JAWABLAH SEMUA SOAL DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS
JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR SOAL.
DALAM MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP SOAL (TOTAL
NILAI ADALAH 100 POIN)
1. Michael E. Porter menjelaskan lima kekuatan bersaing
yang perlu diperhatikan oleh sebuah
perusahaan agar tetap bertahan hidup dalam lingkungan industri. Pada tingkat
persaingan yang makin tajam. Kelima
kekuatan itu, Yaitu: industry competitors, potential entrants, threat of substitute products or services; bargaining
power of suppliers; and bargaining power
of buyers.
Kasus:
PT.
Indotim swalayan sebagai salah satu pemain awal pasar swalayan di Kota
Makassar, akhir-akhir ini menghadapi ancaman masuknya pendatang baru usaha
ritel skala besar, misalnya, Diamond Supermarket, Makassar Trad Center (Karebosi), Matahari Market place
(Tanjung bunga), Alfa Toko Rabat di jalan Urip Sumuharjo dan lain-lain
pendatang baru yang siap terjun ke bisnis
ritel skala besar di Makassar.
Selaku
general manager PT. Indotim swalayan saudara diminta untuk menganalisis
factor-faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri ritel/swalayan skala besar di kota Makassar untuk mempertahankan
pangsa pasar perusahaan yang telah dimiliki saat ini. Jelaskan secara rinci 7
faktor hambatan masuk ke dalam industri yang mungkin bagi perusahaan
yang anda pilih untuk menghambat pendatang baru masuk ke dalam
industri-industri ritel/swalayan di Makassar. (total poin 40).
JAWAB :
TEORI
ANALISIS STRUKTUR KEKUATAN PERSAINGAN COMPETITIVE
STRATEGY dari MICHAEL E.PORTER : Five Forces Model (Porter, 1985)

a.
Ancaman
masuk pendatang baru
Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke
dalam suatu industri yang sering disebut hambatan masuk. Faktor-faktor hambatan
masuk yang dimaksud adalah:
Ø Skala
ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka
akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang tinggi, padahal perusahaan
yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses
produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi
lebih rendah.
- Dilihat
dari posisi Indotim
dari
skala ekonomi, indotim masih berproduksi dalam skala kecil sehingga biaya per
unitnya cenderung lebih tinggi.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Rata-rata
pesaing yang masuk adalah para pesaing yang sudah siap dari segi skala ekonomi dengan
kata lain mempunyai skala ekonomi yang cukup besar. Hal ini tercermin dalam
kasus bahwa pendatang baru siap bersaing dalam bisnis ritel yang besar. Jadi meskipun skala ekonomi merupakan problem
terbesar dalam memasuki sebuah pasar yang menyebabkan ancaman pendatang baru
dari faktor ini kecil, namun hal
ini bukan merupakan problem berarti bagi
perusahaan pesaing untuk masuk ke pasar.
- Oleh
karena itu hal ini tidak mungkin dipilih sebagai penghambat masuknya pendatang
baru oleh Indotim, mengingat pesaing
memiliki skala usaha yang cukup besar. sehingga mereka dapat berproduksi dalam
skala besar sehingga menyebabkan biaya per unitnya menjadi lebih rendah.
Otomatis harga per unit barang juga menjadi lebih rendah, dan ini akan menyulitkan PT. Indotim
untuk leluasa bersaing.
Ø Diferensiasi
produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini
memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut
para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/utama. Usaha besar itu,
misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis yang baik. Pada
tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan
menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
- Dilihat
dari posisi Indotim
Indotim
sebagai usaha ritel pertama telah banyak memiliki konsumen loyal dan brand
image yang melekat di masyarakat sul-sel. Hal ini memberikan keuntungan
tersendiri bagi indotim karena mengurangi pengeluaran biaya pengiklanan.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Rata-rata
pesaing yang masuk adalah para pesaing memiliki modal yang besar sehingga,
Pesaing mampu melakukan diferensiasi meskipun biayanya meskipun untuk awal sangat mahal, namun hal
ini telah di pertimbangkan sebelumnya oleh perusahaan. Disamping itu bisnis
ritel ini juga dapat dengan mudah memperoleh pangsa pasar karena kecenderungan
masyarakat untuk melakukan pembelanjaan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah lokasi atau akses,
ketersediaan produk, service, dll.
konsumen akan berbelanja pada swalayan
yang terdekat aksesnya.
- Oleh
karena itu hal ini tidak mungkin dipilih sebagai
penghambat masuknya pendatang baru oleh Indotim, mengingat pesaing memiliki modal yang cukup
besar. sehingga mereka dapat melakukan diferensiasi.
Ø Kecukupan
modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan
hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri yang
memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Pesaing
yang masuk adalah para pesaing memiliki modal yang besar arus kas keluar untuk
membiaya operasional mampu untuk di back up oleh perusahaan pesaing.
Ø Biaya peralihan
Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya peralihan
pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari
produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
- Dilihat
dari posisi Indotim
Indotim dalam hal ini masih bisa bermain harga atau
dengan kata lain menetapkan harga di bawah dari harga pesaing, jika pemasok
yang dijadikan mitranya memberikan harga miring.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Biasanya
pendatang baru masih hares menyesuaikan dan belajar mengenai lingkungan
bisnisnya anta lain pemasok.
- Oleh
karena itu Indotim masih bisa bersaing jika dalam
biaya peralihan.
Ø Akses ke saluran distribusi Jalur distribusi sangat
menentukan penyebaran produk.
- Dilihat
dari posisi Indotim
Indotim
sebagai usaha ritel pertama telah banyak memiliki konsumen loyal Disamping itu
telah banyak melakukan kerjasama dengan pelanggan. Hal ini bisa memperlancar akses distribusi.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Sasaran
dari pesaing pendatang baru adalah
keseluruhan pangsa pasar.
Ø Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah
ada sulit ditiru oleh pendatang baru.
- Dilihat
dari posisi Indotim
Indotim
mempunyai arus cash yang stabil.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Pesaing
baru masih harus belajar menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.
- Oleh
karena itu hal ini bisa digunakan sebagai
kekuatan bagi Indotim, namun tidak bisa bertahan lama, karena pesaing terus
belajar.
Ø Peraturan pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang
mengatur bidang-bidang tertentu.
- Dilihat
dari posisi Indotim
Selama
ini peraturan pemerintah tidak menghambat.
- Dilihat
dari posisi para pesaing.
Pesaing
masih harus menyesuaikan.
- Oleh
karena itu hal ini juga merupakan kekuatan bagi
Indotim.
- Persaingan
sesama perusahaan dalam industri
Menurut Porter, tingkat persaingan itu dipengaruhi beberapa
faktor, yaitu:
Ø Jumlah kompetitor
Ø Tingkat pertumbuhan industri
Ø Karakteristik produk
Ø Biaya tetap yang besar
Ø Kapasitas
Ø Hambatan keluar
- Ancaman
dari produk pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri
tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya
berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman
produk substitusi kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost
yang sedikit dan jika produk substitusi itu mempunyai harga yang lebih murah
atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.
- Kekuatan
tawar-menawar pembeli (Buyers)
Para pembeli, dengan kekuatan yang mereka miliki, mampu
mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan
servis serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Dengan demikian, beberapa
kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehungan dengan adanya kekuatan ini
antara lain, adalah:
Ø Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan
Ø Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
Ø Switching cost pemasok adalah kecil
Ø Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah,
sehingga sensitif terhadap harga dan diferensiasi servis.
Ø Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli,
sehingga pembeli dengan mudah mencari substitusinya.
- Kekuatan
tawar-menawar pemasok (Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka
menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau servis. Pemasok menjadi
kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:
Ø Jumlah pemasok sedikit
Ø Produk/servis yang ada adalah unik dan mampu menciptakan
switching cost yang besar.
Ø Tidak tersedia produk substitusi
Ø Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah
produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.
2. Setelah
membaca dengan cermat case: “Smoking and Health an Industry Under Siege,”
Saudara diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan:CATATAN KASUS TERLAMPIR
a. Jabarkan
pandangan saudara tentang kontraversi yang terjadi antara mengembangkan
industri rokok di satu sisi dan mengajak pengusaha untuk mempromosikan rokok
secara bijak. (20 poin).
JAWAB
:
Industri
rokok mampu menyerap tenaga kerja yang besar mencapai 659.000 orang pada tahun
2007. Selain itu, hal positif yang lain adalah industri rokok merupakan
penyumbang cukai terbesar dalam penerimaan cukai pemerintahan yang besar
kontribusinya bisa mencapai sekitar 97 persen yaitu sebesar 43,54 triliun
rupiah pada tahun 2007. Disamping itu
Penyerapan tenaga kerja yang besar serta berkontribusi secara besar
terhadap penerimaan cukai Indonesia merupakan hal yang positif dari
berkembangnya industri rokok, tetapi rokok itu sendiri tidak baik bagi
kesehatan karena rokok memiliki kandungan zat nikotin, tar serta barang-barang
beracun lainnya. Melihat akan bahaya rokok, pemerintah Indonesia mengeluarkan
Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2003 (PP No.19 Tahun 2003) tentang Pengamanan
Rokok bagi Kesehatan.
Dalam ilmu ekonomi, dikenal
istilah kebebasan konsumen berbelanja. Artinya bahwa konsumen memiliki
kekuasaan membuat keputusan terbaik tentang bagaimana ia membelanjakan uang
yang dimiliki. Pengertian tersebut didasarkan pada dua asumsi. Pertama, bahwa
konsumen mengambil keputusan untuk membelanjakan uangnya berdasarkan pada
pengetahuan yang penuh atas biaya yang dikeluarkan dan manfaat dari barang
dan/atau jasa yang diambilnya. Asumsi kedua bahwa atas keputusan tindakan atau
konsumsi mereka, setiap konsumen akan menanggung sendiri semua risikonya;
artinya orang lain tidak akan menanggung beban atas tindakan konsumen tersebut
(eksternalitas negatif). Namun konsumsi produk-produk tembakau telah
mengabaikan terhadap prinsip ekonomi serta melanggar kaidah kedua asumsi
tersebut.
Perusahaan dalam hal
ini tidak memberikan informasi lebih
jelas mengenai produk yang dihasilkan. Informasi memadai yang menjadikan
konsumen mengetahui dan dapat menentukan pilihan sendiri membutuhkan penerangan
yang akurat. Namun, bahaya kesehatan terkait dengan konsumsi tembakau pada
umunya amat kurang dimengerti dan tidak terinformasi dengan baik. Terkait
dengan hal itu, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,
dalam pasal 4 mengisyaratkan tentang pentingnya informasi tersebut.
Mayoritas masyarakat
Indonesia mulai dari anak, remaja sampai orang tua, berulang kali dapat membaca
tulisan peringatan kesehatan yang tertera pada bungkus rokok yang berbunyi “ merokok dapat menyebabkan kanker, serangan
jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Namun mereka tidak
mendapatkan informasi yang jelas bahwa pengaruh kesehatan tersebut tidak
didapat secara langsung. Mereka berpendapat bahwa mengonsumsi rokok pada saat
ini, satu hingga dua bungkus perhari tidaklah berbahaya bagi kesehatan. Hal ini
kurang informatif, mengingat dampak buruk akibat merokok tidak didapat secara
langsung.
Substansi
keberadaan Prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi Perusahaan adalah dalam rangka memperkuat kemampuan
perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder
yang terkait dengannya, baik lokal, nasioal, maupun global. Di dalam
pengimplementasiaannya, diharapakan agar unsur-unsur perusahaan, pemerintah dan
masyarakat saling berinteraksi dan mendukung, agar semuanya dapat diwujudkan
secara komprehensif, sehingga dalam pengambilan keputusan, menjalankan
keputusan, dan pertanggungjawabannya dapat dilaksanakan bersama
b. Apabila
saudara ditempatkan sebagai komisi etika bisnis, bagaimana saudara harus
menjabarkan strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan konsep “Boston
Consulting Group” di mana industri rokok masih selalu berada pada posisi cash
cows.
(20 poin).
JAWAB
TEORI : Matrik BCG

Cash Cow - sebuah unit bisnis yang memiliki
pangsa pasar besar dalam industri yang matang dan berkembang lambat. Cash Cow
ini memerlukan sedikit investasi dan menghasilkan kas yang dapat digunakan
untuk berinvestasi dalam unit bisnis lainnya.
Star - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa
pasar besar dalam industri yang berkembang pesat. Bintang dapat menghasilkan
uang, tetapi karena pasar ini berkembang pesat, mereka membutuhkan investasi
untuk mempertahankan pasar mereka. Jika berhasil, seorang Star akan menjadi
Cash Cow ketika industri menjadi matang.
Question Mark (or Problem Child) - sebuah unit
bisnis yang memiliki pangsa pasar kecil di pasar dengan pertumbuhan tinggi.
Unit bisnis ini membutuhkan sumber daya untuk mengembangkan pangsa pasar, tapi
apakah mereka akan berhasil dan menjadi Star tidak diketahui.
Dog - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa
pasar kecil dalam industri yang sudah matang. Dog mungkin tidak memerlukan uang
tunai, namun ikatan modal yang bisa lebih baik dikerahkan di tempat lain. Jika
Dog tidak memiliki tujuan strategis lainnya, maka harus dilikuidasi jika ada
prospek untuk memperoleh pangsa pasar.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri,
pengembangan tanggung jawab sosial, menciptakan persaingan yang sehat,
menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri,
menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang
berkelanjutan, mampu mengatakan yang benar itu benar.
Saat ini posisi perusahaan secara
teori dalam konsep Bonston Consulting Group berada pada area cash cows artinya sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar
besar dalam industri yang matang dan berkembang lambat. Cash Cow ini memerlukan sedikit investasi dan
menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk berinvestasi dalam unit bisnis
lainnya.
Pengembangan pasar -
perusahaan berupaya dengan menargetkan pertumbuhan produk-produk yang sudah ada
ke segmen pasar baru. Pilihan pengembangan pasar termasuk
mengejar segmen pasar tambahan atau wilayah geografis. Pengembangan pasar baru
untuk produk tersebut mungkin merupakan strategi yang baik jika kompetensi
dasar – core competence perusahaan lebih terkait dengan produk tertentu
daripada pengalamannya dengan segmen pasar tertentu. Karena perusahaan
melakukan ekspansi ke pasar baru, strategi pengembangan pasar biasanya memiliki
resiko lebih besar daripada strategi penetrasi pasar.
Sebuah strategi
pengembangan produk mungkin sesuai jika kekuatan perusahaan yang terkait dengan
pelanggan tertentu daripada produk tertentu itu sendiri. Dalam situasi ini,
mereka dapat memanfaatkan kekuatan dengan mengembangkan produk baru yang
ditargetkan untuk para pelanggan yang sudah ada. Jika perusahaan bertahan untuk
memproduksi rokok maka perusahaan dapat membuat produk baru yang lebih ramah
atau dengan kata lain mengurangi kandungan zat berbahaya atau menggantinya
dengan zat-zat yang lebih kecil tingkat resikonya terhadap kesehatan konsumen
dan sekitarnya contohnya membuat rokok menthol yang kandungan zat-zatnya lebih
ringan. Karena untuk keluar dari industry ini tidak mungkin. Dengan alasan selama
ini, SBU yang lain disuplay oleh bisnis ini.
c. Bagaimana
pola perumusan strategi pengembangan industri rokok yang dapat diterima oleh
masyarakat Indonesia yang sebagai salah satu industri yang banyak menyerap
tenaga kerja. Jabarkan pola tersebut menurut pendapat saudara dengan berpedoman
pada prinsip strategi Porter. (20 poin)
JAWAB
TEORI
:

Kekuatan
industri rokok ini bisa kukuh dan mengakar karena ditopang oleh kekuatan
sendiri, kekuatan dalam negeri. mulai tembakau, cengkih, dan kertas
pembungkusnya semuanya hasil dari sumber daya alam Indonesia. Lalu, pasarnya
juga kukuh karena juga pasar dalam negeri yang begitu besar.
Industri
rokok mampu menyerap tenaga kerja yang besar mencapai 659.000 orang pada tahun
2007. Selain itu, hal positif yang lain adalah industri rokok merupakan
penyumbang cukai terbesar dalam penerimaan cukai pemerintahan yang besar
kontribusinya bisa mencapai sekitar 97 persen yaitu sebesar 43,54 triliun
rupiah pada tahun 2007. Disamping itu
Penyerapan tenaga kerja yang besar serta berkontribusi secara besar terhadap
penerimaan cukai Indonesia merupakan hal yang positif dari berkembangnya
industri rokok, tetapi rokok itu sendiri tidak baik bagi kesehatan karena rokok
memiliki kandungan zat nikotin, tar serta barang-barang beracun lainnya.
Melihat akan bahaya rokok, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan
Pemerintah No.19 Tahun 2003 (PP No.19 Tahun 2003) tentang Pengamanan Rokok bagi
Kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar