- Kaitan struktur organisasi dan kepemimpinan strategis
Struktur organisasi merupakan suatu
kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan yang telah dipilih, hubungan antar
fungsi-fungsi, serta wewenang dan tanggungjawab.
Bentuk struktur organisasi ada 6 yaitu :
Struktur Fungsional
Struktur Divisional Produk
Struktur Divisional Geografis
Struktur Unit Usaha
Struktur Matrik
Struktur Horisontal
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang
memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yg ingin dicapai
bersama (shared goal) (Hemphill & Coon, 1957)
Kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan
struktur dalam harapan dan interaksi (Stogdil, 1974)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi
sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis thd pengarahan-pengarahan
rutin organisasi (Katz & Kahn, 1978)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas
sebuah kelompok yg diorganisasi ke arah pencapaian tujuan (Rauch & Behling,
1984)
Kepemimpinan adalah proses memberi arti thd usaha kolektif,
dan yg mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yg diinginkan untuk
mencapai sasaran (Jacob & Jacques, 1990)
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang,
baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu, bawahan dipimpin
dari bukan dengan jalan menyuruh atau mondorong dari belakang. Masalah yang
selalu terdapat dalam membahas fungsi kepemimpinan adalah hubungan yang
melembaga antara pemimpin dengan yang dipimpin menurut rules of the
game yang telah disepakati bersama.
Seseorang pemimpin selalu melayani bawahannya lebih baik dari bawahannya tersebut melayani dia.Pemimpin memadukan kebutuhan dari bawahannya dengan kebutuhan organisasi dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhannya.
Dari batasan kepemimpinan sebagaimana telah disebutkan di atas seorang dikatakan pemimpin apabila dia mernpunyai pengikut atau bawahan. Bawahan ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam struktur organisasi pemimpin dibagi dalam tiga tingkatan yang tergabung dalam kelompok anggota-anggota manajemen (manajement members). Ketiga tingkatan tersebut adalah :
Seseorang pemimpin selalu melayani bawahannya lebih baik dari bawahannya tersebut melayani dia.Pemimpin memadukan kebutuhan dari bawahannya dengan kebutuhan organisasi dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhannya.
Dari batasan kepemimpinan sebagaimana telah disebutkan di atas seorang dikatakan pemimpin apabila dia mernpunyai pengikut atau bawahan. Bawahan ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam struktur organisasi pemimpin dibagi dalam tiga tingkatan yang tergabung dalam kelompok anggota-anggota manajemen (manajement members). Ketiga tingkatan tersebut adalah :
a. Manager puncak (Top Manager)
b. Manajer menengah (Middle manager)
c. Manajer bawahan (Lower managor/suvervisor)
Seorang pemimpin mempunyai baik ketrampilan manajemen (managerial skill) maupun keterampilan tekhnis (technical skill). Semakin rendah kedudukan seorang tekhnis pemimpin dalam struktur organisasi maka keterampilan lebih menonjol dibandingkan dengan keterampilan manajemen. Hal ini disebabkan karena aktivitas yang bersifat operasional.
Bertambah tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam struktur organisasi maka semakin menonjol keterampilan manajemen dan aktivitas yang dijalankan adalah aktivitas bersifat konsepsional.
Dengan perkataan lain semakin tinggi kedudukan seorang pamimpin dalam struktur organisasi maka semakin dituntut dari padanya kemampuan berfikir secara konsepsional strategis dan makro.
Di samping itu perlu dikemukakan bahwa semakin tinggi
kedudukan seseorang dalam struktur organisasi maka ia semakin
genoralist, sedang semakin rendah kedudukan seseorang dalam sruktur organisasi maka ia menjadi spesialist.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa lebih mudah mengukur produktivitas pemimpin yang lebih rendah.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa lebih mudah mengukur produktivitas pemimpin yang lebih rendah.
Kepemimpinan Formal dan Kepemimpinan Informal
Dalam setiap organisasi selalu terdapat hubungan formal dan
hubungan informal. Hubungan formal melahirkan organisasi formal dan hubungan
informal melahirkan organisasi informal. Kepemimpinan formal adalah
kepemimpinan yang resmi yang ada pada diangkat dalam jabatan kepemimpinan.
Polo kepemimpinan tersebut terlihat pada berbagai ketentuan yang mengatur hirarki dalam suatu sruktur organisasi. Kepemimpinan formal tidak secara otomatis merupakan jaminan akan diterima menjadi kepemimpinan yang "sebenarnya" oleh bawahan.
Penerimaan atas pimpinan formal masih harus diuji dalam praktek yang hasilnya akan terlihat dalam kehidupan organisasi apakah kepemimpinan formal tersebut sekaligus menjadi kepemimpinan nyata.
Kepemimpinan formal sering juga disebut dengan istilah headship. Kepemimpinan formal tidak didasarkan pada pengangkatan. Jenis kepemimpinan ini tidak terlihat pada struktur organisasi.
Efektivitas kepemimpinan informal terlihat pada pengakuan nyata dan penerimaan dalam praktek atas kepemimpinan seseorang. Biasanya kepemimpinan informal didasarkan pada beberapa kriteria diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan "memikat" hati orang lain.
2. Kemampuan dalam membina hubungan yang serasi dengan orang
lain.
3. Penguasaan atas makna tujuan organisasi yang hendak dicapai.
4. Penguasaan tentang implikasi-implikasi pencapaian dalam
kegiatan-kegiatan operasional.
5. Pemilihan atas keahlian tertentu yang tidak dimili ki oleh
orang lain.
Telah dikemukakan bahwa tidak ada pemimpin tanpa adanya
pihak yang dipimpin. Pemimpin timbul sebagai hasil dari persetujuan anggota
organisasi yang secara sukarela menjadi pengikut. Pemimpin sejati mencapai
status mereka karena pengakuan sukarela dari pihak yang dipimpin.
Seorang pemimpin harus mencapai serta mampertahankan kepercayaan orang lain. Dengan sebuah surat keputusan, maka seseorang dapat diberikan kekuasaan besar tetapi hal tersebut tidak secara otomatis membuatnya menjadi seorang pemimpin dalam arti yang sebenarnya.
Berikan pandangan kritis mengenai keterkaitan tersebut dalam bentuk sebuah
kasus (masalah) yang dihadapi salah satu perusahaan di Indonesia baru-baru ini.
- Hambatan social
budaya ekonomi yang dihadapi perusahaan Indonesia dalam mengembangkan
strategic entrepneurship. Berikan evaluasi kritis dan prediksi mengenai
dampak prilaku strategic entrepneurship disalah satu perusahaan Indonesia
dalam meningkatkan dan/atau menjaga kelanggenan daya saing perusaan
tersebut
Dalam
Encyclopedia of America (1984), Enterpreneur
adalah “ Pengusaha yg memiliki keberanian untuk mengambil Resiko
dengan menciptakan produksi, termasuk modal, tenaga kerja dan bahan, dan dari
usaha bisnis mendapat profit/laba “
The
American Heritage Dictionary (1985), “Entrepreneur is a Person who organizes,
operates, and assumes the risk of business venture “
Enterpreneur di Indonesia
Kurang Berkembang ;
Pengaruh
Pola pikir Tradisional
“
Orang yg menikuti orang
banyak tidak akan pernah diikuti oleh orang banyak ( John Maxwell )
·
Kurang
Motivasi & Antusias
“ Antusiasme mudah menular, mulailah menyebar
wabah ini ” ( Don Ward )
“ Antusiasme adalah keyakinan yang
membara “ (George Adams )
·
Sifat
Insinyur yang Introvert
“
Hidup terdiri dari 10 % dari
apa yang anda bentuk, dan 90 % bagian Anda dibentuk darinya “ ( Irving Benson )
Pengaruh Etos Keberhasilan
yg Kurang Menghargai
·
Berjiwa
“Safety Player “
“
Terlalu Banyak orang mencari
tempat aman dan selamat. Akibatnya banyak yang terpuruk ( Thomas Ryder)
·
Lemah Dalam Leadership
Lemah Dalam Leadership
“
Kekuatan satu kelompok
adalah di dalam kekuatan pemimpinnya ” ( Vince Lombardy)
“ Pemimpin mencapai hasil melalui yang
dipimpin “ (Patricia Fripp)
·
Pengaruh
Feodalisme gaya Baru
·
Kerja
ingin ringan, hasilnya ingin besar, dan tidak mau menanggung resiko
·
Kurangnya
Pendidikan Enterpreneurship
·
Kurangnya
dukungan Pemerintah Pusat & Daerah

- Alasan utama
perusahaan melakukan diversifikasi adalah bagaimana menciptakan nilai
melalui jangkauan ekonomi, penghematan ekonomi, kekuatan pasar, kebijakan
pemerintah, masalah kinerja, ketidakpastian arus kas dan motivasi
manajerial.
Anda
diminta untuk menjelaskan :
a.
Bagaimana perusahaan diversifikasi yang
saling berkaitan menggunakan kegiatan secara bersama-2 dan mentrasfer
kompetensi inti untuk menciptakan nilai.
Diversifikasi berkaitan adalah
strategi yang
melaluinya perusahaan
bertujuan untuk membangun atau memperluas sumber daya, kapasitas, dan kompetensi inti yang ada
dalam usahanya mencapai daya saing strategis. Jangkauan Ekonomis
adalah penghematan
biaya yang berkaitan
dengan pentransferan
kapabilitas dan kompetensi suatu bisnis
ke bisnis yang baru Menciptakan nilai dari jangkauan ekonomi melalui, keterkaitan operasional (berbagi aktivitas) dan keterkaitan
perusahaan (transfer skill atau kompetensi
inti
perusahaan).Perbedaan berbagi aktivitas dan transfer
skill
didasarkan
pada
bagaimana
sumber daya digunakan
bersama-sama
untuk
menciptakan jangkauan ekonomi
Berbagi Aktivitas (Keterkaitan Operasional)
Diciptakan dengan
berbagi aktivitas primer (sistem penyampaian persediaan)
atau aktivitas pendukung (pembelian)
Berbagi
aktivitas perlu berbagi pengendalian strategis atas unit-bisnis
Berbagi aktivitas
dapat memunculkan risiko karena
kesatuan bisnis tersebut menciptakan keterkaitan
di antara hasil-hasilnya
Mentransfer Kompetensi
Inti Perusahaan (Keterkaitan
Perusahaan)
Menggunakan
serangkaian
sumber daya dan
kapabilitas yang kompleks
yang
mengkaitkan bisnis-bisnis berbeda melalui
pengetahuan manajerial dan teknologi,
pengalaman, dan keahlian. Keahlian pemasaran merupakan
salah satu contoh
kompetensi inti perusahaan yang dapat digunakan dalam cara ini. Biaya
pengembangan kompetensi tersebut telah terjadi
dan
karena kompetensi yang didasarkan pada
sumber
daya
tidak
berujud
kurang
dapat dilihat
dan
lebih
sulit
dipahami dan ditiru oleh para
pesaing.
Untuk
menciptakan nilai dapat dilakukan melalui dua cara
yaitu (1) Mengurangi duplikasi sumber
daya dalam memenuhi
alokasi sumber daya pada unit kedua
untuk mengembangkan kompetensi
yang
telah
ada
di
unit lainnya dan (2) Memberikan
sumber daya tidak berujud sulit untuk dipahami dan ditiru oleh pesaing sehingga cepat
mengunggulinya
Diversifikasi Berkaitan: Kekuatan Pasar
Kekuatan pasar
ada
ketika
sebuah
perusahaan mampu
untuk mMenjual produk- produknya di atas tingkat persaingan yang ada, atau mengurangi biaya aktivitas primer dan pendukungnya di bawah
tingkat kompetitif, atau melakukan
keduanya Pendekatan untuk menciptakan atau mendapatkan kekuatan pasar melalui diversifikasi adalah
persaingan multipoin, yaitu terjadi ketika dua atau lebih perusahaan
diversifikasi
bersaing dalam produk atau wilayah
geografis yang sama.
Pendekatan lain yang dapat digunakan
untuk menciptakan nilai guna mendapatkan
kekuatan pasar adalah
strategi Integrasi
Vertikal,
yaitu
perusahaan
memproduksi
sendiri inputnya (integrasi
ke belakang) atau memiliki sendiri
jaringan distribusi outputnya (integrasi
ke depan)
Diversifikasi Berkaitan: Kompleksitas
Keterkaitan
Operasional
Menyeluruh dan Keterkaitan Corporate
yang
melibatkan
manajemen dua sumber pengetahuan secara menyeluruh (Bentuk Operasional
ruang lingku ekonomi dan Bentuk
Corporate
ruang lingku ekonomi).Banyak usaha sering gagal
karena kesulitan implementasi.
Diversifikasi berkaitan adalah strategi yang melaluinya perusahaan bertujuan untuk membangun
atau
memperluas sumberdaya, kapabilitas, dan kompetensi inti yang ada dalam usahanya untuk mencapai daya saing strategis
(Capron,
1999).
Menurut Coulter
(2002:260)
diversifikasi berkaitan adalah diversifikasi yang dilakukan perusahaan yang memasuki industri berbeda namun
memiliki
salah satu keterkaitan dengan operasional perusahaan yang ada sekarang. Sedangkan
menurut
Wheelen and Hunger (2002:142)
strategi diversifikasi berkaitan merupakan
strategi
pertumbuhan
dimana
perusahaan memasuki industri baru yang masih berkaitan dengan strategi perusahaan ketika
perusahaan
memiliki posisi persaingan yang
tinggi
namun
industri
tidak
lagi
menarik. Oleh karena itu, diversifikasi berkaitan terpilih sebagai strategi tingkat perusahaan yang berusaha untuk menggali
jangkauan
ekonomis
(economic of scope) di antara unit-unit bisnisnya. Jangkauan
ekonomis adalah penghematan biaya
yang
berkaitan
dengan pentransferan kapabilitas
dan kompetensi yang dikembangkan dalam satu bisnis ke sebuah bisnis yang baru.
b.
Tiga alasan utama mengapa perusahaan beralih
dari bisnis tunggal dan strategi bisnis dominan ke strategi yang lebih
diversifikatif
Ada beberapa alasan yang dapat diberikan mengapa
perusahaan perlu melakukan diversifikasi
1.
Motif untuk meningkatkan daya saing strategis dari seluruh perusahaannya. Alasan ini dapat
dikelompokkan menjadi dua
bagian
besar
yaitu (1) diversifikasi
yang berkaitan, dapat berupa ruang
lingkup ekonomi (Berbagi aktivitas dan Mentransfer
kompetensi inti) dan kekuatan pasarar (menutup
jalan pesaing melalui
persaingan multipoin dan integrasi vertikal dan (2) Diversifikasi yang tidak berkaitan, dapat berupa
Mengefisienkan
alokasi
modal
internal
dan Restrukturisasi
bisnis.
2.
Insentif dan sumber daya dengan
dampak netral terhadap
daya saing strategis, yang berupa:
a. Undang-undang antitrust
b.
Hukum
Pajak
c. Ketidakpastian Arus kas masa depan
d.
Pengurangan
risiko bagi perusahaan
e.
Sumber
daya berujud
f. Sumber
daya tidak berujud
3. Motif
manajerial (Pengurangan nilai), yang dapat berupa:
a.
Mendiversifikasi risiko ketenagakerjaan manajerial
b. Meningkatkan
kompensasi manajerial
Salah satu
alasan penggunaan strategi diversifikasi
adalah bahwa
para manajer dari perusahaan diversifikasi memiliki keahlian umum yang unik, yang
dapat digunakan untuk
mengembangkan strategi multi bisnis dan meningkatkan daya saing strategis (Hitt et al., 2005:170). Perusahaan menggunakan strategi
diversifikasi sebagai strategi tingkat
korporatnya untuk banyak alasan. Hitt et al. (2005:173) menjelaskan kebanyakan perusahaan menerapkan strategi diversifikasi untuk meningkatkan daya saing strategis dari seluruh perusahannya. Rumelt (1982) menyatakan ketika
perusahaan melakukan strategi diversifikasi, perusahaan bergerak dari produk dan pasar sekarang menuju pasar dan produk baru.
Ketika strategi diversifikasi meningkatkan daya saing strategis, total nilai
perusahaan meningkat. Nilai diciptakan ketika strategi tertentu memungkinkan unit-unit
bisnis
meningkatkan pendapatan atau
mengurangi biaya sembari menerapkan strategi tingkat bisnisnya. Alasan
lain
diversifikasi
adalah untuk
mendapatkan
kekuatan pasar yang lebih besar dari para pesaingnya. Selain itu strategi diversifikasi
diterapkan untuk menetralkan kekuatan pasar pesaing serta untuk memperluas portofolio perusahaan guna mengurangi resiko ketenagakerjaan manajerial,
misalnya
jika salah
satu
bisnis gagal,
eksekutif
tingkat atas tetap bekerja dalam perusahaan diversifikasi tersebut. Oleh karena diversifikasidapat meningkatkan ukuran perusahaan dan karenanya meningkatkan kompensasi manajerial.
Dalam menjalankan strategi diversifikasi, perusahaan dapat
mengembangkan usahanya ke dalam industri
dimana teknologi dan produk saling melengkapi dan meningkatkan bisnis yang ada sekarang. Perusahaan juga dapat
meningkatkan
kompetensi
yang ada dengan mengembangkan usaha
ke
dalam bisnis dimana kekuatan sumberdaya yang sama merupakan faktor kunci dan aset persaingan yang bernilai. Perusahaan dapat meraih kesempatan untuk memasuki pasar produk baru dimana teknologi perusahaan yang sekarang dapat diaplikasikan dan mendukung keunggulan bersaing.
c.
Dua cara strategi diversifikasi yang tidak
berkaitan tetapi dapat menciptakan nilai.
Strategi diversifikasi
tidak
berkaitan (unrelated diverdification)
adalah bentuk
strategi pertumbuhan dimana perusahaan masuk ke industri yang tidak memiliki
keterkaitan sama sekali dengan strategi yang ada sekarang (Coulter, 2002:261). Sedangkan Wheelen and Hunger
(2002:143) menyatakan bahwa
ketika realisasi manajemen di industri sekarang tidak lagi menarik dan bahwa terdapat kesulitan
mentransfer kemampuan atau keahlian yang dimiliki perusahaan ke produk atau jasa yang berkaitan di industri
lain, maka strategi diversifikasi tidak berkaitan akan menjadi pilihan perusahaan. Ketidakberkaitan
unit-unit bisnis merujuk pada tidak adanya hubungan langsung di antara bisnis- bisnis. Perusahaan
memilih
untuk
masuk
ke
industri baru dimana
tidak
ada kemungkinan
koneksi, hubungan atau sinergi potensial, umumnya ketika bisnis inti perusahaan dan
industri yang berhubungan tidak lagi menawarkan pertumbuhan pasar
potensial yang
cukup besar.
Sehingga
untuk
memperoleh
pertumbuhan yang cukup besar, perusahaan harus melihat industri lain walaupun tidak memiliki keterkaitan dengan bisnis yang ada. Strategi diversifikasi tidak berkaitan juga
dilakukan karena sumberdaya, kapabilitas, dan kompetensi khususnya tidak dapat dengan mudah diterapkan ke industri lain di luar bisnis
intinya.
Hal ini akan
membatasi
pertumbuhan
perusahaan.
Oleh
karenanya perusahaan kemudian
memutuskan melakukan strategi diversifikasi tidak berkaitan.
Penelitian
Rumelt (1982) menemukan
bahwa perusahaan
memiliki perbedaan profitabilitas secara signifikan ketika mengaplikasikan strategi diversifikasi yang
berbeda.
Diversifikasi Tidak Berkaitan
Strategi
diversifikasi tidak berkaitan dapat menciptakan
nilai melalui dua jenis
penghematan keuangan. Penghematan keuangan yaitu penghematan biaya yang
direalisasikan melalui perbaikan alokasi sumber daya keuangan, berdasarkan investasi di dalam
dan di luar perusahaan.Jenis pertama penghematan ekonomi melibatkan alokasi modal
modal
internal yang efisien. Jenis kedua dari penghematan ekonomi berkaitan
dengan pembelian perusahaan lain dan
merestrukturisasi
aktiva-aktivanya.
Alokasi
Pasar
Modal Internal yang Efisien
Melalui pengelolaan serangkaian bisnis,
induk perusahaan dapat memiliki akses ke informai yang
lebih rinci dan akurat
berkaitan dengan
kinerja aktual
dan prospektif bisnis-bisnis tersebut.
Dalam strategi ini Induk perusahaan
mendistribusikan modal ke
divisi-divisi binis untuk menciptakan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Di
samping itu, dalam
strategi tidak berkaitan menunjukkan bahwa Konglomerat memiliki siklus
hidup agak singkat karena
penghematan uang lebih mudah ditiru daripada keterkaitan operasional & perusahaan.
Restrukturisasi
Restrukturisasi mirip dengan pendekatan pasar modal internal, fokus secara ekksklusif pada penciptaan ekonomi keuangan
dengan membeli dan menjual aktiva
perusahaan lain dalam pasar eksternal. Pendekatan restrukturisasi ini biasanya diikuti dengan
membeli perusahaan, menjual aktivasnya, seperti
kantor
pusat
perusahaan, dan memberhentikan anggota staf
perusahaan. Keputusan alokasi
sumber daya menjadi
kompleks karena ketidakpastian
permintaan akan produk-produk berteknologi
tinggi memerlukan kemampuan pemrosesan informasi yang berada di luar jangkauan para staf. Untuk
sukses memerlukan fokus yang matang, bisnis teknologi rendah dan fokus pada bisnis bukan ketergantungan pada orientasi pelanggan (klien).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar