Kamis, 12 November 2015

MANAJEMEN STRATEGI-6

JAWABLAH SEMUA SOAL DI BAWAH DAN GUNAKAN KERTAS JAWABAN YANG BERBEDA UNTUK TIAP NOMOR SOAL. DALAM MENGALOKASIKAN WAKTU SAUDARA, MAKA PERHATIKANLAH NILAI/POIN TIAP  SOAL (TOTAL  NILAI ADALAH 100 POIN)

1.    Miles dan Snow (1978) mengklasifikasi strategi sebagai berikut: strategi defender, reaktor, prospektor, dan analyser, dimana strategi ini menekankan adaptasi terhadap perubahan lingkungan serta berorientasi resiko. Saudara diminta menjelaskan implementasi strategi defender, reaktor, prospektor dan analyser  dalam konsep pengembangan usaha Sofware komputer.  (40 point)

JAWAB:
TEORI :
   Strategi Prospektor (Prospector)
Ø mengutamakan keberhasilan dalam berinovasi
Ø Prospektor adalah hampir kebalikan dari defender. Kekuatan mereka adalah menemukan dan mengeksploitasi produk baru dan peluang pasar. Inovasi lebih penting dari pada keuntungan besar. Strategi prospektor berfokus pada inovasi produk dan peluang pasar. Perusahaan-perusahaan yang mengadopsi strategi ini cenderung untuk menekankan pada kreatifitas dan fleksibilitas di atas efisiensi dalam perintah untuk merespon secara cepat pada perubahan kondisi pasar dan mengambil keuntungan dari peluang pasar baru. Struktur organisasi dari perusahaan prospektor adalah informal dan terdesentralisasi untuk lebih fleksibilitas dan respon lebih cepat pada perubahan lingkungan (Stathakopolous, 1998 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21). Prospektor cenderung untuk memiliki system kontrol terdesentralisasi dan untuk menggunakan ukuran ad hoc (Miles dan Snow, 1978 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21).
Ø Untuk pengembangan usaha sofware computer dengam implementasi strategi defender memang untuk kondisi bisnis sofware computer saat ini cocok mengingat banyak nya pesaing yang ada Disamping pendatang baru potensial yang saling berebut pangsa pasar. Berdasarkan siklus daur hidup produk maka produk software computer sangat dinamis perkembangannya, oleh karena itu inovasi dan diferensiasi sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan merebut pangsa pasar. Disamping itu siklus pertumbuhan pada produk yang berhasil karena bila suatu produk diciptakan berhasil maka akan banyak muncul pengikut.
1) Perusahaan tersebut harus mencari cara untuk memperbesar permintaan pasar keseluruhan.
2) Perusahaan tersebut harus melindungi pangsa pasarnya sekarang melalui tindakan defensif dan ofensif yang tepat.
3) Perusahaan tersebut harus berusaha meningkatkan pangsa pasarnya lebih jauh, walaupun ukuran pasarnya tetap sama.


   Strategi Bertahan (Defender)
Ø  mementingkan stabilitas pasar yang menjadi targetnya
Ø  Strategy defender meneliti pada stabilitas pasar, dan menawarkan serta mencoba untuk melindungi lini produk yang terbatas untuk segmen yang sempit dari pasar yang potensial. Defender mencoba membagi-bagi dan memperbaiki ceruk pasar ke dalam industri dimana pesaing menemukanya sulit untuk penetrasi. Mereka bersaing utamanya pada basis harga, kualitas, pengantaran, dan jasa serta konsentrasi pada efisiensi operasi dan kontrol biaya yang ketat untuk memelihara persaingan mereka. Struktur dan proses mereka terformalisasi dan terdesentralisasi (Stathakopoulos, 1998 dalam Jabnoun, et.al, 2003:21). Organisasi melakukan hal ini melalui tindakan ekonomis yang standar, seperti misalnya bersaing dengan harga atau menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Ø  Implementasi strategi defender  dalam konsep pengembangan usaha software computer, karena segmennya terbatas untuk konsumennya tertentu maka perusahaan lebih focus kepada kualitas, dan pelayanan terhadap segment tersebut, walaupun kemungkinan untuk dimasuki oleh pesaing sulit namun perusahaan tetap harus memperhatikan perkembangan lingkungan terutama pesaing. Kualitas dan fungsi, service, dan diferensiasi dari produk yang dibuat hendaknya menjadi pertimbangan utama manajemen.

         Strategi Penganalisis (Analyzer)
Ø  menganalisis ide bisnis baru sebelum organisasi memasuki bisnis tersebut
Ø  Analyzer mencoba mengambil yang terbaik dari kedua strategi tersebut di atas. Mereka mencoba meminimalkan resiko dan memaksimalkan peluang untuk memperoleh laba. Strategi mereka adalah hanya akan bergerak ke produk baru atau pasar baru, setelah keberhasilannya dibuktikan oleh prospektor. Analyzer hidup dari imitasi. Mereka mengambil alih ide-ide yang sukses dari prospektor dan kemudian menirunya. Analyzer cenderung untuk beroperasi dalam paling sedikit dua wilayah pasar produk yang berbeda, yaitu: satu stabil, yang mereka tekankan pada efisiensi dan satu variabel, yang mereka tekankan pada inovasi. Struktur organisasi mereka adalah komplek, merefleksikan pasar yang sangat luas yang mereka operasikan. Mereka mencoba untuk mengkombinasikan karakteritik dari organisasi mekanistik dan organik.
Ø  Implementasi dari konsep ini adalah perusahaan cenderung menjadi follower. Perusahaan dengan operasional perusahaan baik namun kurang memiliki strategi yang baik. Melakukan rekayasa yang didasarkan pada pengubahan produk agar cocok dengan bagian pelanggan tertentu. Perusahaan ini cenderung bereaksi terhadap kebutuhan yang mereka identifikasi dalam lingkungan.


         Strategi Reaktor
Ø  organisasi yang bereaksi terhadap perubahan lingkungan
Ø  Reaktor mewakili strategi sisa. Nama tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan pola-pola yang tidak konsisten dan tidak stabil yang timbul jika salah satu dari ketiga strategi lainnya dikejar secara tidak benar. Pada umumnya, reaktor memberikan tanggapan secara tidak benar. Pada umumnya, berprestasi buruk, dan akibatnya mereka segan mengikat diri secara agresif pada strategi tertentu untuk masa datang. Reaktor secara sederhana bereaksi pada perubahan lingkungan dan membuat strategik menyesuaikan hanya kapan tekanan datang. Mereka secara karakteristik kurang strategi koheren dan tidak dapat untuk merespon secara cepat pada perubahan lingkungan.
Ø  Pada prinsipnya implementasi strategi ini adalah penerapan strategi defensive dimana perusahaan hanya akan melakukan reaksi apabila mendapat tekanan dari lingkungan. Biasanya pendekatan ini dilakukan oleh perusahaan yang ukuran pasarnya relative kecil.





































2.    Please read case # 15 thoroughly and answer the following questions: Silakan membaca kasus # 15 menyeluruh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.    What positions did the company’s products currently hold against competition (Posisi apa perusahaan produk saat ini terus menghadapi persaingan)?
JAWAB :
TEORI :
Strategi untuk menghadapi pesaing dapat dilakukan untuk posisi-posisi berikut:
Strategi pemimpin pasar
Pemimpin pasar meliputi berbagai hal seperti menciptakan produk baru, memberikan promosi, meningkatkan kualitas produk yang sudah ada dan hal-hal lain yang belum dilakukan oleh pesaing. Sehingga kegiatan pemimpin pasar akan selalu diikuti oleh pesaing. Tujuan utama yang dijalankan oleh pemimpin pasar adalah menjadi atau tetap nomor satu.
Strategi penantang pasar
Penantang pasar merupakan penantang pemimpin pasar. Bukan tidak mungkin posisi pasar yang dipegang oleh pemimpin pasar akan segera diambil oleh penantang pasar. Dalam melakukan strateginya, penantang pasar sering mendahului penantang pasar. Tujuan utama dari penantang pasar adalah meningkatkan market share.
Strategi pengikut pasar
Pengikut pasar adalah pesaing yang hanya mengikuti kegiatan pemimpin dan penantang pasar. Setiap gerakan yang dilakukan pemimpin dan penantang pasar selalu diikuti oleh pengikut pasar. Tujuan utama yang dijalankan oleh pengikut pasar adalah dengan spesialisasi.
Strategi relung pasar
Relung pasar adalah pemain yang memiliki lingkungan tersendiri tanpa dipengaruhi oleh pesaing lainnya. Posisi ini memiliki celah tersendiri di dalam pasar. Terkadang posisi ini tidak pernah dipedulikan oleh pemimpin pasar atau penantang pasar. Tujuan utama yang dijalankan oleh relung pasar adalah dapat hidup terus dengan pertumbuhan sedang.

KASUS
Grup Indofood merupakan perusahaan “ Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Grup Indofood terbagi atas empat kelompok usaha strategis, yaitu:
1. Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), terdiri dari lima divisi yaitu:
Ø  Divisi Mi Instan, Grup Indofood merupakan perusahaan “ Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan proses dengan produknya seperti Indomie, SuperMi, Sarimi, Mi Instan Sakura, Pop Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam. Divisi ini memiliki 15 pabrik mi instan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia. Selain itu divisi ini juga memiliki tiga pabrik pembuatan bumbu mi instan yang berlokasi di Jawa.
Ø  Divisi Dairy, bergabung dalam Grup CBP melalui akuisisi PT Indolakto pada akhir Desember 2008. Produk yang dihasilkan diantaranya susu kental manis, susu cair (UHT), susu bubuk, es krim, minuman yoghurt dan mentega. Merekmerek milik Indolakto diantaranya Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Kremer, Orchid Butter, Crima, Nice Yoghurt dan Indoeskrim. Indolakto memiliki tiga fasilitas pengolahan susu dan satu fasilitas pengolahan es krim yang berlokasi di Yakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Ø   Divisi Penyedap Makanan, berada di bawah pengawasan PT Indofood CBP Sukses Makmur, memproduksi berbagai macam produk kuliner seperti kecap, saus tomat, saus sambal dan kaldu serta memproduksi dan memasarkan sirup. Divisi ini memasok produk kuliner kepada Grup Indofood dan PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia (NICI) yang merupakan perusahan patungan dengan Nestle. Merekmerek dibawah divisi ini ialah Indofood Bumbu Racik, Indofood Syrup, Sambal Indofood, Kecap Indofood, Maggi. Kecap Piring Lombok dan Indofood Bumbu Instan. Divisi ini mengoperasikan dua pabrik yang berlokasi di Cibitung dan Semarang.
Ø  Divisi Makanan Ringan, dibawah naungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang merupakan perusahaan patungan dengan Pepsico, memproduksi dan memasarkan makanan ringan modern di Indonesia yang terbuat dari bahan baku kentang, singkong, beras dan jagung dengan berbagai merek seperti Chitato, Chiki, Jetz, Qtela, Cheetos dan Lays. Divisi ini mempunyai dua pabrik yang berlokasi di Tangerang dan Semarang. Divisi Nutrisi & Makanan Khusus, dibawah naungan PT Indofood CBP Sukses Makmur memproduksi berbagai makanan untuk bayi, anakanak dan ibu hamil dengan produk utamanya bubur sereal dan bubur tim instan dengan merek Promina dan SUN. Divisi ini memiliki pabrik yang berlokasi di Padalarang, Jawa Barat.
Ø  Divisi Kemasan, saat ini beroperasi dibawah naungan PT Indofood CBP Sukses Makmur untuk kemasan fleksibel dan PT Surya rengo Container untuk kemasan karton. Divisi ini memasok kebutuhan kemasan berbagai divisi operasional INDF dan melayani konsumen pihak ketiga baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Divisi ini memiliki pabrik kemasan fleksibel di Jakarta, Tangerang dan Purwakarta dengan total kapasitas produksi sekitar 840 juta meter kemasan per tahun. Sedangkan pabrik kemasan karton berada di Tangerang, Semarang dan Surabaya dengan total kapasitas 114 ribu ton per tahun.
Ø  Divisi Internasional, merupakan divisi ekspor dari produkproduk bermerek INDF yang menjalankan kegiatan penjualan dan pemasaran di pasar Internasional. Divisi ini mengekspor mi instan, makanan bayi, bumbu penyedap makanan dalam bentuk saos dan instan, pasta dan tepung terigu ke banyak negara seperti Australia, Hongkong, Belanda, AS dan Selandia Baru.
2. Grup Bogasari
Ø  Bogasari merupakan perusahaan penggilingan tepung terigu terintegrasi dan terbesar di Indonesia serta merupakan perusahaan penggilingan tepung terigu terbesar di dunia yang terletak di satu lokasi. Dua pabrik tepung terigu Bogasari berlokasi di Jakarta dan Surabaya.
Ø  Kegiatan usaha grup ini juga didukung oleh bisnis perkapalan dengan lima unit kapal. Armada perkapalan ini sebagian digunakan untuk mengangkut gandum ke negara lain. Grup ini juga memiliki fasilitas sendiri untuk memproduksi kantong tepung terigu polyprophelene.

Ø  Divisi ini memproduksi berbagai macam tepung terigu dengan merek Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar, serta memproduksi pasta dengan merek La Fonte.
3. Grup Agribisnis
Dibawah naungan PT Salim Ivomas Pratama dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) yang merupakan anak perusahaan Indofood Agri Resources. Perusahaan ini terutama menjalankan bisnis perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dengan pengolahannya serta memasarkan produkproduk yang dihasilkannya seperti minyak goreng, margarin, shortening dan produk turunan kelapa sawit. Kegiatan usaha LSIP juga meliputi perkebunan karet, tebu, teh dan kakao. Grup ini terdiri dari tiga divisi yaitu:
Ø  Divisi Perkebunan
Divisi Perkebunan terutama bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dengan fasilitas penelitian dan pengembangan, pemulian bibit kelapa sawit, pengembangan perkebunan serta pabrik kelapa sawit. Divisi ini dikenal sebagai salah satu perkebunan yang paling produktif di Indonesia dan Malaysia. Selain itu divisi ini juga bergerak dalam bidang perkebunan karet, kakao dan teh, termasuk fasilitas pengolahannya Pada akhir 2008, divisi ini memiliki lahan perkebunan inti seluas 539.016 hektar, dimana sekitar 183.113 hektar telah ditanami dengan kelapa sawit dan sekitar 30.215 hektar telah ditanami dengan karet, tebu, teh dan kakao. Divisi ini juga mengelola sekitar 76.500 hektar perkebunan plasma. Saat ini divisi ini mengoperasikan 18 pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan dengan total kapasitas pengolahan sebesar 3,8 juta ton tandan buah segar per tahun. Divisi ini juga mengelola empat pabrik karet remah, tiga pabrik karet lembaran, satu pabrik kakao, satu pabrik teh dan satu pabrik gula. Melalui PT Salim Ivomas Pratama, perseroan melakukan penyertaan di PT Lajuperdana Indah (LPI), sebuah perusahaan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan pabrik gula. LPI memiliki lahan sekitar 37.500 hektar yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan dengan lahan yang sudah ditanami dengan tanaman tebu seluas 4.174 hektar. Mulai April 2008, LPI memulai konstruksi pabrik gula di Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 8.000 tons of cane per day (tcd), yang diperkirakan selesai pada tahun 2010. LPI juga memiliki pabrik gula di Kapubaten Pati dengan kapasitas produksi 3.000 tcd.
Ø  Divisi Minyak Goreng dan Margarin
Divisi ini memproduksi serta memasarkan berbagai merek produk minyak goreng, margarin dan shortening seperti Bimoli, Simas dan Palma yang melayani segmen konsumen dan industri. Fasilitas pabrik divisi ini berlokasi di Jakarta, Surabaya, Bitung dan Medan.
Ø  Divisi Komoditi
Divisi ini terutama memproduksi minyak kelapa (CNO) dan produk turunannya untuk diekspor ke AS, Eropa, Cina dan Korea Selatan. Divisi ini mengoperasikan tiga crushing mill kopra di Sulawesi dan Tobelo.

4. Grup Distribusi
Sekitar 70% dari produkproduk Grup Indofood dalam kemasan eceran didistribusikan oleh grup distribusi, sisanya disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Sedangkan produkproduk dalam kemasan besar disalurkan oleh distributor pihak ketiga. Saat ini grup distribusi melayani sekitar 255 ribu pedagang eceran yang terdaftar di seluruh Indonesia.
Prospek Usaha INDF dan  Keanekaragaman produkproduk yang dihasilkan INDF dan posisinya di pasar yang relatif kuat menjadikan prospek usahanya cukup menjanjikan.

Indofood CBP akan mengelola empat anak usaha induk INDF , yaitu PT Indosentra Pelangi, PT Gizindo Primanusantara, PT Indobiskuit Mandiri Makmur dan PT Ciptakemas Abadi. Untuk itu akan dilakukan penggabungan usaha terhadap anakanak perusahaan tersebut, yang diharapkan akan membuat pengelolaan usaha menjadi lebih efisien, efektif dan produktif. Sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam industri produk konsumen bermerek di pasar domestik dan internasional. Merger keempat anak usaha tersebut juga diharapkan bisa memperkuat struktur keuangan sehingga akan mendukung pengembangan usaha ke depan dan sebagai upaya untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga, termasuk melalui bursa saham dengan melakukan penawaran umum perdana bagi PT Indofood CBP. Selain itu INDF telah mengalihkan seluruh saham dan pinjaman tiga anak perusahaan kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur pada 6 Januari 2010, yaitu:
1. PT Surya Rengo Containers, sebanyak 1,2 juta lembar saham (60%) senilai USD 14,32 juta
2. PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia, sebanyak 25 ribu lembar saham (50%) senilai IDR 25 miliar
3. Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd, sebanyak 3,49 juta lembar saham (100%) senilai IDR 9,8 miliar.

Sedangkan pinjaman yang dialihkan sebesar USD2,5 juta. Sehingga anakanak usaha INDF yang disebutkan di atas menjadi anak usaha langsung PT Indofood CBP dan menjadi anak perusahaan tidak langsung INDF. Selain ketiga anak usaha di atas, INDF juga akan melakukan transfer atas anak usaha PT Indofood Fritolay Makmur sebanyak 51% dan 100% saham Drayton Pte, Ltd.

Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari restrukturisasi internal ini ialah :
1. Membuka peluang bagi INDF untuk memisahkan operasional bisnis divisi mi instan menjadi badan yang terpisah secara legal sehingga mempermudah untuk mengembangkannya.
2. Meningkatkan efisiensi bagi aspek keuangan, administrasi, operasional dan organisasi.
3. Perusahaan baru tersebut akan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan.
4. Membuka lebih banyak sumber dana untuk ekspansi.





ANALISIS
PT. Indofood Fritolay Makmur adalah salah satu perusahaan produksi makanan ringan (snack) dengan kemasan modern, yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam snack, termasuk kripik kentang,singkong, beras dan jagung dengan berbagai merek seperti Chitato, Chiki, Jetz, Qtela, Cheetos dan Lays. Dll merek-merek ini terdaftar dan mendapat sertifikat halal.
Sebagai market Leader PT. IFL merupakan gabungan join venture dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PepsiCo Internasional. Perusahaan ini beroperasi dengan dua pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi. Produk-produk Indofood ini mempunyai distribusi utama yaitu Indomarco, distributor yang berdiri sendiri. Produk-produk indofood ini dijual lebih dari 150.000 retail outlets di Indonesia. Kantor pusat Indofood di dukung dengan sistem informasi berteknologi tinggi dengan menggunakan satelit, sehingga cabang-cabang perusahaan yg terletak berjauhan dapat mengaksesinformasi.

Potensi Perusahaan
Indofood berpotensi sangat besar dalam hal makanan ringan untuk semakin berkembang karena memang Indofood mempunyai nama paling kuat diantara para kompetitor sejenisnya, dibandingkan dengan produsen sejenisnya Indofood merupakan produsen makanan ringan yang sangat terkenal dan mempunyai brand awareness yang sangat tinggi.
Dalam distribusinya IFM mempunyai distributor utama yang kuat yaitu Indomarco, yg selalu berusaha memasarkan produknya ke dalam negeri secara meluas hingga ke pelosok. Sistem distribusi yang kuat inilah yang dapat membuat Indofood menjadi perusahaan kuat.
Posisi Perusahaan
Posisi PT. Indofood Fritolay Makmur saat ini sangat baik, dilihat dari namanya Indofood merupakan Market Leader dari makanan ringan yang ada. Indofood gencar melakukan promosi, dan menyebabkan menjadi yang teratas dalam hal brand awareness.
Strategi Perusahaan
Indofood mempunyai berbagai macam strategi dalam produknya. Yaitu memperluas dan memperbanyak jenis produknya, antara lain : bumbu masak, minyak goreng, makanan bayi, tepung dan snack, biskuit, dsb.
Selain produk-produknya terus dikembangkan, indofood juga gencar berpromosi iklan dan memberikan berbagai macam bonus untuk para konsumen dan retailernya. Salah satunya yang paling terkenal adalah strategi toys inserted-nya yang banyak disukai anak-anak, yaitu Tazoz hampir semua anak-anak mengumpulkannya dengan membeli produknya, selain itu promosi penjualan dengan cara beli 5 dapat 1dll.Disamping itu distribusi yang kuat yaitu melalui Indomarco.


Wilayah Pemasaran :
Wilayah pemasaran mencakup lebih dari 50 negara di dunia antara lain :
Asean dan Asia Utara, Australia, Amerika Utara, Kanada, Nigeria, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Afrika Utara dan Selatan.
Potensi Pasar
Potensi pasar yang dimiliki oleh Indofood sangatlah luas, mengingat daerah distribusi yang dimiliki oleh perusahaan sangatlah luas dan kuat. Karena makanan ringan adalah consumer goods, maka pasar yang dituju oleh perusahaan ini sangatlah berpotensi.

b.  What were the strength did the company’s  product currently holds compare to its competitors  (Apa kekuatan produk perusahaan  yg dipegang saat ini dibandingkan kompetitornya)?
JAWAB
TEORI
Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
  1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
  2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
  3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
  4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.
MATRIK SWOT adalah alat untuk menyusun faktor-faktor strategis organisasi yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktor-faktor strategis internal dalam kerangka KEKUATAN (Strengths) dan KELEMAHAN (Weaknesses).
EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktor-faktor strategis eksternal dalam kerangka KESEMPATAN (Opportunities) dan ANCAMAN (Threats).
STRATEGI SO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
STRATEGI WO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
STRATEGI ST adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki organisasi untuk mengatasi ancaman.
STRATEGI WT adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

Elemen-elemen Analisis SWOT
Analisis Kekuatan Indofood Fritolay Makmur
IFM Strenghts (Kekuatan)
Kompetitor Strenghts (Kekuatan)
·      Kompetensi yang unik
à Market Leader
à Produk Indofood ini terdaftar dan mendapat sertifikat halal
à pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi
à distributor utama yang kuat yaitu Indomarco, yg selalu berusaha memasarkan produknya ke dalam negeri secara meluas hingga ke pelosok
à Berbagai Jenis Produk Makanan Ringan
à Indofood gencar melakukan promosi
à Toys inserted-nya yang banyak disukai anak-anak
  •  
·      Sumberdaya keuangan yang memadai
à Merger keempat anak usaha tersebut juga diharapkan bisa memperkuat struktur keuangan sehingga akan mendukung pengembangan usaha ke depan dan sebagai upaya untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga.
à penawaran umum perdana bagi PT Indofood CB.
à INDF juga akan melakukan transfer atas anak usaha PT Indofood Fritolay Makmur sebanyak 51% dan 100% saham Drayton Pte, Ltd
  •  
·      Citra yang baik
à Memperoleh brand awareness kategori makanan ringan.
à Brand image
  •  
·      Keunggulan biaya
à pabrik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi
  •  
·      Kemampuan inovasi tinggi
à Berbagai Jenis Produk Makanan Ringan
  •  
·      Keterampilan yang unggul
à Manajemen yg mempunyai skill
  •  


c.    What were the weakness did the company’s product currently render compare to its competitors? (Apa kelemahan produk perusahaan saat ini dibandingkan kompetitornya)
Elemen-elemen Analisis SWOT Analisis Kelemahan
Indofood Fritolay Makmur Kelemahan
Kompetitor (..............................)
·      tidak ada arah strategi yang jelas
-
·      
·      posisi persaingan yang kurang baik
-
·      
·      fasilitas yang “usang”
-
·      
·      kesenjangan kemampuan manajerial
-
·      
·      lini produk yang sempit
-
·      
·      citra yang kurang baik
-
·      

  1. In what segment(s) could the company established strong competitive advantage? (Dalam apa segmen (s) bisa mendirikan perusahaan keunggulan kompetitif yang kuat?
Perusahaan dapat bermain pada segmen yang telah ada atau dengan kata lain perusahaan telah memiliki keunggulan kompetitif nya dengan melayani segmen yang ada sekarang. Dengan alasan bahwa  makanan ringan adalah consumer goods, maka pasar yang dituju oleh perusahaan ini sangatlah berpotensi.
  1. What was the reasons Buoy recommending either the repositioning of  “chiki” or focusing  on PT IPM’s  other product? Explain your answer as clear as possible. ! (Apa alas an Buoy baik merekomendasikan reposisi "chiki" atau fokus pada produk lainnya PT PHT's? Jelaskan jawaban Anda sejelas mungkin)
makanan ringan adalah consumer goods
  1. Identify five forces in the snack food manufacturing that affect the effectiveness of product strategy of PT IPM’s to its corporate objectives. (Mengidentifikasi lima kekuatan dalam pembuatan makanan ringan yang mempengaruhi efektivitas strategi produk PT IPM  untuk tujuan perusahaan.)

ANALISIS STRUKTUR KEKUATAN PERSAINGAN: Five Forces Model (Porter, 1985)
3-4
COMPETITIVE STRATEGY dari MICHAEL E.PORTER
  1. Ancaman masuk pendatang baru
Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut hambatan masuk. Faktor-faktor hambatan masuk yang dimaksud adalah:
Ø  Skala ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya perunit yang tinggi, padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih rendah.
Ø  Diferensiasi produk
Diferensiasi yang akan menciptakan hambatan masuk ini memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya dan usaha yang besar untuk merebut para pelanggan yang loyal kepada perusahaan yang ada/uatam. Usaha besar itu, misalnya melakukan pengiklanan yang gencar dan memberi servis yang baik. Pada tahap awal, usaha-usaha ini membutuhkan biaya yang besar dan bahkan akan menciptakan kerugian. Seringkali kondisi ini berjalan cukup lama.
Ø  Kecukupan modal
Jenis industri yang memerlukan modal besar merupakan hambatan yang besar bagi pemain baru, terutama pada jenis industri yang memerlukan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan serta eksplorasi.
Ø  Biaya peralihan
Hamabatan masuk akan tercipta dengan adanya peralihan pemasok, yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.
Ø  Akses ke saluran distribusi
Jalur distribusi sangat menentukan penyebaran produk.
Ø  Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya yang dipunyai oleh perusahaan yang sudah ada sulit ditiru oleh pendatang baru.
Ø  Peraturan pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu.
 
  1. Persaingan sesama perusahaan dalam industri
Menurut Porter, tingkat persaingan itu dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:
Ø  Jumlah kompetitor
Ø  Tingkat pertumbuhan industri
Ø  Karakteristik produk
Ø  Biaya tetap yang besar
Ø  Kapasitas
Ø  Hambatan keluar

  1. Ancaman dari produk pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang substitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk substitusi kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost yang sedikit dan jika produk substitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.

  1. Kekuatan tawar-menawar pembeli (Buyers)
Para pembeli, dengan kekuatan yang mereka miliki, mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan servis serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Dengan demikian, beberapa kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehungan dengan adanya kekuatan ini antara lain, adalah:
Ø  Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan
Ø  Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
Ø  Switching cost pemasok adalah kecil
Ø  Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitif terhadap harga dan diferensiasi servis.
Ø  Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli dengan mudah mencari substitusinya.

  1. Kekuatan tawar-menawar pemasok (Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau servis. Pemasok menjadi kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi:
Ø  Jumlah pemasok sedikit
Ø  Produk/servis yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang besar.
Ø  Tidak tersedia produk substitusi
Ø  Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.
   
    (The total point for question # 2 is 60, i.e., 10 for each items)

Catatan: jawaban pertanyaan nomor 2 boleh dalam bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar