal (capital requirement),
kebutuhan untuk melakukan investasi sumber daya keuangan yang besar agar dapat
bersaing menciptakan suatu hambatan masuk.
4)
Biaya peralihan pemasok (switching cost),
yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk
pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya. Biaya peralihan ini dapat meliputi
biaya melatih kembali karyawan, biaya peralatan pelengkap yang baru, disain
ulang produk bahkan biaya psikologis karena merusak hubungan.
5)
Akses ke saluran distribusi. Bilamana saluran
distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang sudah
mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya
melalui cara-cara penurunan harga, kerjasama periklanan dan sebagainya yang
tentu saja berimplikasi terhadap turunnya laba.
6)
Kebijakan pemerintah. Pemerintah dapat
membatasi atau bahkan menuup masuknya industri dengan melakukan pengendalian
dan pengawasan, seperti perjanjian lisensi dan batasan-batasan pada akses ke
bahan baku. Pemerintah juga dapat memainkan peranan tidak langsung seperti
standar polusi udara dan peraturan keamanan.
7)
Hal-hal lain. Penguasaan yang menguntungkan
atas bahan baku, lokasi yang menguntungkan, subsidi pemerintah serta kurva pengalaman
dan belajar.
b.
Tingkat rivalitas di antara para pesaing yang
ada
Rivalitas
(rivalry) di kalangan pesaing yang ada berbentuk perlombaan untuk
mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga,
perang iklan, introduksi produk dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada
pelanggan.
c.
Tekanan dari produk pengganti
Semua
perusahaan dalam suatu industri dalam pengertian yang luas bersaing dengan
produk pengganti. Walaupun karakteristisnya berbeda, barang substitusi dapat
memberikan fungsi atau jasa yang sama.
d.
Kekuatan tawar menawar pembeli
Para
pembeli biasanya akan membeli barang dengan harga termurah yang dapat
diperolehnya. Untuk mengurangi biaya mereka, biasanya pembeli meminta kualitas
yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik serta yang lebih penting harga
yang lebih murah.
e.
Kekuatan tawar-menawar pemasok
Pemasok
dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan
harga serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya. Jika perusahaan tidak
dapat menutupi kenaikan biaya melalui struktur harganya, maka kemampuanlabaan
perusahaan tersebut dapat menurun karena tindakan pemasok tadi.
LINGKUNGAN INTERNAL
Lingkungan
internal adalah lingkungan organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut
dan secara normal memiliki implikasi yang langsung dan khusus pada perusahaan.
Komponen dari analisis lingkungan internal
perusahaan adalah:
1)
Sumberdaya (Resources)
Sumberdaya
sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk suatu
proses produksi. Sumberdaya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi:
(a)
Tangible resources
Merupakan
sumberdaya yang lainnya terlihat dalam data akuntansi dan mudah sekali
diidentifikasi dan dievaluasi. Misalnya sumberdaya keuangan, sumberdaya fisik
dan organisasi.
(b)
Intangible resources
Merupakan
sumberdaya yang tidak terlihat dalam neraca keuangan perusahaan misalnya
teknologi, inovasi dan reputasi.
(c)
Human resources
Sumberdaya
manusia yang efektif tergantung kepada hubungan antara para pekerja secara
individu, yang secara keseluruhan juga merupakan jenis intangible resources
yang lain yaitu budaya perusahaan (corporate culture)
2)
Kapabilitas (capability)
Kapabilitas adalah
suatu kumpulan sumberdaya yang menampilkan suatu tugas atau aktivitas tertentu
secara integratif. Untuk menentukan kapabilitas suatu perusahaan biasanya
didasarkan kepada dua pendekatan yaitu:
(a)
Pendekatan fungsional
(b)
Pendekatan rantai nilai (value chain)
3)
Kompetensi Inti (Core competence)
Kompetensi
inti bersumber dari kapabilitas dan sumberdaya perusahaan. Tetapi perlu
ditekankan bahwa tidak semua sumberdaya maupun kapabilitas merupakan kompetensi
inti perusahaan.
Kompetensi
inti sendiri yang dipopulerkan oleh Hamel dan Prahalad ini merupakan sekumpulan
keteranpilan dan teknologi yang memungkinkan suatu perusahaan menyediakan
manfaat tertentu kepada pelanggan.
Elemen-elemen Analisis SWOT
Analisis Internal
|
Strenghts
(Kekuatan)
|
Weakness
(Kelemahan)
|
|
|
Analisis Eksternal
|
Opportunities
(Peluang)
|
Threats (Ancaman)
|
|
|
C. CONTOK SWOT ANALISIS UNTUK KASUS
Hasil
klasifikasi faktor strategi internal (kekuatan
dan kelemahan) bagi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Makassar dapat
dilihat pada tabel 3
Tabel IFAS (Internal Factor Analisis Summary)
|
Matrik Faktor
Strategi Internal
|
|||
|
Kekuatan
|
Bobot
|
Rating
|
Nilai
|
|
1.
Lokasi pabrik dan kantor yang
strategis
|
0.15
|
3
|
0.45
|
|
2. Mutu kualitas produk
|
0.15
|
4
|
0.6
|
|
3. Harga produk layak bersaing
|
0.10
|
3
|
0,3
|
|
4. Distribusi yang lancar
|
0.10
|
3
|
0.3
|
|
5. Ketersediaan jumlah pakan
|
0.10
|
3
|
0.3
|
|
6.Loyalitas agen kepada perusahaan
|
0.10
|
3
|
0.3
|
|
Kelemahan
|
|
|
|
|
7. Tidak tersedia layanan transportasi
|
0.10
|
2
|
0.2
|
|
8. Kurang gencar promosi
|
0.05
|
3
|
0.15
|
|
9.Tidak ada penetapan harga jual
resmi kepada konsumen
|
0.10
|
2
|
0.2
|
|
10.Adanya sistem paket DOC dan
pakan
|
0.05
|
2
|
0.1
|
|
To t a l
|
1.00
|
|
2,90
|
Data
faktor internal memperlihatkan terdapat 6 kekuatan dan 4 kelemahan yang ada
pada PT.JCI Unit Makassar. Faktor
kekuatan dan kelemahan ini disusun berdasarkan bobot dampak sangat penting dan
tidak penting kekuatan dan kelemahan yang diberikan terhadap strategi pemasaran
perusahaan. Data juga memperlihatkan bahwa bobot kekuatan lebih besar
dibandingkan bobot kelemahan atau dengan kata lain perusahaan memiliki kekuatan
yang lebih besar dibandingkan kelemahan.
Faktor
kekuatan diberikan rating skala 4 hingga 1 dan faktor kelemahan diberikan
rating skala 1 hingga 4 berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap
perusahaan. Hasil perkalian antara bobot dengan rating merupakan skor faktor
kekuatan dan faktor kelemahan. Total nilai skor kekuatan dan kelemahan adalah
(2.90).
Tabel . EFAS (External Factor Analysis
Summary)
|
Matrik Faktor
strategi Eksternal
|
|||
|
Peluang
|
Bobot
|
Rating
|
Nilai
|
|
1.
Meningkatnya populasi ternak ayam ras dari tahun ke tahun
|
0.15
|
4
|
0.60
|
|
2. Tersedianya
bahan baku lokal
|
0.15
|
3
|
0,45
|
|
3. Perkembangan
teknologi informasi
|
0.05
|
3
|
0.15
|
|
4. Perluasan
wilayah promosi
|
0.10
|
3
|
0.30
|
|
5. Arus
transportasi yang lancar
|
0.05
|
3
|
0.15
|
|
Ancaman
|
|
|
|
|
6. Perusahaan
pesaing
|
0.15
|
2
|
0.30
|
|
7. Nilai tukar Dollar terhadap rupiah
|
0,15
|
2
|
0.30
|
|
8. Iklim usaha
yang cepat berubah
|
0.10
|
2
|
0.20
|
|
9. Gencarnya
promosi oleh pesaing
|
0.05
|
3
|
0.15
|
|
10. Penetapan
harga rendah pesaing
|
0.05
|
2
|
0.10
|
|
To t a l
|
1.00
|
|
2,70
|
Data pada tabel 4 memperlihatkan terdapat 5 peluang dan 5 ancaman yang dihadapi oleh
PT. JCI Cabang Makassar yang disusun berdasarkan bobot sangat penting hingga
tidak penting dampak peluang dan ancaman yang diberikan terhadap strategi
pemasaran perusahaan. Data memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki peluang
yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang akan dihadapi.
Peluang diberikan rating dengan skala terbesar 4 hingga
skala terkecil 1 dan setiap ancaman diberikan rating 1 hingga 4 didasarkan pada
kondisi perusahaan. Hasil perkalian antara bobot dengan rating merupakan skor
bagi setiap faktor peluang dan ancaman. Total nilai skor peluang dan ancaman
adalah 2,70. Nilai skor ini diperlukan untuk matrik internal eksternal posisi
perusahaan dalam memasarkan pakan ayam
ras.
Nilai IFAS dan nilai EFAS perusahaan pada matrik Internal
Eksternal dapat diketahui pada matrik V (2.90 – 2,70)
Tabel. Matrik
Internal Eksternal Posisi Perusahaan (IFAS, EFAS)
|
Total Skor Faktor Strategi Internal
|
||||
|
Total
Skor/Nilai Strategi
Ekternal
|
|
Tinggi
(4 – 3)
|
Rata-rata
(3 – 2)
|
Rendah
(2 – 1)
|
|
Tinggi
(4 – 3)
|
1
Pertumbuhan
|
2
Pertumbuhan
|
3
Penciutan
|
|
|
Sedang
(3 – 2)
|
4
Stabilitas
|
5
Pertumbuhan
Stabilitas
|
6
Penciutan
|
|
|
Rendah
(2 – 1)
|
7
Pertumbuhan
|
8
Pertumbuhan
|
9
Likuidasi
|
|
Posisi matrik memiliki strategi yang berbeda sebagai
berikut :
Posisi 1 = Strategi konsentrasi melalui integrasi
vertikal
Posisi 2 = Strategi konsentrasi melalui integrasi
horisontal
Posisi 3 = Strategi turnaround
Posisi 4 = Strategi stabilitas
Posisi 5 = Strategi konsentrasi melalui integrasi
horisontal/stabilitas
Posisi 6 = Strategi divestasi
Posisi 7 = Strategi diversifikasi konsentrik
Posisi 8 = Strategi diversifikasi konglomerat
Posisi 9 = Strategi likuidasi atau bangkrut
Posisi
perusahaan Perusahaan saat ini
berdasarkan Matrik Internal Eksternal berada pada tingkat rata-rata pada faktor
strategi internal (nilai 2,90) dan tingkat sedang pada faktor strategi
eksternal (nilai 2,70) sehingga strategi yang sesuai untuk ditetapkan adalah
strategi pertumbuhan (growth strategy). Strategi ini didesain untuk mencapai
pertumbuhan, baik dalam penjualan asset, profit, atau kombinasi dari ketiganya.
Cara ini merupakan strategi terpenting apabila kondisi perusahaan berada dalam
pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan
perang harga dalam usaha untuk mencapai critical mass (mendapat profit dari
large-scale production) akan mengalami kekalahan, kecuali jika perusahaan dapat
memfokuskan diri pada pasar tertentu yang menguntungkan.
Perusahaan
dalam tahap mempertahankan pertumbuhan yang cepat selama mungkin dapat
melakukan strategi antara lain dengan meningkatkan kualitas produk, menambah
model ataupun segi produk lainnya, mencari segmen pasar yang baru. Golongan
pembeli lain yang selama ini belum mengetahui, belum berminat, ataupun belum membeli
produk tersebut perlu didorong untuk bersedia membeli. Selalu mencari saluran
distribusi yang baru untuk lebih mempersebar distribusinya. Dengan penambahan
saluran distribusi baru ini pasarnya akan semakin luas. Yang perlu pula adalah
dengan mengadakan periklanan. Dalam hal ini, periklanan yang dilakukan tidak
lagi ditujukan untuk memperkenalkan produknya, tetapi ditujukan untuk
meyakinkan kepada pembeli bahwa produk perusahaan tersebut adalah yang terbaik.
Jadi perusahaan berusaha menciptakan pembelian berulang-ulang kepada pembeli.
Perlu ditambahkan bahwa dalam tahap ini, perusahaan harus mengambil keputusan
tentang kapan harga itu akan diturunkan. Ini dimaksudkan untuk menarik golongan
pembeli yang peka terhadap harga.
Untuk
mendukung strategi pertumbuhan tersebut, maka perusahaan dapat memanfaatkan
situasi pasar yang ada dengan menentukan segmen pasar yang paling potensial
untuk dilayani untuk menjamin peningkatan volume penjualan yang akan
berpengaruh positif terhadap peningkatan profit.
Tabel Analisis SWOT PT.JCI Tbk Unit Makassar
dalam Memasarkan Produk Pakan Ternak
Ayam Ras
INTERNAL
EKSTERNAL
|
STRENGHTS-W
1. Lokasi pabrik dan kantor yang
strategis
2. Kualitas produk bermutu tinggi
3. Harga produk layak bersaing
4. Distribusi yang lancar
5. Ketersediaan jumlah pakan
6. Hubungan yang baik antara
pelanggan dengan perusahaan
|
WEAKNESSES-W
1.Tidak ada
layanan transportasi
2.Kurang gencar promosi
3.Tidak ada penetapan
harga jual resmi kekonsumen
4.Adanya sistem paket
DOC dan pakan
|
|
OPPORTUNITIES-O
1. Peningkatan populasi ternak ayam ras dari tahun ketahun
2.
Ketersediaan bahan baku
lokal
3. Perkembangan
teknologi informasi
4. Perluasan
wilayah promosi
5. Arus
transportasi yang lancar
|
S – O
1. Peningkatan populasi ternak ayam ras merupakan potensi yang besar untuk
lebih meningkatkan penjualan.
2. Dengan tersedianya bahan bakulokal akan memperlancar
produksi sehingga ketersediaan pakan dapat selalu terpenuhi dengan kualitas
dan mutu yang tetap terjaga.
3.Teknologi
informasi digunakan untuk
memperlancar jaringan pemasaran
4. Arus
transportasi yang lancar dan kerjasama yang baik antara pelanggan dengan
perusahaan akan meningkatkan pemasaran.
|
W – O
1. Arus trasportasi yang lancar akan memudahkan pendistribusian produk
pakan
2. Untuk lebih memperluas wilayah pemasaran dan
menambah pelanggan baru, penjualan pakan dapat dilakukan tanpa adanya
pembelian DOC
3. Pemanfaatan teknologi informasi
sebagai upaya peningkatan pemasaran dan perluasan wilayah promosi
|
|
THREATS-T
1. Pesaing baru
2. Tingkat stabilitas ekonomi yang masih rendah
3. Gencarnya promosi oleh pesaing
4. Iklim usaha yang cepat berubah
5. Penetapan harga yang rendah oleh pesaing
|
S – T
1. Meningkatkan promosi pemasaran kewilayah pasar yang
lama atau wilayah yang baru
2. Meningkatkan pelayanan dan menyesuaikan harga produk
dengan harga jual pesaing
3. Memperhatikan kondisi ekonomi untuk mengantisipasi
perubahan iklim usaha
4. Penguatan hubungan dengan para agen agar kegiatan
pemasaran tetap berlangsung
|
W – T
1. Menerapkan metode promosi yang lebih selektif dan proaktif
2. Reanalisis keadaan ekonomi
setiap saat
3. Peningkatan pelayanan dan
manajemen guna memenangkan persaingan untuk menjaga kepercayaan dan
meningkatkan loyalitas pelanggan.
|
3.
Suatu kerangka berpikir mengenai “Firm”s
personality” yang dikembangkan oleh Peter & Waterman dalam perusahaan
Mc Kinsey terdiri dari 7 unsur yang terkenal dengan sebutan “7’s framework”. Sebutkan 7’s tersebut
dan jelaskan dengan menggunakan gambar atau skema! (nilai 10 poin)
JAWABAN

Pendekatan ini untuk mengetahui dan mengevaluasi 7 variabel organisasi yaitu :
1) Structure (Struktur )
2) Strategy (strategi)
3) Staff (staf)
4) Style management (gaya manajemen)
5) Systems and prosedures (sistem dan prosedur)
6) Skill (keahlian)
7) Shared value (Budaya perusahaan )

|
Strategi
|
A set of actions that you start
with and must maintain Seperangkat tindakan yang Anda mulai dengan dan harus
mempertahankan
|
|
Structure Struktur
|
How people and tasks / work are
organised Bagaimana orang-orang dan tugas / pekerjaan diatur
|
|
Systems Sistem
|
All the processes and information
flows that link the organisation together Semua proses dan arus informasi
yang menghubungkan organisasi bersama-sama
|
|
Style Gaya
|
How managers behave Bagaimana
manajer berperilaku
|
|
Staff Staf
|
How you develop managers (current
and future) Bagaimana Anda mengembangkan manajer (saat ini dan masa depan)
|
|
Superordinate
Goals Superordinat Tujuan
|
Longer-term vision, and all that
values stuff, that shapes the destiny of the organisation Visi jangka
panjang, dan semua hal nilai-nilai, yang membentuk nasib organisasi
|
|
Skills Keterampilan
|
Dominant attributes or
capabilities that exist in the organisation Dominan atribut atau kemampuan
yang ada dalam organisasi
|
There's
a lot more to the 7S framework of course, especially how you apply it in
practice. Ada lebih banyak untuk kerangka 7s tentu saja, terutama bagaimana
Anda menerapkannya dalam praktek. It may appear as an outmoded concept in
today's environment of "constant change and learning", but the basic
principle that you've got to watch a lot of factors all the time as you
implement any strategy still applies. Ini mungkin tampak sebagai konsep yang
kuno dalam lingkungan hari ini "perubahan konstan dan" belajar,
tetapi prinsip dasar yang harus menonton banyak faktor sepanjang waktu ketika
Anda menerapkan strategi apa pun masih berlaku. Just don't let the apparent
rigidity of the framework make you heavy on your feet. Tapi jangan biarkan
kekakuan jelas kerangka membuat Anda berat pada kaki Anda.
For
more about strategy and strategic management in general, look out " Strategic
Management " by Dess & Miller (McGraw Hill 1993). Untuk lebih
lanjut tentang strategi dan manajemen strategis pada umumnya, melihat keluar
" Manajemen
Strategis "oleh Dessa & Miller (McGraw Hill 1993). It's not
a bedtime read, but is a useful reference work of ideas and case studies.
If you want more on the 7S model, read Richard Pascale's subsequent " Managing on
the Edge " (1990). Ini bukan tidur membaca, tetapi adalah
sebuah karya referensi yang berguna gagasan dan studi kasus,. Jika Anda ingin
lebih lanjut tentang 7s model membaca Richard Pascale's berikutnya " Mengelola pada
Edge "(1990)
4. Berikanlah penjelasan tentang keterkaitan
antara strategi bisnis dengan strategi sumberdaya manusia. Berdasarkan
keterkaitan tersebut, apa yang harus dilakukan oleh manajer sumber daya manusia
dan manajer lini lainnya agar dapat menterjemahkan strategi tersebut ke dalam
bentuk strategi SDM? (nilai 20 poin)
JAWABAN:
Strategi SDM hendaknya
tergambar bentuk dan jenis langkah yang akan diambil pada tingkat manajemen
operasional berdasarkan strategi utama yang menyangkut MSDM serta telah ditetapkan pada tingkat
manajemen yang lebih tinggi. Seluruh kegiatan MSDM berkisar pada pengadaan,
penggunaan, pemeliharaan SDM sedemikian rupa sehingga mendukung penampilan
kinerja organisasi yang memuaskan.
MSDM
didefenisikan sebagai perencanan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan
atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan
pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi
perusahaan secara terpadu.
Tugas
MSDM terdiri atas tiga fungsi, yaitu:
1) Fungsi manajerial
Yakni perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian
2) Fungsi operasional
Yakni pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pemutusan hubangan kerja
3) Kedudukan MSDM dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu
5. Michael E. Porter menjelaskan lima
kekuatan bersaing yang perlu diperhatikan
oleh sebuah perusahaan agar tetap bertahan hidup dalam lingkungan
industri. Pada tingkat persaingan yang makin tajam. Kelima kekuatan itu, Yaitu: industry
competitors, potential entrants, threat of
substitute products or services; bargaining power of suppliers; and
bargaining power of buyers.
Kasus:
PT. Indotim swalayan
sebagai salah satu pemain awal pasar swalayan di Kota Makassar, akhir-akhir ini
menghadapi ancaman masuknya pendatang baru usaha ritel skala besar, misalnya,
Diamond Supermarket, Makassar Trad
Center (Karebosi), Matahari Market place (Tanjung bunga), Alfa Toko
Rabat di jalan Urip Sumuharjo dan lain-lain pendatang baru yang siap terjen ke
bisnis ritel skala besar di Makassar.
Selaku general
manager PT. Indotim swalayan Saudara diminta untuk menganalisis factor-faktor
penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri ritel/swalayan skala besar di kota Makassar untuk mempertahankan
pangsa pasar perusahaan yang telah dimiliki saat ini. Jelaskan secara rinci 7
faktor hambatan masuk ke dalam industri yang mungkin bagi perusahaan yang anda
pilih untuk menghambat pendatang baru masuk ke dalam industri-industri
ritel/swalayan di Makassar. (total
nilai 20 poin)
JAWABAN:

Faktor-faktor penghambat
pendatang baru untuk masuk ke dalam industri ritel/swalan di kota Makassar ada
7(tujuh) faktor, yaitu:
(1)
Skala
ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka
akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang tinggi, padahal perusahaan
yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses
produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi
lebih rendah.
(2)
Diferensiasi
produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini
memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut
para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/uatam. Usaha besar itu,
misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis yang baik. Pada
tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan
menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
(3)
Kecukupan
modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan
hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri yang
memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
(4)
Biaya
peralihan
Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya peralihan
pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari
produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
(5)
Akses
ke saluran distribusi
Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk.
(6)
Ketidakunggulan
biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah
ada sulit ditiru oleh pendatang baru.
(7)
Peraturan
pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang
mengatur bidang-bidang tertentu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar