JAWABAN
MANAGEMENT STRATEGIC 26 JANUARI TAHUN
2006
- PT. Listrik
Negara menghadapi situasi bisnis yang krusial pada saat ini yakni :
1) Pada sisi suplay input menghadapi persoalan pengadaan
bahan bakar atau energy BBM harga pasokan tinggi yaitu Rp. 6.000 per lliter di
pasar bebas.
2) 2) Harga BBM yang tinggi menyebabkan biaya produksi
meningkat sehingga harga pokok produksi berada jauh diatas harga dasar listrik
yang dibayar pelanggan saat ini. Untuk menjamin kelangsungan kehidupan
perusahaan, maka solusi yang ditawarkan perusahaan ini kepada pemerintah
sebagai shareholder yakni meningkatkan harga jual berupa penentuan tarif baru
dengan peningkatan harga jual tenaga kelistrikan pe KWH yaitu antara 30 %
hingga 140%. Rencana kenaikan TDL ini mendapat reaksi amat keras terutama dari
pelanggan dunia industry dan rumah tangga.
Pertanyaan :
a) Jika anda menggunakan pemikiran strategi generic versi
Whellen Khunger, maka bagaimana pendapat anda bila perusahaan tersebutmemilih
alternative strategi generic tersebut : 1) Strategi stabilitas, 2)ekspansi, dan
3) penciutan. Selanjutnya jelaskan pula secara singkat, namun jelas strategi
utama bagaimana yang perusahaan perlu rumuskan sekiranya strategi pertumbuhan
dijadikan acuan dalam perumusan strategi utama.
b) Penentuan strategi pertumbuhan sebagai strategi utama,
merupakan output dari kajian lingkungan yang cermat yakni lingkungan eksternal,
internal dan industry. Jelaskan pentingnya masing-masing elemen yang terdapat
pada setiap aspek lingkungan perusahaan yang menjadi dasar pembenaran pilihan
strategi pertumbuhan tersebut.
c) Jika usaha kenaikan TDL ditolak oleh pemerintah karena
tidak memperoleh persetujuan DPR dan reaksi keras dari pelanggan, maka analisis
lingkungan internal dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dari margin
perusahaan melalui suatu analisis “rantai nilai” kegiatan-kegiatan penunjang
dan kegiatan-kegiatan utama dalam lingkungan internal. Gambarkan dan jelaskan
landasan piker dan cara kerja analisis “rantai nilai” atau value chain analysis
yang saudara ketahui (total nilai 50)
- Pada lampiran soal ini terdapat kasus mengenai
MTV Vs Channel V yang di buat di Hongkong. KAsusu ini menguraikan
bagaimana media Amerika MTV memasuki bisnis perteleviasian Asia dengan
menggandeng Star TV Satelaite pada tahun 1991. NAmun, setelah Star TV di
beli oleh News Corporation terjadi ketidakcocokan. Tetapi pada tahun 1995
MTV kembali ke Asia dengan strategi baru yaitu dengan Brand Image yang
akhirnya memperoleh tuduhan bahwa MTV mengkopy strategi STAR. Dalam
perseteruan strategi, maka tidak ada saingan dan lawan yang abadi, namun
tetap ada peluang untuk menyatu. Jika posisi saudara sebagai ahli saudara
sebagai ahli strategi, maka saudara diminta memformulasikan hal-hal
sebagai berikut :
a) Bagaimana peluang dari kedua jaringan TV masuk di Asia
serta kemungkinan untuk merger dan scenario ini memungkinkan ? Analisis
alasannya
b) Bagaimana posisi Channel V dan MTV jika berhubungan
dengan BCG dan strategi Generik versi Porter.
c) Jika Channel V mengadobsi Re-branding strategy, apakah
saingannya MYV dapat memenangkan persaingan sesuai versi data yang terdapat
pada kasus.
Nomor.1
a) STRATEGI GENERIK versi Wheelen dan Hunger
1) Strategi
stabilitas (Stability)
Pada
prinsipnya, strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk, pasar dan
fungsi-fungsi perusahaan lain, karena perusahaan berusaha untuk meningkatkan
efesiensi di segala bidang dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan.
Strategi ini risikonya relatif rendah dan biasanya dilakukan untuk produk yang
tengah berada pada posisi kedewasaan (mature).
2)
Strategi ekspansi (Expansion)
Pada
prinsipnya, strategi ini menekankan pada penambahan/perluasan produk, pasar dan
fungsi-fungsi perusahaan lainnya, sehingga aktivitas perusahaan meningkat.
Tetapi, selain keuntungan yang ingin diraih lebih besar, strategi ini juga
mengandung risiko kegagalan yang tidak kecil.
3)
Strategi penciutan (Retrenchment)
Pada
prinsipnya, strategi ini dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas produk
yang dihasilkan atau pengurangan atas pasar maupun fungsi-fungsi dalam
perusahaan, khususnya yang mempunyai cash flow negatif. Strategi ini
biasanya diterapkan pada bisnis yang berada pada tahap menurun (decline).
Penciutan ini dapat terjadi karena sumber daya yang perlu diciutkan itu lebih
baik dikerahkan, misalnya, untuk usaha lain yang sedang berkembang.
Jika perlu, kombinasi dari ketiga
strategi generik di atas dapat juga diimplementasikan oleh perusahaan.
STRATEGI
UTAMA dari WHEELEN dan HUNGER
Jabaran strategi utama dari strategi
Generik versi Wheelen dan Hunger menggunakan konsep dari General Electric (GE)
adalah sbb:
|
Strategi Generik
|
Strategi Utama
|
|
Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy)
|
a.
Strategi Pertumbuhan Konsentrasi:
-
Horizontal
-
Vertikal
b.
Strategi Pertumbuhan Diversifikasi:
-
Terpusat
-
Konglomerasi
|
|
Strategi Stabilitas (Stability Strategy)
|
a.
Strategi Istirahat (Pause Strategy) / Strategi
Terus dengan Hati-hati (Proceed with Caution Strategy)
b.
Strategi Tanpa Perubahan (No Change Staretgy)
c.
Strategi Laba (Profit Staretgy)
|
|
Strategi Penciutan (Retrenchment
Staretgy)
|
a.
Strategi Perubahan Haluan (Turnaround Strategy)
b.
Strategi Memikat Perusahaan Lain (Captive Company
Strategy)
c.
Staretgi Jual / Ditutup (Sell Out / Divestment
Strategy)
d.
Strategy Pelepasan (Bankruptcy Strategy) /
Strategi Likuidasi (Liquidation Strategy)
|
Strategi
generik Pertumbuhan memiliki dua jenis strategi utama. Setiap jenis strategi
utamanya masing-masing terdiri atas dua macam, yaitu:
1) Strategi
Pertumbuhan Konsentrasi.
Merupakan strategi di mana perusahaan
berkonsentarsi dan bertumbuh-kembang pada semua atau hampir semua sumber daya
yang sejenis. Strategi ini memiliki dua cara, yaitu:
a. Horizontal
Dari sisi internal, hendaknya segmen pasar
diperluas untuk mengurangi potensi persaingan, sehingga skala ekonomi menjadi
lebih besar. dari sisi eksternal, perusahaan dapat melakukan akuisisi atau
joint-venture dengan perusahaan lain pada industri yang sama.
b. Vertikal
Strategi ini dapat dilakukan dengan cara
mengambil alih fungsi yang sebelumnya disediakan oleh pemasok (backward
integration) atau distributor (forward integration). Dengan kata
lain, terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini disediakan oleh
perusahaan lain.
Pada kedua strategi ini
dapat dilakukan pendekatan internal dan eksternal. Pendekatan internal adalah
dengan cara mengembangkan anak perusahaan yang baru untuk memasok bahan baku
dan bahan setengah jadi untuk kebutuhan produk maupun jasa. Pendekatan
eksternal adalah dengan cara membeli perusahaan baru baik dengan cara akuisisi,
merger, ataupun joint-venture yang bertujuan memasok kebutuhan barang
untuk bisnis pelanggan mereka.
2) Strategi
Pertumbuhan Diversifikasi.
Strategi ini menuntut perusahaan untuk tumbuh
dengan cara menambahkan produk atau divisi yang berbeda dengan produk atau
divisi yang telah ada. Strategi ini terdiri dari beberapa cara, yaitu terpusat (konsentrasi)
atau konglomerasi baik secara internal maupun eksternal. Jika dilaksanakan
dengan cara internal, hal ini dapat dilakukan melalui perkembangan produk baru,
tetapi jika dengan cara eksternal, dilakukan dengan cara akuisisi. Sasaran dari
pertumbuhan produk antara lain untuk menjaga pangsa pasar, mengurangi
persaingan, menekan biaya dan meningkatkan keuntungan.
Strategi pertumbuhan ini di bagi atas dua
cara, yaitu:
a. Terpusat
Melakukan penambhaan produk atau divisi yang
sudah ada pada perusahaan sebelumnya, dilakukan dengan cara yang masih sama
dengan produk atau jasa yang sudah ada.
b. Konglomerasi
Melakukan penambahan produk atau divisi yang
tidak ada hubungannya dengan lini produk atau jasa yang telah dimiliki
sebelumnya.
b) PENENTUAN STRATEGI
PERTUMBUHAN SEBAGAI STRATEGI UTAMA, DARI KAJIAN:
1) Lingkungan Eksternal, terdiri atas
lingkungan umum dan lingkungan industri
LINGKUNGAN UMUM:
a.
Faktor
ekonomi
Keadaan ekonomi suatu
negara akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan industri. Faktor ekonomi
mengacu kepada sifat, cara dan arah dari perekonomian di mana suatu perusahaan
akan atau sedang berkompetisi. Indikator dari kesehatan perekonomian suatu
negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, defisit atau
surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis serta produk domestik
bruto.
b.
Faktor
sosial
Faktor-faktor sosial
yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai sikap, opini yang
berkembang dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana perusahaan
beroperasi.
c.
Faktor
politik dan hukum
Arah dan stabilitas
dari faktor politik dan hukum merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam
memformulasikan strategi perusahaan.
d.
Faktor
teknologi
Faktor teknologi
merefleksikan kesempatan dan ancaman bagi perusahaan. Kemajuan teknologi secara
dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor, pesaing,
pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran dan posisi persaingan.
e.
Faktor
demografi
Faktor demografi di
anatarnya adalah ukuran populasi, struktur umur, distribusi geografis,
pencampuran etnis serta distribusi pendapatan.
LINGKUNGAN INDUSTRI
Lingkungan industri adalah tingkatan
dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang
secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung
terhadap operasional perusahaan.
Tujuan analisis
lingkungan industri adalah mencari
gambaran tentang peluang dan ancaman bisnis yang diakibatkan oleh strategi dan
prilaku bisnis sekelompok perusahaan yang bersaing satu sama lain dalam satu wilayah pemasaran.
Michael E.Porter dalam bukunya Competitive
Strategy (1980) adalah:
Lima
kekuatan persaingan masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan
tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok serta persaingan
konvensional di antara para pesaing yang ada – merefleksikan kenyataan bahwa
persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas pada pemain konvensional
yang ada. Pelanggan, pemasok, produk pengganti, serta pendatang baru potensial
semuanya merupakan “pesaing” bagi perusahaan-perusahaan dalam industri.
2) Lingkungan
Internal
Analisis
lingkungan internal perusahaan
sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran,
distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi,
sumber daya dan karyawan serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan
kekuatan dan kelemahan yang penting
sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif
dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan
Pentingnya analisis
lingkungan internal:
1. Upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki perusahaan dalam lingkungan yang bersaing secara global.
2. Kondisi ketidakpastian , kompleksitas dan konflik
yang dihadapi dalam organisasi
c)
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DENGAN ANALISIS “RANTAI NILAI”. GAMBARKAN VALUE
CHAIN ANALYSIS.
Analisis dengan pendekatan Rantai
Nilai (Value Chains) didasarkan pada serangkaian yang berurutan dari
sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang dilaksanakan untuk
mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan serta mendukung produk dan jasa
mereka pada perusahaan yang terdiri atas satu SBU (Strategi Bisnis Unit) saja.
Rantai Nilai yang dikembangkan oleh Porter ini menganalisis mengenai sekumpulan
aktivitas nilai secara rinci dan memberikan analisis mengenai bagaimana suatu
perusahaan melaksanakan aktivitas-aktivitasnya, bagaimana aktivitas-aktivitas
itu berinteraksi dan mengapa aktivitas-aktivitas itu penting.
Gambar
dari konsep Value Chain dapat dilihat berikut ini:

Semua aktivitas dalam rantai nilai akan dibagi atas dua
kategori, yaitu:
1)
Aktivitas Utama
Yaitu
aktivitas-aktivitas yang melibatkan diri dalam penciptaan fisik produk atau
jasa, penjualan dan pengirimannya kepada pembeli serta aktivitas purna jual.
2)
Aktivitas Pendukung
Yaitu
aktivitas-aktivitas yang melengkapi aktivitas utama dengan berbagai fungsi
yaitu kelengkapan infrastruktur, manajemen SDM, pengadaan barang dan
pengembangan teknologi.
Nomor
2.
a) Merger
Merupakan
strategi yang tidak melibatkan pengakusisian (pembelian suatu perusahaan oleh
perusahaan lain melalui kas atau saham). Mergers, suatu perusahaan
bergabung dengan perusahaan lain untuk membentuk perusahaan baru.
b) Boston
Consulting Group (BCG) dan Strategi Generik versi Porter
Tujuan
Matrik BCG :
1.
Mengembangkan
strategi pangsa pasar atas dasar cash flow
2.
Mengembangkan
fortofolio produk sehingga jelas kekuatan & kelemahan
3.
Memutuskan apakah perlu meneruskan investasi
4.
Mengalokasi anggaran
pemasaran produk guna memaksimalkan cash flow
5.
Mengukur kinerja
manajemen, berdasar kinerka produk di pasaran
MATRIK BCG
MARKET SHARE
High Low
|
STAR (II)
|
QUESTION
MARK (I)
|
|
CASH COW (III)
|
DOGS (IV)
|
a. Question
Marks. SBU-SBU yang berada pada Kuadran I mempunyai pangsa
pasar yang relatif rendah dan bersaing dalam pasar industri yang pertumbuhannya
tinggi. Biasanya, kebutuhan uang kas adalah tinggi. Oleh karena itu, perusahaan
harus memutuskan untuk memperkuat dirinya dengan cara melaksanakan strategi
intensif, yaitu strategi-strategi market penetration, market development
atau product development. Atau, menjual semuanya.
b. Stars.
Bisnis
yang berada pada Kuadran II dikatakan sebagai stars, memperlihatkan bahwa
perusahaan memiliki long-run opportunities terbaik dalam hal pertumbuhan
dan laba. SBU dengan pangsa pasar yang relatif tinggi dan pertumbuhan pasar
industri yang juga relatif tinggi memerlukan investasi untuk memperkuat posisi
mereka yang dominan. Forward integration, backward integration, horizontal
integration, market penetration, market development, produsct development dan
joint venture adalah strategi-strategi yang dapat dipertimbangkan untuk
digunakan bagi SBU yang berada di Kuadran II ini.
c. Cash
Cows. SBU-SBU yang terletak pada Kuadran III memiliki potensi
pangsa pasar yang relatif tinggi, tetapi mereka bersaing dalam pertumbuhan
pasar industri yang lambat. Dikatakan Cash Cows karena SBU ini seringkali
diperas ibarat susu sapi perah. SBU yang kini berada pada posisi Cash Cows
biasanya berada pada posisi stars terlebih dahulu. SBU sebagai cash cows harus
ditangani sebaik-baiknya agar ia berada pada posisi ini selama mungkin. Product
development atau concentric diversification mungkin merupakan strategi yang
menarik untuk diimplementasikan. Bagaimanapun juga, suatu saat posisi cash cows
akan melemah. Untuk kondisi lemah ini, strategi retrenchmnet atau
divestiture dapat digunakan.
d. Dogs.
SBU
yang berada pada Kuadran IV memiliki posisi pangsa pasar relatif rendah; dan
bersaing pada pasar industri yang pertumbuhannya lemah atau bahkan tidak ada
pertumbuhan. SBU seperti ini disebut Dogs. Oleh karena berada pada posisi lemah baik eksternal
maupun internal, maka bisnis ini sering dilikuidasi atau didivestasi melalui strategi
retrenchment.
Manfaat
utama BCG Matrix adalah untuk menggambarkan tentang cash flow,
karakteristik-karakteristik investasi, dan kebutuhan SBU perusahaan. BCG matrix
mempunyai beberapa batasan, misalnya dengan memandang setiap perusahaan hanya
sebagai star, cash cows, dog atau question mark adalah keputusan yang terlalu
sederhana. Selain itu. BCG matrix tidak mencerminkan variasi dari SBU-SBU
termasuk pertumbuhan industrinya.
Strategi
Generik dari Michael R.Porter
Menurut Porter, jika perusahaan
ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan
harus memilih prinsip berbisnis, yaitu produk dengan harga tinggi atau produk
dengan biaya rendah, bukan kedua-duanya.
3
(tiga) strategi generik menurut Porter, yaitu:
- DIFERENSIASI (Differentiation)
Strategi ini cirinya
adalah perusahaan mengambil keputusan untuk membangun persepsi pasar potensial
terhadap suatu produk/jasa yang unggul agar tampak berbeda dengan produk yang
lain. Dengan demikian, diharapkan calon konsumen mau membeli dengan harga mahal
karena adanya perbedaan ini.
- KEPEMIMPINAN KEUNGGULAN
BIAYA (Overal Cost Leadership)
Cirinya adalah
perusahaan lebih memperhitungkan pesaing daripada pelanggan dengan cara
memfokuskan harga jual produk yang murah, sehingga biaya produksi, promosi
maupun riset dapat ditekan, bila perlu produk yang dihasilkan hanya sekedar
meniru produk dari perusahaan lain.
- FOKUS (Focus)
Cirinya adalah
perusahaan mengkonsentrasikan pada pangsa pasar yang kecil untuk menghindar
dari pesaing dengan menggunakan strategi kepemimpinan biaya menyeluruh atau
diferensiasi.
c) Re-branding
strategy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar