Kamis, 12 November 2015

MANAJEMEN STRATEGI-1

JAWABLAH SEMUA SOAL DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR SOAL. DALAM MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP  SOAL (TOTAL  NILAI ADALAH 100 POIN)

1. Michael E. Porter menjelaskan lima kekuatan bersaing yang perlu diperhatikan  oleh sebuah perusahaan agar tetap bertahan hidup dalam lingkungan industri. Pada tingkat persaingan yang makin tajam.  Kelima kekuatan itu, Yaitu: industry competitors, potential entrants, threat of  substitute products or services; bargaining power of suppliers; and bargaining power  of buyers.
 Kasus:
 PT. Indotim swalayan sebagai salah satu pemain awal pasar swalayan di Kota Makassar, akhir-akhir ini menghadapi ancaman masuknya pendatang baru usaha ritel skala besar, misalnya, Diamond Supermarket, Makassar Trad  Center (Karebosi), Matahari Market place (Tanjung bunga), Alfa Toko Rabat di jalan Urip Sumuharjo dan lain-lain pendatang baru yang siap terjun ke bisnis ritel skala besar di Makassar.
 Selaku general manager PT. Indotim swalayan saudara diminta untuk menganalisis factor-faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri  ritel/swalayan skala  besar di kota Makassar untuk mempertahankan pangsa pasar perusahaan yang telah dimiliki saat ini. Jelaskan secara rinci 7 faktor hambatan masuk ke dalam industri yang mungkin bagi perusahaan yang anda pilih untuk menghambat pendatang baru masuk ke dalam industri-industri ritel/swalayan di Makassar. (total poin 40).
JAWAB : 
TEORI
ANALISIS STRUKTUR KEKUATAN PERSAINGAN COMPETITIVE STRATEGY dari MICHAEL E.PORTER : Five Forces Model (Porter, 1985)

3-4

a.    Ancaman masuk pendatang baru
Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut hambatan masuk. Faktor-faktor hambatan masuk yang dimaksud adalah:
Ø  Skala ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang tinggi, padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih rendah.

-     Dilihat dari posisi Indotim
dari skala ekonomi, indotim masih berproduksi dalam skala kecil sehingga biaya per unitnya cenderung lebih tinggi.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Rata-rata pesaing yang masuk adalah para pesaing yang sudah siap dari segi skala ekonomi dengan kata lain mempunyai skala ekonomi yang cukup besar. Hal ini tercermin dalam kasus bahwa pendatang baru siap bersaing dalam bisnis ritel yang besar.  Jadi meskipun skala ekonomi merupakan problem terbesar dalam memasuki sebuah pasar yang menyebabkan ancaman pendatang baru dari faktor ini kecil,  namun hal ini  bukan merupakan problem berarti bagi perusahaan pesaing untuk masuk ke pasar.  
-     Oleh karena itu hal ini tidak mungkin dipilih sebagai penghambat masuknya pendatang baru oleh Indotim,  mengingat pesaing memiliki skala usaha yang cukup besar. sehingga mereka dapat berproduksi dalam skala besar sehingga menyebabkan biaya per unitnya menjadi lebih rendah. Otomatis harga per unit barang juga menjadi lebih  rendah, dan ini akan menyulitkan PT. Indotim untuk leluasa bersaing.

Ø  Diferensiasi produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/utama. Usaha besar itu, misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis yang baik. Pada tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.

-     Dilihat dari posisi Indotim
Indotim sebagai usaha ritel pertama telah banyak memiliki konsumen loyal dan brand image yang melekat di masyarakat sul-sel. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi indotim karena mengurangi pengeluaran biaya pengiklanan.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Rata-rata pesaing yang masuk adalah para pesaing memiliki modal yang besar sehingga, Pesaing mampu melakukan diferensiasi meskipun biayanya  meskipun untuk awal sangat mahal, namun hal ini telah di pertimbangkan sebelumnya oleh perusahaan. Disamping itu bisnis ritel ini juga dapat dengan mudah memperoleh pangsa pasar karena kecenderungan masyarakat untuk melakukan pembelanjaan dipengaruhi oleh banyak faktor  diantaranya adalah lokasi atau akses, ketersediaan produk, service, dll.  konsumen akan berbelanja pada swalayan  yang terdekat aksesnya.  
-     Oleh karena itu hal ini tidak mungkin dipilih sebagai penghambat masuknya pendatang baru oleh Indotim,  mengingat pesaing memiliki modal yang cukup besar. sehingga mereka dapat melakukan diferensiasi.

Ø  Kecukupan modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri yang memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.

-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Pesaing yang masuk adalah para pesaing memiliki modal yang besar arus kas keluar untuk membiaya operasional mampu untuk di back up oleh perusahaan pesaing.

Ø       Biaya peralihan
Hambatan masuk akan tercipta dengan adanya peralihan pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.

-     Dilihat dari posisi Indotim
Indotim  dalam hal ini masih bisa bermain harga atau dengan kata lain menetapkan harga di bawah dari harga pesaing, jika pemasok yang dijadikan mitranya memberikan harga miring.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Biasanya pendatang baru masih hares menyesuaikan dan belajar mengenai lingkungan bisnisnya anta lain pemasok.  
-     Oleh karena itu Indotim masih bisa bersaing jika dalam biaya peralihan.

Ø  Akses ke saluran distribusi Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk.

-     Dilihat dari posisi Indotim
Indotim sebagai usaha ritel pertama telah banyak memiliki konsumen loyal Disamping itu telah banyak melakukan kerjasama dengan pelanggan.  Hal ini bisa memperlancar akses distribusi.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Sasaran dari pesaing  pendatang baru adalah keseluruhan pangsa pasar.  

Ø  Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah ada sulit ditiru oleh pendatang baru.

-     Dilihat dari posisi Indotim
Indotim mempunyai arus cash yang stabil.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Pesaing baru masih harus belajar menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.  
-     Oleh karena itu hal ini bisa digunakan sebagai kekuatan bagi Indotim, namun tidak bisa bertahan lama, karena pesaing terus belajar.

Ø  Peraturan pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu.
-       Dilihat dari posisi Indotim
Selama ini peraturan pemerintah tidak menghambat.
-     Dilihat dari posisi para pesaing.
Pesaing masih harus menyesuaikan.  
-     Oleh karena itu hal ini juga merupakan kekuatan bagi Indotim.

  1. Persaingan sesama perusahaan dalam industri
Menurut Porter, tingkat persaingan itu dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:
Ø  Jumlah kompetitor
Ø  Tingkat pertumbuhan industri
Ø  Karakteristik produk
Ø  Biaya tetap yang besar
Ø  Kapasitas
Ø  Hambatan keluar

  1. Ancaman dari produk pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk substitusi kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost yang sedikit dan jika produk substitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.

  1. Kekuatan tawar-menawar pembeli (Buyers)
Para pembeli, dengan kekuatan yang mereka miliki, mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan servis serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Dengan demikian, beberapa kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehungan dengan adanya kekuatan ini antara lain, adalah:
Ø  Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan
Ø  Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
Ø  Switching cost pemasok adalah kecil
Ø  Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitif terhadap harga dan diferensiasi servis.
Ø  Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli dengan mudah mencari substitusinya.

  1. Kekuatan tawar-menawar pemasok (Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau servis. Pemasok menjadi kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:
Ø  Jumlah pemasok sedikit
Ø  Produk/servis yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang besar.
Ø  Tidak tersedia produk substitusi
Ø  Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.






2.    Setelah membaca dengan cermat case: “Smoking and Health an Industry Under Siege,” Saudara diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan:CATATAN KASUS TERLAMPIR
a.  Jabarkan pandangan saudara tentang kontraversi yang terjadi antara mengembangkan industri rokok di satu sisi dan mengajak pengusaha untuk mempromosikan rokok secara bijak. (20 poin).
JAWAB :
Industri rokok mampu menyerap tenaga kerja yang besar mencapai 659.000 orang pada tahun 2007. Selain itu, hal positif yang lain adalah industri rokok merupakan penyumbang cukai terbesar dalam penerimaan cukai pemerintahan yang besar kontribusinya bisa mencapai sekitar 97 persen yaitu sebesar 43,54 triliun rupiah pada tahun 2007. Disamping itu  Penyerapan tenaga kerja yang besar serta berkontribusi secara besar terhadap penerimaan cukai Indonesia merupakan hal yang positif dari berkembangnya industri rokok, tetapi rokok itu sendiri tidak baik bagi kesehatan karena rokok memiliki kandungan zat nikotin, tar serta barang-barang beracun lainnya. Melihat akan bahaya rokok, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2003 (PP No.19 Tahun 2003) tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan.
Dalam ilmu ekonomi, dikenal istilah kebebasan konsumen berbelanja. Artinya bahwa konsumen memiliki kekuasaan membuat keputusan terbaik tentang bagaimana ia membelanjakan uang yang dimiliki. Pengertian tersebut didasarkan pada dua asumsi. Pertama, bahwa konsumen mengambil keputusan untuk membelanjakan uangnya berdasarkan pada pengetahuan yang penuh atas biaya yang dikeluarkan dan manfaat dari barang dan/atau jasa yang diambilnya. Asumsi kedua bahwa atas keputusan tindakan atau konsumsi mereka, setiap konsumen akan menanggung sendiri semua risikonya; artinya orang lain tidak akan menanggung beban atas tindakan konsumen tersebut (eksternalitas negatif). Namun konsumsi produk-produk tembakau telah mengabaikan terhadap prinsip ekonomi serta melanggar kaidah kedua asumsi tersebut.
Perusahaan dalam hal ini  tidak memberikan informasi lebih jelas mengenai produk yang dihasilkan. Informasi memadai yang menjadikan konsumen mengetahui dan dapat menentukan pilihan sendiri membutuhkan penerangan yang akurat. Namun, bahaya kesehatan terkait dengan konsumsi tembakau pada umunya amat kurang dimengerti dan tidak terinformasi dengan baik. Terkait dengan hal itu, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dalam pasal 4 mengisyaratkan tentang pentingnya informasi tersebut.
Mayoritas masyarakat Indonesia mulai dari anak, remaja sampai orang tua, berulang kali dapat membaca tulisan peringatan kesehatan yang tertera pada bungkus rokok yang berbunyi “ merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Namun mereka tidak mendapatkan informasi yang jelas bahwa pengaruh kesehatan tersebut tidak didapat secara langsung. Mereka berpendapat bahwa mengonsumsi rokok pada saat ini, satu hingga dua bungkus perhari tidaklah berbahaya bagi kesehatan. Hal ini kurang informatif, mengingat dampak buruk akibat merokok tidak didapat secara langsung.
Substansi keberadaan Prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi Perusahaan  adalah dalam rangka memperkuat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder yang terkait dengannya, baik lokal, nasioal, maupun global. Di dalam pengimplementasiaannya, diharapakan agar unsur-unsur perusahaan, pemerintah dan masyarakat saling berinteraksi dan mendukung, agar semuanya dapat diwujudkan secara komprehensif, sehingga dalam pengambilan keputusan, menjalankan keputusan, dan pertanggungjawabannya dapat dilaksanakan bersama
b.  Apabila saudara ditempatkan sebagai komisi etika bisnis, bagaimana saudara harus menjabarkan strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan konsep “Boston Consulting Group” di mana industri rokok masih selalu berada pada posisi cash cows. (20 poin).
JAWAB
            TEORI : Matrik BCG
Cash Cow - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar besar dalam industri yang matang dan berkembang lambat. Cash Cow ini memerlukan sedikit investasi dan menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk berinvestasi dalam unit bisnis lainnya.
Star - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar besar dalam industri yang berkembang pesat. Bintang dapat menghasilkan uang, tetapi karena pasar ini berkembang pesat, mereka membutuhkan investasi untuk mempertahankan pasar mereka. Jika berhasil, seorang Star akan menjadi Cash Cow ketika industri menjadi matang.
Question Mark (or Problem Child) - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar kecil di pasar dengan pertumbuhan tinggi. Unit bisnis ini membutuhkan sumber daya untuk mengembangkan pangsa pasar, tapi apakah mereka akan berhasil dan menjadi Star tidak diketahui.
Dog - sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar kecil dalam industri yang sudah matang. Dog mungkin tidak memerlukan uang tunai, namun ikatan modal yang bisa lebih baik dikerahkan di tempat lain. Jika Dog tidak memiliki tujuan strategis lainnya, maka harus dilikuidasi jika ada prospek untuk memperoleh pangsa pasar.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mampu mengatakan yang benar itu benar.
Saat ini posisi perusahaan secara teori dalam konsep Bonston Consulting Group berada pada area cash cows  artinya  sebuah unit bisnis yang memiliki pangsa pasar besar dalam industri yang matang dan berkembang lambat.  Cash Cow ini memerlukan sedikit investasi dan menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk berinvestasi dalam unit bisnis lainnya.
Pengembangan pasar - perusahaan berupaya dengan menargetkan pertumbuhan produk-produk yang sudah ada ke segmen pasar baru. Pilihan pengembangan pasar termasuk mengejar segmen pasar tambahan atau wilayah geografis. Pengembangan pasar baru untuk produk tersebut mungkin merupakan strategi yang baik jika kompetensi dasar – core competence perusahaan lebih terkait dengan produk tertentu daripada pengalamannya dengan segmen pasar tertentu. Karena perusahaan melakukan ekspansi ke pasar baru, strategi pengembangan pasar biasanya memiliki resiko lebih besar daripada strategi penetrasi pasar.
Sebuah strategi pengembangan produk mungkin sesuai jika kekuatan perusahaan yang terkait dengan pelanggan tertentu daripada produk tertentu itu sendiri. Dalam situasi ini, mereka dapat memanfaatkan kekuatan dengan mengembangkan produk baru yang ditargetkan untuk para pelanggan yang sudah ada. Jika perusahaan bertahan untuk memproduksi rokok maka perusahaan dapat membuat produk baru yang lebih ramah atau dengan kata lain mengurangi kandungan zat berbahaya atau menggantinya dengan zat-zat yang lebih kecil tingkat resikonya terhadap kesehatan konsumen dan sekitarnya contohnya membuat rokok menthol yang kandungan zat-zatnya lebih ringan. Karena untuk keluar dari industry ini tidak mungkin. Dengan alasan selama ini, SBU yang lain disuplay oleh bisnis ini.
c.  Bagaimana pola perumusan strategi pengembangan industri rokok yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagai salah satu industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Jabarkan pola tersebut menurut pendapat saudara dengan berpedoman pada prinsip strategi Porter. (20 poin)
JAWAB
TEORI :
Kekuatan industri rokok ini bisa kukuh dan mengakar karena ditopang oleh kekuatan sendiri, kekuatan dalam negeri. mulai tembakau, cengkih, dan kertas pembungkusnya semuanya hasil dari sumber daya alam Indonesia. Lalu, pasarnya juga kukuh karena juga pasar dalam negeri yang begitu besar.
Industri rokok mampu menyerap tenaga kerja yang besar mencapai 659.000 orang pada tahun 2007. Selain itu, hal positif yang lain adalah industri rokok merupakan penyumbang cukai terbesar dalam penerimaan cukai pemerintahan yang besar kontribusinya bisa mencapai sekitar 97 persen yaitu sebesar 43,54 triliun rupiah pada tahun 2007. Disamping itu  Penyerapan tenaga kerja yang besar serta berkontribusi secara besar terhadap penerimaan cukai Indonesia merupakan hal yang positif dari berkembangnya industri rokok, tetapi rokok itu sendiri tidak baik bagi kesehatan karena rokok memiliki kandungan zat nikotin, tar serta barang-barang beracun lainnya. Melihat akan bahaya rokok, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2003 (PP No.19 Tahun 2003) tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan.

    





Tidak ada komentar:

Posting Komentar