Kamis, 12 November 2015

MANAJEMEN STRATEGI-11

JAWABAN SOAL PRELIUM  DOKTOR EKONOMI
MATA KULIAH                    : EKONOMI MAKRO LANJUTAN
WAKTU                                  : 180 MENIT
WAKTU DAN TANGGAL  : RABU, 25 JANUARI 2006

1. Berikut ini adalah kerangka analisis Kurva IS-LM
 














Anda  diminta menganalisis posisi (keadaan) diluar General Equilibrium point (titik E) yaitu posisi :
-          Excess Supply of Goods (ESG)
-          Excess Demand of Goods (EDG)
-          Excess Supply of Money (ESM)
-          Excess Demand of Money (EDM)
-           
Jawaban
Perubahan keseimbangan ekonomi (r dan Y) ditentukan oleh pergeseran kurva IS atau kurva LM. Pergerakan keseimbangan ekonomi ke keseimbangan ekonomi baru adalah sebagai berikut :
 














Y dan r menyesuaikan diri dari disekuilibrium pasar barang dan uang. R turun bila terjadi excess Supply of Money (ESM), dan naik bila terjadi Excess Demand of Money (EDM). Y naik bila Agregat Demand barang  melebihi output sebaliknya Y akan turun bila AD  kurang dari output atau terjadi Excess Supply of Goods. Perkembangan ekonomi akan bergerak dengan berjalannya waktu menuju keseimbangan pada titik E.
Pergerakan ekonomi dari titik E’ ke E berada pada dua Asumsi yaitu :
1.      Output naik jika terjadi EDG, dan turun jika terjadi ESG
2.      r naik jika terjadi EDM dan turun jika terjadi ESM
Penyesuaian ini terjadi sebab EDM berarti bahwa terjadi Excess Supply dari Asset yang lain. Untuk maksud memegang lebih banyak uang misalnya, masyarakat akan menjual obligasi yang mengakibatkan harga obligasi jatuh atau penghasilan obligasi (yaitu r) akan naik. Arah penyesuaian sesuai dengan 2 asumsi diatas yang ditunjukkan  oleh arah anak panah masing-masing segmen dari I sampai dengan IV.
Misalnya  pada segmen IV terjadi EDM yang akan menyebabkan naiknya r akibat dari penjualan obligasi untuk memenuhi kebutuhan uang sehingga harga obligasi turun. Naiknya r ditunjukkan oleh arah anak panah naik. Pada segmen ini terjadi pula ESG yang mengakibatkan perusahaan mengalami akumulasi inventori  terpaksa, sehingga perusahaan akan mengurangi output (anak panah ke kiri). Pergerakan keseimbangan dari E’ ke E ditandai dengan naiknya Y dan r.
Tabel berikut ini menunjukkan proses disekuilibrium dan adjustment yang terjadi :
DISEKUILIBRIUM DAN ADJUSTMENT
GOODS MARKET
MONEY MARKET
REGION
DISEQUILIBRIUM
ADJUSMENT
(OUTPUT)
DISEQUILIBRIUM
ADJUSMENT
(OUTPUT)
I
ESG
FALLS
ESM
FALLS
II
EDG
RISES
ESM
FALLS
III
EDG
RISES
EDM
RISES
IV
ESG
FALLS
EDM
RISES


2.      Kurva IS adalah kurva tempat kedudukan titik-titik dari berbagai hubungan tingkat bunga dengan berbagai tingkat pendapatan nasional dimana dipenuhinya syarat keseimbangan disektor ekonomi riil atau barang. Saudara diminta untuk membuat analisis grafis sehingga dapat membuktikan secara grafik tentang pengertian kurva IS tersebut.

Jawaban

Analisis Kurva IS dengan pendekatan empat Kuadran
Kurva IS pendekatan 4 Diagram
Keterangan :
1.   Kuadran (a) adalah kuadran yang menggambarkan keseimbangan antara S dengan I dan antara T dengan G. Dalam perekonomian diasumsikan bahwa semua saving investasikan sehingga S = I, yaitu income dalam ekuilibrium. Demikian juga penerimaan pajak (T) dikeluarkan oleh pemerintah (G), sehingga akhirnya I+G = S+T.
2.  Kuadran (b) adalah kuadran investasi (I) dan pengeluaran pemerintah. Diasumsikan bahwa investasi dipengaruhi tingkat bunga (I = e – f.i), sedangkan pengeluaran merupakan variabel otonomus (G = Go).
3.  Kuadran (c) merupakan diagram penabungan tambah pajak (sebagai padanan dari kuadran (b)). Persamaan penabungan S = -a + bY – bT.
4.   a. Pada tingkat bunga i1 didapatkan titik A pada kuadran (d).
      b. Pada tingkat bunga i2 didapatkan titik B pada kuadran (d),
      c. Melalui titik A dan titik B dapat dihubungkan kurva IS pada kuadran (d).

Jadi Definisi kurva IS pada pendekatan empat kuadran sama dengan dengan kurva IS pada pendekatan dua kuadran. Kurva IS adalah kedudukan kombinasi tingkat bunga dengan pendapatan di mana terjadi keseimbangan antara aggregate demand dan supply, yaitu S + T = I + G.
Pada pendekatan empat kuadran memiliki kelebihan pada kuadran (c). Pada kuadran (c) menjelaskan perubahan variabel penabungan dan perpajakan dapat dianalisis pengaruhnya terhadap kurva IS.

3.      Jelaskan gagasan-gagasan utama (Main idea) dari berbagai pemikiran ekonomi makro terutama dari aliran Keynesian, Monetaris dan aliran makro ekonomi klasik (New Classical Macroeconomics), serta aliran makro ekonomi keynesian baru (New Keynesianism) mengenai isu-isu pokok ekonomi makro berikut :
a.       Pandangan tentang ekonomi pasar (market economy)
b.      Penyebab ketidakstabilan dalam perekonomian makro
c.       Kebijakan makroekonomi yang tepat (appropriate)
d.      Pengaruh kebijakan moneter (Money supply)
e.       Pandangan tentang velositas uang
f.       Pengaruh kebijakan fiskal terhadap perekonomian
g.      Pandangan tentang Cost Push dan Demand Full Inflation.

Jawaban
  1.  Pandangan tentang ekonomi pasar (market economy)
Aliran Keynesian
    • Mekanisme pasar tidak bisa bekerja secara optimal tanpa adanya campur tangan pemerintah
Aliran Moneteris
    • harga didalam pasar dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar.
Aliran New Classical Macroeconomics (aliran Rational Expectation)
    • Perekonomian pasar pada dasarnya selalu dalam keadaan stabil (seimbang), dalam arti peran pemerintah dianggap tidak efektif dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi.
Aliran New Keynesianism
    • Menjelaskan mengapa tingkat upah riil lambat menyesuaikan terhadap keseimbangan pasar. Sehingga aliran ini menganggap bahwa harga dan upah kaku untuk menyesuaikan menuju pada keseimbangan pasar.

  1. Penyebab Ketidakstabilan dalam perekonomian makro
Aliran Keynesian
    • Bahwa terjadi kekakuan antara harga dan upah yang selalu menimbulkan ketidakstabilan dalam perekonomian makro.
Aliran Moneteris
    •  

Aliran New Classical Macroeconomics



Aliran New Keynesianism


  1. Kebijaksanaan makroekonomi yang tepat (appropriate)
Aliran Keynesian


Aliran Moneteris


Aliran New Classical Macroeconomics



Aliran New Keynesianism


  1. Pengaruh kebijaksanaan moneter (money supply) terhadap perekonomian
Aliran Keynesian


Aliran Moneteris


Aliran New Classical Macroeconomics


Aliran New Keynesianism


  1. Pandangan tentang velositas uang (velocity of money)
Aliran Keynesian


Aliran Moneteris
v  Peranan uang sebagai titik sentral untuk bisa mengerti berkembangnya makroekonomi dari waktu-kewaktu
v  Jangka pendek, jumlah uang merupakan unsur utama pertumbuhan GNP nominal.
v  Jangka panjang, uang adalah unsur utama yang menentukan harga.

Tiga Dalil Ekonomi aliran Monetaris
·         Laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar (M) adalah determinan yang sistematik dari laju pertumbuhan GNP
·         Tingkat harga (P) dan upah (W) adalah relatif fleksibel;
·         Perekonomian swasta adalah stabil
Landasan Berpikir Aliran Moneteris
1.      Campur tangan pemerintah sekecil mungkin;
2.      Perhatian besar mengatasi inflasi dibandingkan mengurangi pengangguran;
3.      Lebih menitikberatkan pada rules of law (aturan hukum) daripada discretion of men (kebijakan seseorang)



Aliran New Classical Macroeconomics


Aliran New Keynesianism


  1. Pengaruh kebijaksanaan fiscal terhadap perekonomian
Aliran Keynesian


Aliran Moneteris


Aliran New Classical Macroeconomics


Aliran New Keynesianism


  1. Pandangan tentang cost push and demand full inflation
Aliran Keynesian


Aliran Moneteris


Aliran New Classical Macroeconomics


Aliran New Keynesianism

4.      Tulis pula esey secara sistematik dan kaitkan dengan perkembangan school of thoughts teori ekonomi (historical) tentang hal-hal berikut:
a.   Isu kelemahan fondasi mikro dalam teori ekonomi makro dewasa ini, sehingga jelas pengamatan Saudara tentang posisi Keynesian dan New Keynesian terutama ketika berhadapan dengan klasik (monetarist) dan new classical macroeconomics.
b.  Aggregate supply function: neoclassical sysnthesis (New Classical) vs Keynesian (New Keynesian), sehingga jelas pengamatan Saudara tentang kesalahan perspektif fondasi mikroekonomi untuk makroekonomi tentang derivasi Kurva AS tersebut.



5.      Dalam analisis perekonomian terbuka (open macroeconomic analysis), evaluasi asumsi, mekanisme dan efektivitas dampak kebijaksanan ekspansi moneter dalam regim flexible (managed floating) exchange rate. Kemudian, tunjukkanlah argumentasi Saudara baik dengan menggunakan framework analisis IS-LM maupun Monetary Approach serta Assets Approach sehingga jelas perbedaan esensial tentang asumsi dan prosedur analisis antara pendekatan tersebut dalam menjelaskan suatu fenomena yang sesungguhnya serupa, yaitu terjadinya potensi krisis BOP dan depresiasi exchange rate.


JAWABAN SOAL PRELIUM  DOKTOR EKONOMI
MATA KULIAH                    : EKONOMI MAKRO LANJUTAN
WAKTU                                  : 180 MENIT
WAKTU DAN TANGGAL  : RABU, 13 MARET 2003

  1. Berikut ini adalah Pendapatan Nasional Bruto (GNP) pada tahun 1981 (dalam milyar dollar):
GNP    = $ 2.954                     Indirect Taxes             = $ 250
NNP    = $ 2.265                     Other (Net)     = $ 5
    1. Berapa besar depreciation/penyusutan?
GNP – NNP = Depresiasi
    1. Berapa besar National Income (NI)
NI = NNP – Indirect Taxes + Other (subsidi)
    1. Mengapa pajak tidak langsung (indirect taxes) dikurangi dari NNP untuk memperoleh National Income (Pendapatan Nasional)
Pajak tidak langsung harus dikurangkan, karena tidak mencerminkan balas jasa atas faktor produksi. Sedangkan subsidi (other) harus ditambahkan karena merupakan balas jasa atas faktor produksi, tetapi tidak masuk dalam perhitungan NNP.
           
            Jawaban
a.       NNP = GNP – Depresiasi
Depresiasi = $ 2954 - $ 2265
Depresiasi = $ 689
b.      NI = NNP – (Indirect Taxes + Other)
NI = $ 2954 - $ 250 + $ 5
NI = $ 2010
c.       Untuk memperoleh National Income NNP harus dikurangi dengan Indirect taxes karena Indirect Taxes merupakan suatu bagian antara harga yang dibayar konsumen atas suatu barang dengan harga yang diterima perusahaan. Perusahaan tidak menerima pendapatan ini (Indirect Taxes) sehingga Indirect Taxes harus dikurangi untuk memperoleh pendapatan Nasional

  1. Dalam literatur, isu fondasi mikro telah menjadi dasar gugatan atas teori makro ekonomi Keynesian yang melahirkan New Keynesian dan dari kubu Moneterist serta Supply Side melahirkan New Classical Economics atau Rational Expectation. Tulislah esey singkat tentang perkembangan pemikiran makro ekonomi tersebut baik dari perbedaan perspektif teori dasar, Aggregate Supply dan Aggregate Demand Function, pengangguran, inflasi dan pertumbuhan ekonomi maupun perspektif kebijaksanaan makro ekonomi (monetary policy, fiscal policy, income policy dan penyesuaian BOP serta penentuan Exchange Rate).


Jawaban





  1. Dewasa ini sumber krisis ekonomi dapat dilihat dari tiga perspektif yang sesungguhnya juga saling terkait, yaitu Investment – Saving gap, gap pengeluaran dan penerimaan pemerintah, dan gap ekspor – impor (BOP). Secara teoritis ataupun empiris, jelaskan mekanisme krisis ekonomi dan rekomendasi jalan keluar yang tepat menurut pendapat Saudara dan secara spesifik uraikan pula mekanisme kebijaksanaan moneter (ekspansi moneter) yang secara teoritis selalu berujung pada posisi defisit BOP dan ancaman devaluasi atau depresiasi exchange rate yang apabila tak terkendali selalu dapat berlanjut menjadi krisis ekonomi.

Jawaban:
Tujuan pokok kebijakan moneter dalam masa krisis difokuskan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi. Bahaya hiper-inflasi dan tajamnya fluktuasi nilai tukar Rupiah merupakan tantangan terbesar sehingga tidak ada pilihan lain bagi kebijakan moneter selain untuk menanggulangi dua masalah tersebut. Dengan stabilnya nilai tukar Rupiah dan menurunnya laju inflasi diharapkan dapat menyediakan platform bagi pertumbuhan ekonomi yang sustainable dalam jangka panjang. Untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia (BI) menggunakan pendekatan kuantitas yakni jumlah uang beredar, bukan suku bunga. Dalam masa krisis pengendalian moneter menggunakan level base money (BM), bukan pertumbuhannya, sebagai sasaran operasional dan sejak bulan April 1998 target tersebut diumumkan ke publik. Dalam kaitannya dengan pinjaman IMF, terdapat 3 sasaran operasional lainnya yang harus diperhatikan dalam mencapai sasaran BM yakni Net Domestic Assets (NDA), Net International Reserves (NIR), dan liquidity support di mana NDA = BM- NIR. Besarnya pemberian BLBI akibat krisis kepercayaan terhadap perbankan merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakangi pembatasan level BM. Pemberian BLBI dalam bentuk saldo debet, fasilitas diksonto dan dana talangan akan meningkatkan BM (menambah saldo giro bank) dan menambah NDA berupa tagihan kepada bank. Peningkatan likuiditas tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap harga dan nilai tukar rupiah. Untuk mencapai target BM selain melalui OPT juga dibantu melalui intervensi BI di pasar valas khususnya dalam rangka menyedot ekspansi kebijakan fiskal akibat defisit keuangan Pemerintah yang dalam tahun 1998/99 diperkirakan mencapai 4% dari PDB. Dalam hal ini BI sebagai fiscal agent melakukan intervensi valas untuk membantu OPT dan sekaligus untuk menambah supply dolar di pasar valas. Dalam hal ini dana valas yang dipakai untuk intervensi berasal dari pinjaman Bank Dunia dan ADB sedangkan dana dari IMF untuk memperkuat cadangan devisa.






                                 


Perbedaan pendapat antara Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo  dengan BJ Habibie mengenai suku bunga adalah :

Menristek, BJ Habibie, menyerukan agar suku bunga Indonesia diturunkan karena suku bunga yang tinggi mengancam pertumbuhan dunia usaha sehingga akan menghambat ekspor. Selain itu suku bunga tinggi dinilai sebagai pemicu angka inflasi. Sumitro tidak sependapat dengan Habibie. Menurut Sumitro, bunga bank sangat kecil pengaruhnya terhadap angka inflasi, dibandingkan inflasi yang diakibatkan hambatan dalam sektor dunia usaha seperti, pungli,    monopoli, yang tercermin dari kebocoran dana pembangunan sebesar 30 persen.
Tingkat suku bunga masih bisa diturunkan asalkan hambatan-hambatan dalam dunia usaha dapat dihilangkan sehingga terjadi efisiensi dalam sektor tersebut. Tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi, katanya, mencerminkan kondisi arus uang dan barang.
Jika terjadi kemacetan dalam arus barang, hal itu harus diluruskan dengan serangkaian deregulasi dan debirokratisasi. Lebih lanjut dikatakan, kondisi inflasi dan tingkat bunga merupakan cerminan dari suatu rumusan ekonomi. Rumusan itu berisikan bahwa produksi ditambah arus barang di sektor riil sama saja dengan laju peredaran dan jumlah uang.
Karena itu inflasi yang tinggi disebabkan banyaknya masalah dan kendala seperti pungli dan monopoli dalam produksi dan perdagangan sehingga arus barang tersendat. Jika dalam kondisi demikian uang  beredar sangat cepat peredarannya maka harga akan terus naik. Jadi
   kondisi tersebut harus dihambat dulu agar reda.
Dengan demikian, penurunan suku bunga dikhawatirkan justru akan membuat perekonomian Indonesia bisa bangkrut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar