JAWABAN
SOAL PRELIUM DOKTOR EKONOMI
MATA
KULIAH : EKONOMI MAKRO
LANJUTAN
WAKTU : 180 MENIT
WAKTU
DAN TANGGAL : RABU, 25 JANUARI 2006
1. Berikut ini adalah kerangka analisis Kurva IS-LM
![]() |
Anda diminta menganalisis posisi
(keadaan) diluar General Equilibrium point (titik E) yaitu posisi :
-
Excess Supply
of Goods (ESG)
-
Excess Demand
of Goods (EDG)
-
Excess Supply
of Money (ESM)
-
Excess Demand
of Money (EDM)
-
Jawaban
Perubahan keseimbangan ekonomi (r dan
Y) ditentukan oleh pergeseran kurva IS atau kurva LM. Pergerakan keseimbangan
ekonomi ke keseimbangan ekonomi baru adalah sebagai berikut :
![]() |
Y dan r menyesuaikan
diri dari disekuilibrium pasar barang dan uang. R turun bila terjadi excess
Supply of Money (ESM), dan naik bila terjadi Excess Demand of Money (EDM). Y
naik bila Agregat Demand barang melebihi
output sebaliknya Y akan turun bila AD
kurang dari output atau terjadi Excess Supply of Goods. Perkembangan
ekonomi akan bergerak dengan berjalannya waktu menuju keseimbangan pada titik
E.
Pergerakan ekonomi dari
titik E’ ke E berada pada dua Asumsi yaitu :
1. Output naik jika terjadi EDG, dan turun jika
terjadi ESG
2. r naik jika terjadi EDM dan turun jika terjadi ESM
Penyesuaian ini
terjadi sebab EDM berarti bahwa terjadi Excess Supply dari Asset yang lain.
Untuk maksud memegang lebih banyak uang misalnya, masyarakat akan menjual
obligasi yang mengakibatkan harga obligasi jatuh atau penghasilan obligasi
(yaitu r) akan naik. Arah penyesuaian sesuai dengan 2 asumsi diatas yang
ditunjukkan oleh arah anak panah
masing-masing segmen dari I sampai dengan IV.
Misalnya pada segmen IV terjadi EDM yang akan
menyebabkan naiknya r akibat dari penjualan obligasi untuk memenuhi kebutuhan
uang sehingga harga obligasi turun. Naiknya r ditunjukkan oleh arah anak panah
naik. Pada segmen ini terjadi pula ESG yang mengakibatkan perusahaan mengalami
akumulasi inventori terpaksa, sehingga
perusahaan akan mengurangi output (anak panah ke kiri). Pergerakan keseimbangan
dari E’ ke E ditandai dengan naiknya Y dan r.
Tabel berikut ini
menunjukkan proses disekuilibrium dan adjustment yang terjadi :
DISEKUILIBRIUM DAN ADJUSTMENT
GOODS
MARKET
|
MONEY
MARKET
|
|||
REGION
|
DISEQUILIBRIUM
|
ADJUSMENT
(OUTPUT)
|
DISEQUILIBRIUM
|
ADJUSMENT
(OUTPUT)
|
I
|
ESG
|
FALLS
|
ESM
|
FALLS
|
II
|
EDG
|
RISES
|
ESM
|
FALLS
|
III
|
EDG
|
RISES
|
EDM
|
RISES
|
IV
|
ESG
|
FALLS
|
EDM
|
RISES
|
2. Kurva IS adalah kurva tempat kedudukan titik-titik
dari berbagai hubungan tingkat bunga dengan berbagai tingkat pendapatan
nasional dimana dipenuhinya syarat keseimbangan disektor ekonomi riil atau
barang. Saudara diminta untuk membuat analisis grafis sehingga dapat
membuktikan secara grafik tentang pengertian kurva IS tersebut.
Jawaban
Analisis Kurva IS dengan pendekatan empat Kuadran
Keterangan :
1. Kuadran
(a) adalah kuadran yang menggambarkan keseimbangan antara S dengan I dan antara
T dengan G. Dalam perekonomian diasumsikan bahwa semua saving investasikan
sehingga S = I, yaitu income dalam ekuilibrium. Demikian juga penerimaan pajak
(T) dikeluarkan oleh pemerintah (G), sehingga akhirnya I+G = S+T.
2. Kuadran
(b) adalah kuadran investasi (I) dan pengeluaran pemerintah. Diasumsikan bahwa
investasi dipengaruhi tingkat bunga (I = e – f.i), sedangkan pengeluaran
merupakan variabel otonomus (G = Go).
3. Kuadran
(c) merupakan diagram penabungan tambah pajak (sebagai padanan dari kuadran
(b)). Persamaan penabungan S = -a + bY – bT.
4. a. Pada tingkat bunga i1 didapatkan titik A pada kuadran (d).
b. Pada tingkat bunga i2 didapatkan titik B pada kuadran (d),
c. Melalui titik A dan titik B dapat dihubungkan kurva IS pada
kuadran (d).
Jadi Definisi kurva IS pada pendekatan empat kuadran sama dengan dengan kurva IS pada pendekatan dua kuadran. Kurva IS adalah kedudukan kombinasi tingkat bunga dengan pendapatan di mana terjadi keseimbangan antara aggregate demand dan supply, yaitu S + T = I + G.
Pada pendekatan empat kuadran memiliki kelebihan
pada kuadran (c). Pada kuadran (c) menjelaskan perubahan variabel penabungan
dan perpajakan dapat dianalisis pengaruhnya terhadap kurva IS.
3. Jelaskan gagasan-gagasan utama (Main idea) dari
berbagai pemikiran ekonomi makro terutama dari aliran Keynesian, Monetaris dan
aliran makro ekonomi klasik (New Classical Macroeconomics), serta aliran makro
ekonomi keynesian baru (New Keynesianism) mengenai isu-isu pokok ekonomi makro
berikut :
a. Pandangan tentang ekonomi pasar (market economy)
b. Penyebab ketidakstabilan dalam perekonomian makro
c. Kebijakan makroekonomi yang tepat (appropriate)
d. Pengaruh kebijakan moneter (Money supply)
e. Pandangan tentang velositas uang
f. Pengaruh kebijakan fiskal terhadap perekonomian
g. Pandangan tentang Cost Push dan Demand Full
Inflation.
Jawaban
- Pandangan
tentang ekonomi pasar (market economy)
Aliran
Keynesian
- Mekanisme pasar
tidak bisa bekerja secara optimal tanpa adanya campur tangan pemerintah
Aliran
Moneteris
- harga didalam
pasar dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar.
Aliran
New Classical Macroeconomics (aliran Rational Expectation)
- Perekonomian
pasar pada dasarnya selalu dalam keadaan stabil (seimbang), dalam arti
peran pemerintah dianggap tidak efektif dalam mempengaruhi kegiatan
ekonomi.
Aliran
New Keynesianism
- Menjelaskan
mengapa tingkat upah riil lambat menyesuaikan terhadap keseimbangan
pasar. Sehingga aliran ini menganggap bahwa harga dan upah kaku untuk
menyesuaikan menuju pada keseimbangan pasar.
- Penyebab Ketidakstabilan dalam perekonomian
makro
Aliran
Keynesian
- Bahwa terjadi
kekakuan antara harga dan upah yang selalu menimbulkan ketidakstabilan
dalam perekonomian makro.
Aliran
Moneteris
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
- Kebijaksanaan
makroekonomi yang tepat (appropriate)
Aliran
Keynesian
Aliran
Moneteris
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
- Pengaruh
kebijaksanaan moneter (money supply) terhadap perekonomian
Aliran
Keynesian
Aliran
Moneteris
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
- Pandangan
tentang velositas uang (velocity of money)
Aliran
Keynesian
Aliran
Moneteris
v Peranan uang sebagai titik sentral untuk bisa
mengerti berkembangnya makroekonomi dari waktu-kewaktu
v Jangka pendek, jumlah uang merupakan unsur utama
pertumbuhan GNP nominal.
v Jangka panjang, uang adalah unsur utama yang
menentukan harga.
Tiga
Dalil Ekonomi aliran Monetaris
·
Laju
pertumbuhan jumlah uang yang beredar (M) adalah determinan yang sistematik dari
laju pertumbuhan GNP
·
Tingkat harga
(P) dan upah (W) adalah relatif fleksibel;
·
Perekonomian
swasta adalah stabil
Landasan
Berpikir Aliran Moneteris
1. Campur tangan pemerintah sekecil mungkin;
2. Perhatian besar mengatasi inflasi dibandingkan
mengurangi pengangguran;
3. Lebih menitikberatkan pada rules of law (aturan
hukum) daripada discretion of men (kebijakan seseorang)
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
- Pengaruh kebijaksanaan
fiscal terhadap perekonomian
Aliran
Keynesian
Aliran
Moneteris
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
- Pandangan
tentang cost push and demand full inflation
Aliran
Keynesian
Aliran
Moneteris
Aliran
New Classical Macroeconomics
Aliran
New Keynesianism
4. Tulis pula esey secara sistematik dan kaitkan
dengan perkembangan school of thoughts teori ekonomi (historical) tentang
hal-hal berikut:
a. Isu kelemahan fondasi mikro dalam teori ekonomi
makro dewasa ini, sehingga jelas pengamatan Saudara tentang posisi Keynesian
dan New Keynesian terutama ketika berhadapan dengan klasik (monetarist) dan new
classical macroeconomics.
b. Aggregate supply function: neoclassical sysnthesis
(New Classical) vs Keynesian (New Keynesian), sehingga jelas pengamatan Saudara
tentang kesalahan perspektif fondasi mikroekonomi untuk makroekonomi tentang
derivasi Kurva AS tersebut.
5. Dalam analisis perekonomian terbuka (open
macroeconomic analysis), evaluasi asumsi, mekanisme dan efektivitas dampak kebijaksanan
ekspansi moneter dalam regim flexible (managed floating) exchange rate.
Kemudian, tunjukkanlah argumentasi Saudara baik dengan menggunakan framework
analisis IS-LM maupun Monetary Approach serta Assets Approach sehingga jelas
perbedaan esensial tentang asumsi dan prosedur analisis antara pendekatan
tersebut dalam menjelaskan suatu fenomena yang sesungguhnya serupa, yaitu
terjadinya potensi krisis BOP dan depresiasi exchange rate.
JAWABAN
SOAL PRELIUM DOKTOR EKONOMI
MATA
KULIAH : EKONOMI MAKRO LANJUTAN
WAKTU : 180 MENIT
WAKTU
DAN TANGGAL : RABU, 13 MARET 2003
- Berikut ini
adalah Pendapatan Nasional Bruto (GNP) pada tahun 1981 (dalam milyar
dollar):
GNP = $
2.954 Indirect Taxes = $ 250
NNP = $
2.265 Other (Net) = $ 5
- Berapa besar
depreciation/penyusutan?
GNP – NNP = Depresiasi
- Berapa besar
National Income (NI)
NI = NNP – Indirect Taxes + Other (subsidi)
- Mengapa pajak
tidak langsung (indirect taxes) dikurangi dari NNP untuk memperoleh
National Income (Pendapatan Nasional)
Pajak tidak langsung harus dikurangkan, karena
tidak mencerminkan balas jasa atas faktor produksi. Sedangkan subsidi (other)
harus ditambahkan karena merupakan balas jasa atas faktor produksi, tetapi
tidak masuk dalam perhitungan NNP.
Jawaban
a. NNP = GNP – Depresiasi
Depresiasi = $ 2954 - $ 2265
Depresiasi = $ 689
b. NI = NNP – (Indirect Taxes + Other)
NI = $ 2954 - $ 250 + $ 5
NI = $ 2010
c. Untuk memperoleh National Income NNP harus
dikurangi dengan Indirect taxes karena Indirect Taxes merupakan suatu bagian
antara harga yang dibayar konsumen atas suatu barang dengan harga yang diterima
perusahaan. Perusahaan tidak menerima pendapatan ini (Indirect Taxes) sehingga
Indirect Taxes harus dikurangi untuk memperoleh pendapatan Nasional
- Dalam literatur,
isu fondasi mikro telah menjadi dasar gugatan atas teori makro ekonomi
Keynesian yang melahirkan New Keynesian dan dari kubu Moneterist serta
Supply Side melahirkan New Classical Economics atau Rational Expectation.
Tulislah esey singkat tentang perkembangan pemikiran makro ekonomi tersebut
baik dari perbedaan perspektif teori dasar, Aggregate Supply dan Aggregate
Demand Function, pengangguran, inflasi dan pertumbuhan ekonomi maupun
perspektif kebijaksanaan makro ekonomi (monetary policy, fiscal policy,
income policy dan penyesuaian BOP serta penentuan Exchange Rate).
Jawaban
- Dewasa ini
sumber krisis ekonomi dapat dilihat dari tiga perspektif yang sesungguhnya
juga saling terkait, yaitu Investment – Saving gap, gap pengeluaran dan
penerimaan pemerintah, dan gap ekspor – impor (BOP). Secara teoritis
ataupun empiris, jelaskan mekanisme krisis ekonomi dan rekomendasi jalan
keluar yang tepat menurut pendapat Saudara dan secara spesifik uraikan
pula mekanisme kebijaksanaan moneter (ekspansi moneter) yang secara
teoritis selalu berujung pada posisi defisit BOP dan ancaman devaluasi
atau depresiasi exchange rate yang apabila tak terkendali selalu dapat
berlanjut menjadi krisis ekonomi.
Jawaban:
Tujuan pokok
kebijakan moneter dalam masa krisis difokuskan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah
dan mengendalikan inflasi. Bahaya hiper-inflasi dan tajamnya fluktuasi nilai
tukar Rupiah merupakan tantangan terbesar sehingga tidak ada pilihan lain bagi kebijakan
moneter selain untuk menanggulangi dua masalah tersebut. Dengan stabilnya nilai
tukar Rupiah dan menurunnya laju inflasi diharapkan dapat menyediakan platform bagi
pertumbuhan ekonomi yang sustainable dalam jangka panjang. Untuk mengendalikan
inflasi dan menstabilkan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia (BI) menggunakan
pendekatan kuantitas yakni jumlah uang beredar, bukan suku bunga. Dalam masa
krisis pengendalian moneter menggunakan level base money (BM), bukan pertumbuhannya,
sebagai sasaran operasional dan sejak bulan April 1998 target tersebut diumumkan
ke publik. Dalam kaitannya dengan pinjaman IMF, terdapat 3 sasaran operasional
lainnya yang harus diperhatikan dalam mencapai sasaran BM yakni Net Domestic
Assets (NDA), Net International Reserves (NIR), dan liquidity support di mana
NDA = BM- NIR. Besarnya pemberian BLBI akibat krisis kepercayaan terhadap
perbankan merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakangi pembatasan
level BM. Pemberian BLBI dalam bentuk saldo debet, fasilitas diksonto dan dana
talangan akan meningkatkan BM (menambah saldo giro bank) dan menambah NDA
berupa tagihan kepada bank. Peningkatan likuiditas tersebut dapat menimbulkan
tekanan terhadap harga dan nilai tukar rupiah. Untuk mencapai target BM selain
melalui OPT juga dibantu melalui intervensi BI di pasar valas khususnya dalam
rangka menyedot ekspansi kebijakan fiskal akibat defisit keuangan Pemerintah
yang dalam tahun 1998/99 diperkirakan mencapai 4% dari PDB. Dalam hal ini BI
sebagai fiscal agent melakukan intervensi valas untuk membantu OPT dan sekaligus
untuk menambah supply dolar di pasar valas. Dalam hal ini dana valas yang dipakai
untuk intervensi berasal dari pinjaman Bank Dunia dan ADB sedangkan dana dari IMF
untuk memperkuat cadangan devisa.
Perbedaan pendapat antara Prof Dr Sumitro
Djojohadikusumo dengan BJ Habibie
mengenai suku bunga adalah :
Menristek, BJ Habibie, menyerukan agar suku bunga
Indonesia diturunkan karena suku bunga yang tinggi mengancam pertumbuhan dunia
usaha sehingga akan menghambat ekspor. Selain itu suku bunga tinggi dinilai
sebagai pemicu angka inflasi. Sumitro tidak sependapat dengan Habibie. Menurut
Sumitro, bunga bank sangat kecil pengaruhnya terhadap angka inflasi,
dibandingkan inflasi yang diakibatkan hambatan dalam sektor dunia usaha
seperti, pungli, monopoli, yang tercermin dari kebocoran dana
pembangunan sebesar 30 persen.
Tingkat suku bunga masih bisa diturunkan asalkan hambatan-hambatan dalam dunia usaha dapat dihilangkan sehingga terjadi efisiensi dalam sektor tersebut. Tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi, katanya, mencerminkan kondisi arus uang dan barang.
Jika terjadi kemacetan dalam arus barang, hal itu harus diluruskan dengan serangkaian deregulasi dan debirokratisasi. Lebih lanjut dikatakan, kondisi inflasi dan tingkat bunga merupakan cerminan dari suatu rumusan ekonomi. Rumusan itu berisikan bahwa produksi ditambah arus barang di sektor riil sama saja dengan laju peredaran dan jumlah uang.
Karena itu inflasi yang tinggi disebabkan banyaknya masalah dan kendala seperti pungli dan monopoli dalam produksi dan perdagangan sehingga arus barang tersendat. Jika dalam kondisi demikian uang beredar sangat cepat peredarannya maka harga akan terus naik. Jadi
kondisi tersebut harus dihambat dulu agar reda. Dengan demikian, penurunan suku bunga dikhawatirkan justru akan membuat perekonomian Indonesia bisa bangkrut.
Tingkat suku bunga masih bisa diturunkan asalkan hambatan-hambatan dalam dunia usaha dapat dihilangkan sehingga terjadi efisiensi dalam sektor tersebut. Tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi, katanya, mencerminkan kondisi arus uang dan barang.
Jika terjadi kemacetan dalam arus barang, hal itu harus diluruskan dengan serangkaian deregulasi dan debirokratisasi. Lebih lanjut dikatakan, kondisi inflasi dan tingkat bunga merupakan cerminan dari suatu rumusan ekonomi. Rumusan itu berisikan bahwa produksi ditambah arus barang di sektor riil sama saja dengan laju peredaran dan jumlah uang.
Karena itu inflasi yang tinggi disebabkan banyaknya masalah dan kendala seperti pungli dan monopoli dalam produksi dan perdagangan sehingga arus barang tersendat. Jika dalam kondisi demikian uang beredar sangat cepat peredarannya maka harga akan terus naik. Jadi
kondisi tersebut harus dihambat dulu agar reda. Dengan demikian, penurunan suku bunga dikhawatirkan justru akan membuat perekonomian Indonesia bisa bangkrut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar