JAWABLAH SEMUA SOAL
DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR SOAL. DALAM
MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP SOAL (TOTAL
NILAI ADALAH 100 POIN)
1.
Miles dan Snow (1978) mengklasifikasi
strategi sebagai berikut: strategi defender, reaktor, prospektor, dan analyser,
dimana strategi ini menekankan adaptasi terhadap perubahan lingkungan serta
berorientasi resiko. Saudara diminta menjelaskan implementasi strategi
defender, reaktor, prospektor dan analyser dalam konsep pengembangan usaha Sofware
komputer. (40 point)
JAWAB:
TEORI :
•
Strategi Prospektor
(Prospector)
Ø mengutamakan keberhasilan dalam berinovasi
Ø Prospektor adalah hampir kebalikan dari defender. Kekuatan mereka adalah
menemukan dan mengeksploitasi produk baru dan peluang pasar. Inovasi lebih
penting dari pada keuntungan besar. Strategi prospektor berfokus pada inovasi
produk dan peluang pasar. Perusahaan-perusahaan yang mengadopsi strategi ini
cenderung untuk menekankan pada kreatifitas dan fleksibilitas di atas efisiensi
dalam perintah untuk merespon secara cepat pada perubahan kondisi pasar dan
mengambil keuntungan dari peluang pasar baru. Struktur organisasi dari
perusahaan prospektor adalah informal dan terdesentralisasi untuk lebih
fleksibilitas dan respon lebih cepat pada perubahan lingkungan (Stathakopolous,
1998 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21). Prospektor cenderung untuk memiliki system
kontrol terdesentralisasi dan untuk menggunakan ukuran ad hoc (Miles dan Snow,
1978 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21).
Ø Untuk
pengembangan usaha sofware computer dengam implementasi strategi defender
memang untuk kondisi bisnis sofware computer saat ini cocok mengingat banyak
nya pesaing yang ada Disamping pendatang baru potensial yang saling berebut
pangsa pasar. Berdasarkan siklus daur hidup produk maka produk software
computer sangat dinamis perkembangannya, oleh karena itu inovasi dan
diferensiasi sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan merebut pangsa pasar.
Disamping itu siklus pertumbuhan pada produk yang berhasil karena bila suatu
produk diciptakan berhasil maka akan banyak muncul pengikut.
1)
Perusahaan tersebut harus mencari cara untuk memperbesar permintaan pasar
keseluruhan.
2)
Perusahaan tersebut harus melindungi pangsa pasarnya sekarang melalui tindakan
defensif dan ofensif yang tepat.
3)
Perusahaan tersebut harus berusaha meningkatkan pangsa pasarnya lebih jauh,
walaupun ukuran pasarnya tetap sama.
•
Strategi Bertahan (Defender)
Ø mementingkan stabilitas pasar yang menjadi targetnya
Ø Strategy defender meneliti pada stabilitas pasar, dan menawarkan serta
mencoba untuk melindungi lini produk yang terbatas untuk segmen yang sempit
dari pasar yang potensial. Defender mencoba membagi-bagi dan memperbaiki ceruk
pasar ke dalam industri dimana pesaing menemukanya sulit untuk penetrasi.
Mereka bersaing utamanya pada basis harga, kualitas, pengantaran, dan jasa
serta konsentrasi pada efisiensi operasi dan kontrol biaya yang ketat untuk
memelihara persaingan mereka. Struktur dan proses mereka terformalisasi dan
terdesentralisasi (Stathakopoulos, 1998 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21).
Organisasi melakukan hal ini melalui tindakan ekonomis yang standar, seperti
misalnya bersaing dengan harga atau menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Ø Implementasi
strategi defender dalam konsep
pengembangan usaha software computer, karena segmennya terbatas untuk konsumennya
tertentu maka perusahaan lebih focus kepada kualitas, dan pelayanan terhadap
segment tersebut, walaupun kemungkinan untuk dimasuki oleh pesaing sulit namun
perusahaan tetap harus memperhatikan perkembangan lingkungan terutama pesaing.
Kualitas dan fungsi, service, dan diferensiasi dari produk yang dibuat
hendaknya menjadi pertimbangan utama manajemen.
•
Strategi
Penganalisis (Analyzer)
Ø menganalisis ide bisnis baru sebelum organisasi memasuki bisnis tersebut
Ø Analyzer mencoba mengambil yang terbaik dari kedua strategi tersebut di
atas. Mereka mencoba meminimalkan resiko dan memaksimalkan peluang untuk
memperoleh laba. Strategi mereka adalah hanya akan bergerak ke produk baru atau
pasar baru, setelah keberhasilannya dibuktikan oleh prospektor. Analyzer hidup
dari imitasi. Mereka mengambil alih ide-ide yang sukses dari prospektor dan
kemudian menirunya. Analyzer cenderung untuk beroperasi dalam paling sedikit
dua wilayah pasar produk yang berbeda, yaitu: satu stabil, yang mereka tekankan
pada efisiensi dan satu variabel, yang mereka tekankan pada inovasi. Struktur
organisasi mereka adalah komplek, merefleksikan pasar yang sangat luas yang
mereka operasikan. Mereka mencoba untuk mengkombinasikan karakteritik dari
organisasi mekanistik dan organik.
Ø Implementasi
dari konsep ini adalah perusahaan cenderung menjadi follower. Perusahaan dengan
operasional perusahaan baik namun kurang memiliki strategi yang baik. Melakukan
rekayasa yang didasarkan pada pengubahan produk agar cocok dengan bagian
pelanggan tertentu. Perusahaan ini cenderung bereaksi terhadap kebutuhan yang
mereka identifikasi dalam lingkungan.
•
Strategi Reaktor
Ø organisasi yang bereaksi terhadap perubahan lingkungan
Ø Reaktor mewakili strategi sisa. Nama tersebut dimaksudkan untuk
menjelaskan pola-pola yang tidak konsisten dan tidak stabil yang timbul jika
salah satu dari ketiga strategi lainnya dikejar secara tidak benar. Pada
umumnya, reaktor memberikan tanggapan secara tidak benar. Pada umumnya,
berprestasi buruk, dan akibatnya mereka segan mengikat diri secara agresif pada
strategi tertentu untuk masa datang. Reaktor secara sederhana bereaksi pada
perubahan lingkungan dan membuat strategik menyesuaikan hanya kapan tekanan
datang. Mereka secara karakteristik kurang strategi koheren dan tidak dapat
untuk merespon secara cepat pada perubahan lingkungan.
Ø Pada
prinsipnya implementasi strategi ini adalah penerapan strategi defensive dimana
perusahaan hanya akan melakukan reaksi apabila mendapat tekanan dari
lingkungan. Biasanya pendekatan ini dilakukan oleh perusahaan yang ukuran
pasarnya relative kecil.


2.
Please read case # 15 thoroughly and answer the
following questions: Silakan membaca
kasus # 15 menyeluruh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.
What
positions did the company’s products currently hold against competition (Posisi apa perusahaan produk saat
ini terus menghadapi persaingan)?
JAWAB :
TEORI :
Strategi
untuk menghadapi pesaing dapat dilakukan untuk posisi-posisi berikut:
Strategi pemimpin pasar
Pemimpin pasar meliputi berbagai hal
seperti menciptakan produk baru, memberikan promosi, meningkatkan
kualitas produk yang sudah ada dan hal-hal lain yang belum dilakukan
oleh pesaing. Sehingga kegiatan pemimpin pasar akan selalu diikuti oleh
pesaing. Tujuan utama yang dijalankan oleh pemimpin pasar adalah menjadi atau tetap
nomor satu.
Strategi penantang pasar
Penantang pasar merupakan penantang
pemimpin pasar. Bukan tidak mungkin posisi pasar yang dipegang oleh
pemimpin pasar akan segera diambil oleh penantang pasar. Dalam
melakukan strateginya, penantang pasar sering mendahului penantang pasar. Tujuan
utama dari penantang pasar adalah meningkatkan market share.
Strategi pengikut pasar
Pengikut pasar adalah pesaing yang
hanya mengikuti kegiatan pemimpin dan penantang pasar. Setiap gerakan yang
dilakukan pemimpin dan penantang pasar selalu diikuti oleh pengikut pasar.
Tujuan utama yang dijalankan oleh pengikut pasar adalah dengan
spesialisasi.
Strategi relung pasar
Relung pasar adalah pemain yang
memiliki lingkungan tersendiri tanpa dipengaruhi oleh pesaing lainnya.
Posisi ini memiliki celah tersendiri di dalam pasar. Terkadang posisi ini tidak pernah
dipedulikan oleh pemimpin pasar atau penantang pasar. Tujuan utama yang dijalankan
oleh relung pasar adalah dapat hidup terus dengan pertumbuhan sedang.
KASUS
Grup
Indofood merupakan perusahaan “ Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan
proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga
menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Dalam menjalankan kegiatan
usahanya, Grup Indofood terbagi atas empat kelompok usaha strategis, yaitu:
1. Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), terdiri dari lima divisi yaitu:
Ø Divisi Mi Instan, Grup Indofood merupakan perusahaan “ Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan
proses dengan produknya seperti Indomie, SuperMi, Sarimi, Mi Instan Sakura, Pop
Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam. Divisi ini memiliki 15 pabrik mi instan
di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia. Selain itu divisi
ini juga memiliki tiga pabrik pembuatan bumbu mi instan yang berlokasi di Jawa.
Ø Divisi Dairy, bergabung dalam Grup CBP melalui akuisisi PT Indolakto pada akhir Desember
2008. Produk yang dihasilkan diantaranya susu kental manis, susu cair (UHT),
susu bubuk, es krim, minuman yoghurt dan mentega. Merek‐merek milik Indolakto diantaranya Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Kremer,
Orchid Butter, Crima, Nice Yoghurt dan Indoeskrim. Indolakto memiliki tiga
fasilitas pengolahan susu dan satu fasilitas pengolahan es krim yang berlokasi
di Yakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Ø Divisi
Penyedap Makanan, berada di bawah pengawasan PT Indofood CBP Sukses Makmur,
memproduksi berbagai macam produk kuliner seperti kecap, saus tomat, saus
sambal dan kaldu serta memproduksi dan memasarkan sirup. Divisi ini memasok
produk kuliner kepada Grup Indofood dan PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia
(NICI) yang merupakan perusahan patungan dengan Nestle. Merek‐merek dibawah divisi ini ialah Indofood Bumbu Racik, Indofood Syrup, Sambal
Indofood, Kecap Indofood, Maggi. Kecap Piring Lombok dan Indofood Bumbu Instan.
Divisi ini mengoperasikan dua pabrik yang berlokasi di Cibitung dan Semarang.
Ø Divisi Makanan Ringan, dibawah naungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang merupakan
perusahaan patungan dengan Pepsico, memproduksi dan memasarkan makanan ringan
modern di Indonesia yang terbuat dari bahan baku kentang, singkong, beras dan
jagung dengan berbagai merek seperti Chitato, Chiki, Jetz, Qtela, Cheetos dan
Lays. Divisi ini mempunyai dua pabrik yang berlokasi di Tangerang dan Semarang.
Divisi Nutrisi & Makanan Khusus, dibawah naungan PT Indofood CBP Sukses
Makmur memproduksi berbagai makanan untuk bayi, anak‐anak dan ibu hamil dengan produk utamanya bubur sereal dan bubur tim instan
dengan merek Promina dan SUN. Divisi ini memiliki pabrik yang berlokasi di
Padalarang, Jawa Barat.
Ø Divisi Kemasan, saat ini beroperasi dibawah naungan PT Indofood CBP Sukses Makmur untuk
kemasan fleksibel dan PT Surya rengo Container untuk kemasan karton. Divisi ini
memasok kebutuhan kemasan berbagai divisi operasional INDF dan melayani
konsumen pihak ketiga baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Divisi
ini memiliki pabrik kemasan fleksibel di Jakarta, Tangerang dan Purwakarta
dengan total kapasitas produksi sekitar 840 juta meter kemasan per tahun.
Sedangkan pabrik kemasan karton berada di Tangerang, Semarang dan Surabaya
dengan total kapasitas 114 ribu ton per tahun.
Ø Divisi Internasional, merupakan divisi ekspor dari produk‐produk bermerek INDF yang
menjalankan kegiatan penjualan dan pemasaran di pasar Internasional. Divisi ini
mengekspor mi instan, makanan bayi, bumbu penyedap makanan dalam bentuk saos
dan instan, pasta dan tepung terigu ke banyak negara seperti Australia,
Hongkong, Belanda, AS dan Selandia Baru.
2. Grup Bogasari
Ø Bogasari merupakan perusahaan
penggilingan tepung terigu terintegrasi dan terbesar di Indonesia serta
merupakan perusahaan penggilingan tepung terigu terbesar di dunia yang terletak
di satu lokasi. Dua pabrik tepung terigu Bogasari berlokasi di Jakarta dan
Surabaya.
Ø Kegiatan usaha grup ini juga
didukung oleh bisnis perkapalan dengan lima unit kapal. Armada perkapalan ini
sebagian digunakan untuk mengangkut gandum ke negara lain. Grup ini juga
memiliki fasilitas sendiri untuk memproduksi kantong tepung terigu
polyprophelene.
Ø Divisi ini memproduksi berbagai
macam tepung terigu dengan merek Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar,
serta memproduksi pasta dengan merek La Fonte.
3. Grup Agribisnis
Dibawah naungan PT Salim Ivomas
Pratama dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) yang merupakan anak perusahaan Indofood
Agri Resources. Perusahaan ini terutama menjalankan bisnis perkebunan kelapa
sawit yang terintegrasi dengan pengolahannya serta memasarkan produk‐produk yang dihasilkannya seperti minyak goreng, margarin, shortening dan
produk turunan kelapa sawit. Kegiatan usaha LSIP juga meliputi perkebunan
karet, tebu, teh dan kakao. Grup ini terdiri dari tiga divisi yaitu:
Ø Divisi Perkebunan
Divisi Perkebunan terutama bergerak dalam bidang
perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dengan fasilitas penelitian dan
pengembangan, pemulian bibit kelapa sawit, pengembangan perkebunan serta pabrik
kelapa sawit. Divisi ini dikenal sebagai salah satu perkebunan yang paling
produktif di Indonesia dan Malaysia. Selain itu divisi ini juga bergerak dalam
bidang perkebunan karet, kakao dan teh, termasuk fasilitas pengolahannya Pada
akhir 2008, divisi ini memiliki lahan perkebunan inti seluas 539.016 hektar,
dimana sekitar 183.113 hektar telah ditanami dengan kelapa sawit dan sekitar
30.215 hektar telah ditanami dengan karet, tebu, teh dan kakao. Divisi ini juga
mengelola sekitar 76.500 hektar perkebunan plasma. Saat ini divisi ini
mengoperasikan 18 pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Sumatera dan
Kalimantan dengan total kapasitas pengolahan sebesar 3,8 juta ton tandan buah
segar per tahun. Divisi ini juga mengelola empat pabrik karet remah, tiga
pabrik karet lembaran, satu pabrik kakao, satu pabrik teh dan satu pabrik gula.
Melalui PT Salim Ivomas Pratama, perseroan melakukan penyertaan di PT
Lajuperdana Indah (LPI), sebuah perusahaan perkebunan tebu yang terintegrasi
dengan pabrik gula. LPI memiliki lahan sekitar 37.500 hektar yang berlokasi di
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan dengan lahan yang sudah
ditanami dengan tanaman tebu seluas 4.174 hektar. Mulai April 2008, LPI memulai
konstruksi pabrik gula di Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 8.000 tons
of cane per day (tcd), yang diperkirakan selesai pada tahun 2010. LPI juga memiliki
pabrik gula di Kapubaten Pati dengan kapasitas produksi 3.000 tcd.
Ø Divisi Minyak Goreng dan Margarin
Divisi ini memproduksi serta memasarkan berbagai merek
produk minyak goreng, margarin dan shortening seperti Bimoli, Simas dan Palma
yang melayani segmen konsumen dan industri. Fasilitas pabrik divisi ini
berlokasi di Jakarta, Surabaya, Bitung dan Medan.
Ø Divisi Komoditi
Divisi ini terutama memproduksi minyak kelapa (CNO)
dan produk turunannya untuk diekspor ke AS, Eropa, Cina dan Korea Selatan.
Divisi ini mengoperasikan tiga crushing mill kopra di Sulawesi dan Tobelo.
4. Grup Distribusi
Sekitar 70% dari produk‐produk Grup Indofood dalam kemasan eceran didistribusikan oleh grup
distribusi, sisanya disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Sedangkan produk‐produk dalam kemasan besar disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Saat
ini grup distribusi melayani sekitar 255 ribu pedagang eceran yang terdaftar di
seluruh Indonesia.
Prospek Usaha INDF dan Keanekaragaman produk‐produk yang dihasilkan INDF dan posisinya di pasar yang relatif kuat
menjadikan prospek usahanya cukup menjanjikan.
Indofood CBP
akan mengelola empat anak usaha induk INDF , yaitu PT Indosentra Pelangi, PT
Gizindo Primanusantara, PT Indobiskuit Mandiri Makmur dan PT Ciptakemas Abadi.
Untuk itu akan dilakukan penggabungan usaha terhadap anak‐anak perusahaan tersebut, yang diharapkan akan membuat pengelolaan usaha
menjadi lebih efisien, efektif dan produktif. Sehingga dapat meningkatkan daya
saing dalam industri produk konsumen bermerek di pasar domestik dan
internasional. Merger keempat anak usaha tersebut juga diharapkan bisa
memperkuat struktur keuangan sehingga akan mendukung pengembangan usaha ke
depan dan sebagai upaya untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga, termasuk
melalui bursa saham dengan melakukan penawaran umum perdana bagi PT Indofood
CBP. Selain itu INDF telah mengalihkan seluruh saham dan pinjaman tiga anak
perusahaan kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur pada 6 Januari 2010, yaitu:
1. PT Surya Rengo Containers, sebanyak 1,2 juta lembar
saham (60%) senilai USD 14,32 juta
2. PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia, sebanyak 25
ribu lembar saham (50%) senilai IDR 25 miliar
3. Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd, sebanyak 3,49
juta lembar saham (100%) senilai IDR 9,8 miliar.
Sedangkan pinjaman yang dialihkan
sebesar USD2,5 juta. Sehingga anak‐anak usaha INDF yang disebutkan
di atas menjadi anak usaha langsung PT Indofood CBP dan menjadi anak perusahaan
tidak langsung INDF. Selain ketiga anak usaha di atas, INDF juga akan melakukan
transfer atas anak usaha PT Indofood Fritolay Makmur sebanyak 51% dan 100%
saham Drayton Pte, Ltd.
Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari
restrukturisasi internal ini ialah :
1. Membuka peluang bagi INDF
untuk memisahkan operasional bisnis divisi mi instan menjadi badan yang terpisah
secara legal sehingga mempermudah untuk mengembangkannya.
2. Meningkatkan efisiensi bagi
aspek keuangan, administrasi, operasional dan organisasi.
3. Perusahaan baru tersebut akan
mempunyai kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya dalam upaya meningkatkan nilai
perusahaan.
4. Membuka lebih banyak sumber
dana untuk ekspansi.
ANALISIS
PT. Indofood Fritolay Makmur adalah salah satu perusahaan produksi makanan
ringan (snack) dengan kemasan modern, yang terbesar di Indonesia. Perusahaan
ini memproduksi berbagai macam snack, termasuk kripik kentang,singkong, beras dan jagung dengan berbagai merek seperti Chitato, Chiki,
Jetz, Qtela, Cheetos dan Lays. Dll merek-merek ini terdaftar dan mendapat
sertifikat halal.
Sebagai market Leader PT. IFL merupakan gabungan join venture dari PT.
Indofood Sukses Makmur Tbk dan PepsiCo Internasional. Perusahaan ini beroperasi
dengan dua pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi. Produk-produk
Indofood ini mempunyai distribusi utama yaitu Indomarco, distributor yang
berdiri sendiri. Produk-produk indofood ini dijual lebih dari 150.000 retail
outlets di Indonesia. Kantor pusat Indofood di dukung dengan sistem informasi
berteknologi tinggi dengan menggunakan satelit, sehingga cabang-cabang
perusahaan yg terletak berjauhan dapat mengaksesinformasi.
Potensi Perusahaan
Indofood berpotensi sangat besar dalam hal makanan ringan untuk semakin
berkembang karena memang Indofood mempunyai nama paling kuat diantara para
kompetitor sejenisnya, dibandingkan dengan produsen sejenisnya Indofood
merupakan produsen makanan ringan yang sangat terkenal dan mempunyai brand
awareness yang sangat tinggi.
Dalam distribusinya IFM mempunyai distributor utama yang kuat yaitu
Indomarco, yg selalu berusaha memasarkan produknya ke dalam negeri secara
meluas hingga ke pelosok. Sistem distribusi yang kuat inilah yang dapat membuat
Indofood menjadi perusahaan kuat.

Posisi Perusahaan
Posisi PT. Indofood Fritolay Makmur saat ini sangat baik, dilihat dari
namanya Indofood merupakan Market Leader dari makanan ringan yang ada. Indofood
gencar melakukan promosi, dan menyebabkan menjadi yang teratas dalam hal brand
awareness.
Strategi
Perusahaan
Indofood mempunyai berbagai macam strategi dalam produknya. Yaitu
memperluas dan memperbanyak jenis produknya, antara lain : bumbu masak, minyak
goreng, makanan bayi, tepung dan snack, biskuit, dsb.
Selain produk-produknya terus dikembangkan, indofood juga gencar berpromosi
iklan dan memberikan berbagai macam bonus untuk para konsumen dan retailernya.
Salah satunya yang paling terkenal adalah strategi toys inserted-nya yang
banyak disukai anak-anak, yaitu Tazoz hampir semua anak-anak mengumpulkannya
dengan membeli produknya, selain itu promosi penjualan dengan cara beli 5 dapat
1dll.Disamping itu distribusi yang kuat yaitu melalui Indomarco.
Wilayah Pemasaran
:
Wilayah pemasaran
mencakup lebih dari 50 negara di dunia antara lain :
Asean dan Asia
Utara, Australia, Amerika Utara, Kanada, Nigeria, Eropa, Afrika, Timur Tengah,
Afrika Utara dan Selatan.
Potensi Pasar
Potensi pasar
yang dimiliki oleh Indofood sangatlah luas, mengingat daerah distribusi yang
dimiliki oleh perusahaan sangatlah luas dan kuat. Karena makanan ringan adalah consumer
goods, maka pasar yang dituju oleh perusahaan ini sangatlah berpotensi.
b. What
were the strength did the company’s product currently holds compare to its competitors (Apa kekuatan produk perusahaan yg dipegang saat ini
dibandingkan kompetitornya)?
JAWAB
TEORI
Analisa SWOT
adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif
(memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai
faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya
masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa
SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan
untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan
dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu
memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh
organisasi.
Analisa ini terbagi atas empat
komponen dasar yaitu :
- Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi
atau program pada saat ini.
- Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi
atau program pada saat ini.
- Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan
peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi
organisasi dimasa depan.
- Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang
dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa
depan.
Selain empat komponen dasar ini,
analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa
Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya
masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen,
seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness
mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.
MATRIK SWOT adalah alat untuk
menyusun faktor-faktor strategis organisasi yang dapat menggambarkan secara
jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat
disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
IFAS (Internal Strategic Factors
Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktor-faktor strategis
internal dalam kerangka KEKUATAN (Strengths) dan KELEMAHAN (Weaknesses).
EFAS (External Strategic Factors
Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktor-faktor strategis
eksternal dalam kerangka KESEMPATAN (Opportunities) dan ANCAMAN (Threats).

STRATEGI SO adalah strategi yang
ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan
seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
STRATEGI WO adalah strategi yang
ditetapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan
kelemahan yang ada.
STRATEGI ST adalah strategi yang
ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki organisasi untuk mengatasi
ancaman.
STRATEGI WT adalah strategi yang
ditetapkan berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Elemen-elemen Analisis SWOT
Analisis Kekuatan Indofood Fritolay Makmur
|
IFM Strenghts (Kekuatan)
|
Kompetitor Strenghts (Kekuatan)
|
|
· Kompetensi yang unik
à Market Leader
à Produk Indofood ini terdaftar dan mendapat sertifikat halal
à pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi
à distributor
utama yang kuat yaitu Indomarco, yg selalu berusaha memasarkan produknya ke
dalam negeri secara meluas hingga ke pelosok
à Berbagai Jenis
Produk Makanan Ringan
à Indofood gencar
melakukan promosi
à Toys
inserted-nya yang banyak disukai anak-anak
|
|
|
· Sumberdaya keuangan yang
memadai
à Merger keempat anak usaha tersebut juga diharapkan bisa memperkuat
struktur keuangan sehingga akan mendukung pengembangan usaha ke depan dan
sebagai upaya untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga.
à penawaran umum perdana bagi PT Indofood CB.
à INDF juga akan melakukan transfer atas anak usaha PT Indofood Fritolay
Makmur sebanyak 51% dan 100% saham Drayton Pte, Ltd
|
|
|
· Citra yang baik
à Memperoleh
brand awareness kategori makanan ringan.
à Brand image
|
|
|
· Keunggulan biaya
à pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi
|
|
|
· Kemampuan inovasi tinggi
à Berbagai Jenis
Produk Makanan Ringan
|
|
|
· Keterampilan yang unggul
à Manajemen yg
mempunyai skill
|
|
c.
What
were the weakness did the company’s product currently render compare to its
competitors? (Apa kelemahan produk perusahaan saat ini dibandingkan
kompetitornya)
Elemen-elemen Analisis SWOT Analisis Kelemahan
|
Indofood Fritolay Makmur
Kelemahan
|
Kompetitor
(..............................)
|
|
· tidak ada arah strategi
yang jelas
-
|
·
|
|
· posisi persaingan yang
kurang baik
-
|
·
|
|
· fasilitas yang “usang”
-
|
·
|
|
· kesenjangan kemampuan
manajerial
-
|
·
|
|
· lini produk yang sempit
-
|
·
|
|
· citra yang kurang baik
-
|
·
|
- In what segment(s)
could the company established strong competitive advantage? (Dalam
apa segmen (s) bisa mendirikan perusahaan keunggulan kompetitif yang kuat?
Perusahaan dapat bermain pada segmen yang telah ada atau dengan kata lain
perusahaan telah memiliki keunggulan kompetitif nya dengan melayani segmen yang
ada sekarang. Dengan alasan bahwa makanan ringan
adalah consumer goods, maka pasar yang dituju oleh perusahaan ini sangatlah
berpotensi.
- What was the reasons
Buoy recommending either the repositioning of “chiki” or focusing on PT IPM’s other product? Explain your answer as
clear as possible. ! (Apa alas an Buoy baik
merekomendasikan reposisi "chiki" atau fokus pada produk lainnya
PT PHT's? Jelaskan
jawaban Anda sejelas mungkin)
makanan ringan
adalah consumer goods
- Identify five forces
in the snack food manufacturing that affect the effectiveness of product
strategy of PT IPM’s to its corporate objectives. (Mengidentifikasi lima
kekuatan dalam pembuatan makanan ringan yang mempengaruhi efektivitas
strategi produk PT IPM untuk tujuan perusahaan.)
ANALISIS STRUKTUR KEKUATAN PERSAINGAN:
Five Forces Model (Porter, 1985)

COMPETITIVE STRATEGY dari MICHAEL
E.PORTER
- Ancaman masuk pendatang baru
Ada beberapa faktor penghambat
pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut hambatan
masuk. Faktor-faktor hambatan masuk yang dimaksud adalah:
Ø
Skala
ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi
dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang
tinggi, padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang
terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga
harga per unit barang menjadi lebih rendah.
Ø
Diferensiasi
produk
Diferensiasi yang akan menciptakan
hambatan masuk ini memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang
besar untuk merebut para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/uatam.
Usaha besar itu, misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis
yang baik. Pada tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan
bahkan akan menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
Ø
Kecukupan
modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar
merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri
yang memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
Ø
Biaya
peralihan
Hamabatan masuk akan tercipta dengan
adanya peralihan pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana
berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
Ø
Akses
ke saluran distribusi
Jalur distribusi sangat menentukan
penyebaran produk.
Ø
Ketidakunggulan
biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan
yang sudah ada sulit ditiru oleh pendatang baru.
Ø
Peraturan
pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan
sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu.
- Persaingan sesama perusahaan dalam industri
Menurut Porter, tingkat persaingan itu
dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:
Ø
Jumlah
kompetitor
Ø
Tingkat
pertumbuhan industri
Ø
Karakteristik
produk
Ø
Biaya
tetap yang besar
Ø
Kapasitas
Ø
Hambatan
keluar
- Ancaman dari produk pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada
dalam suatu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti.
Walaupun karakteristiknya berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi
atau jasa yang sama. Ancaman produk substitusi kuat bilamana konsumen
dihadapkan pada switching cost yang sedikit dan jika produk substitusi
itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi
dari produk-produk suatu industri.
- Kekuatan tawar-menawar pembeli (Buyers)
Para pembeli, dengan kekuatan yang
mereka miliki, mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk,
meningkatkan mutu dan servis serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya.
Dengan demikian, beberapa kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehungan
dengan adanya kekuatan ini antara lain, adalah:
Ø
Pembeli
mampu memproduksi produk yang diperlukan
Ø
Sifat
produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
Ø
Switching
cost pemasok adalah kecil
Ø
Pembeli
mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitif terhadap harga
dan diferensiasi servis.
Ø
Produk
perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli dengan mudah
mencari substitusinya.
- Kekuatan tawar-menawar pemasok (Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri
lewat kemampuan mereka menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau
servis. Pemasok menjadi kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:
Ø
Jumlah
pemasok sedikit
Ø
Produk/servis
yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang besar.
Ø
Tidak
tersedia produk substitusi
Ø
Pemasok
mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi
produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.
(The total point for question # 2 is 60,
i.e., 10 for each items)
Catatan: jawaban pertanyaan
nomor 2 boleh dalam bahasa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar